*Ketapang, 29 September 2024* - Pada Hari Minggu Biasa XXVI, Gereja Katolik merayakan Pesta Para Malaikat Agung: Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, bersama dengan Santo Sirakus, Pengaku Iman, serta Santa Theodota dari Philippopolis, Martir. Warna liturgi yang dikenakan dalam perayaan ini adalah hijau. Di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, misa dipimpin oleh Pastor Kepala ex officio, RP. Vitalis Nggeal, CP.
**Bacaan Pertama** diambil dari *Kitab Bilangan 11:25-29*, menceritakan peristiwa ketika Tuhan berbicara kepada Musa dan mengambil sebagian dari Roh yang ada pada Musa untuk diberikan kepada tujuh puluh tua-tua Israel. Dua orang yang bernama Eldad dan Medad, meskipun tidak hadir di perkemahan, juga dipenuhi Roh seperti nabi. Namun, ketika Yosua meminta Musa menghentikan mereka, Musa menegur Yosua, menyatakan harapannya bahwa seluruh umat Tuhan dapat menerima Roh Tuhan dan menjadi nabi.
**Bacaan Kedua** diambil dari *Surat Yakobus 5:1-6*, memperingatkan orang-orang kaya akan kebinasaan yang menanti mereka. Yakobus menegur mereka karena menumpuk kekayaan dengan cara yang tidak adil, menahan upah para buruh, dan hidup dalam kemewahan sementara banyak orang menderita.
**Bacaan Injil** yang dibacakan oleh Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, diambil dari *Injil Markus 9:38-43, 45, 47-48*. Injil ini mengisahkan Yohanes yang melihat seseorang mengusir setan dalam nama Yesus, tetapi bukan pengikut mereka. Namun Yesus menegaskan bahwa siapa pun yang tidak melawan mereka, ada di pihak mereka. Yesus juga memberikan pengajaran tegas tentang menjauhkan diri dari dosa, menekankan pentingnya menghindari apa pun yang dapat menyesatkan kita, bahkan jika harus mengorbankan bagian tubuh kita.
Foto Pastor Vikaris ex officio, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP**Homili** yang disampaikan oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, menyentuh beberapa poin penting:
1. **Kasih dan Perbuatan Baik**
Pastor Vitalis menekankan bahwa setiap perbuatan baik, betapapun kecilnya, seperti memberi secangkir air, memiliki makna yang dalam jika dilakukan dengan keikhlasan. Kita dipanggil untuk berbuat baik tanpa pamrih dan terus berkonsentrasi pada Tuhan. Dalam melayani umat, Pastor menyatakan bahwa kasih adalah dasar utama dalam pelayanannya.
2. **Memberikan Teladan**
Setiap orang dipanggil untuk menjadi teladan di mana pun mereka berada, baik di kantor, sekolah, maupun di rumah. Perbuatan kita akan berdampak pada orang lain, sehingga penting untuk menjaga diri dari tindakan yang dapat menyesatkan.
3. **Radikalitas Menghindari Dosa**
Yesus menunjukkan betapa seriusnya dosa, dengan mengajarkan agar kita menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dapat menyesatkan kita, bahkan jika itu berarti pengorbanan besar. Pastor Vitalis juga mengutip Paus Fransiskus yang menekankan agar tidak berdialog dengan setan, karena setan memiliki cara yang sangat halus untuk menggoda dan menyesatkan kita. Bahkan orang yang baik hati pun bisa jatuh dalam perangkap iblis jika tidak waspada.
4. **Memilih Kehidupan Kekal**
Pastor mengakhiri homilinya dengan penekanan pada pilihan untuk hidup kekal. Kita harus berani memotong dan meninggalkan segala sesuatu yang buruk dalam hidup kita, demi keselamatan kekal di surga.
Minggu ini, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang diajak untuk merenungkan panggilan untuk hidup dalam kasih, memberikan teladan yang baik, serta menjauhkan diri dari dosa dengan penuh kesadaran. Homili ini memberikan pesan yang kuat untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran, memprioritaskan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, dan tidak tergoda oleh hal-hal duniawi yang dapat menyesatkan. **Demikianlah sabda Tuhan, syukur kepada Allah.**
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**
**Tanggal: 29 September 2024**

0 comments:
Posting Komentar