Foto RP. Vitalis Nggeal, CP
Karya Allah Melewati Pemikiran Manusia: Merenungkan Kebijaksanaan Ilahi yang Tak Terbatas
Ketapang, 16 Juli 2025.Umat Katolik di seluruh dunia pada hari ini, Rabu 16 Juli 2025, merayakan Hari Rabu Biasa XV dengan Perayaan Fakultatif Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel, serta mengenang Santa Reinildis, Martir. Warna liturgi hari ini adalah hijau, melambangkan harapan dan pertumbuhan iman di tengah peziarahan hidup. Di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, renungan harian yang dibawakan oleh RP. Vitalis Nggeal, CP., mengajak seluruh umat untuk menimba kekuatan rohani melalui tema “Karya Allah Melewati Pemikiran Manusia.”
Dalam permenungannya, Pastor Vitalis menegaskan bahwa manusia kerap terjebak pada pemikiran logis dan rasional yang dibatasi oleh akal, teori, serta ilmu pengetahuan semata. Injil hari ini, Matius 11:25-27, menunjukkan bagaimana Yesus bersyukur kepada Bapa karena rahasia Kerajaan Allah justru dinyatakan kepada orang kecil, bukan kepada orang pandai dan bijak menurut dunia.
“Ada banyak diskusi bahkan perdebatan mengenai hal keagamaan dan iman yang disebabkan oleh pemikiran logis manusia,” ungkap Pastor Vitalis dalam renungan tertulisnya. Ia menjelaskan, manusia sering menuntut bukti, teori, dan penjelasan rasional sebelum percaya pada kebenaran iman. Namun, Allah bekerja melampaui nalar dan teori yang kita pahami.
Pastor Vitalis mencontohkan, tidak jarang manusia menghadapi kenyataan yang bertolak belakang dengan vonis ilmu pengetahuan, seperti ketika seorang pasien yang telah divonis tidak memiliki harapan hidup oleh dokter, ternyata sembuh secara total. Peristiwa semacam ini mengingatkan kita bahwa karya Allah tak pernah terbatasi oleh akal manusia.
“Bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu berpegang hanya pada logika dan ilmu yang kita punya? Ataukah kita percaya pada karya Tuhan yang ajaib?” tanyanya menantang hati para pembaca Katolik untuk merenung lebih dalam.
Yesus sendiri berkata dalam Injil hari ini, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Melalui sabda ini, kita diajak untuk menyadari bahwa rahasia keselamatan dan karya Allah hanya dapat dimengerti dalam kerendahan hati dan iman yang tulus, bukan sekadar melalui pengetahuan akademis atau kecerdasan logika.
Lebih jauh, Pastor Vitalis mengingatkan bahwa keajaiban dan misteri karya Allah bukan untuk diperdebatkan secara ilmiah, melainkan untuk diimani. Orang-orang kecil, yang hidupnya bersandar penuh pada Tuhan, menjadi tempat Allah menyatakan kasih dan karya-Nya yang besar. Mereka terbuka pada kehendak-Nya dan tidak menuntut penjelasan logis dari setiap rencana Ilahi yang terjadi.
Ia mengajak umat untuk menguji diri, apakah selama ini kita telah membiarkan Tuhan bekerja secara bebas dalam hidup kita, atau justru selalu menghalangi karya-Nya dengan banyaknya pertimbangan rasional dan keinginan pribadi. “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Injil hari ini menyatakan bahwa karya Allah itu justru tak nampak pada orang pandai yang hanya mengandalkan logika/otak. Mari kita percaya pada karyaNya,” tegas Pastor Vitalis.
Pada hari peringatan Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel ini, umat Katolik juga diundang untuk meneladani kerendahan hati Bunda Maria. Ia menerima karya Allah dalam hidupnya tanpa mempertanyakan dengan akal, melainkan berserah sepenuhnya kepada kehendak Bapa, walau tidak mudah untuk dipahami sebagai manusia biasa.
Dalam suasana liturgi hijau yang melambangkan harapan, renungan hari ini menegaskan bahwa iman yang hidup bertumbuh bukan karena teori melainkan karena relasi yang dekat dengan Tuhan. Percaya pada karya Allah berarti membuka hati agar kehendak-Nya dinyatakan dalam hidup kita, meski bertentangan dengan keinginan dan perhitungan manusiawi.
Akhirnya, Pastor Vitalis menutup renungannya dengan doa agar setiap umat semakin rendah hati, tidak terpaku hanya pada kecerdasan akal, tetapi membuka ruang bagi Allah untuk berkarya dalam hidup mereka. “Mari kita percaya bahwa kasih-Nya selalu melampaui pemikiran manusia. Dialah Sang Kebijaksanaan Sejati,” pungkasnya.
Dengan demikian, renungan hari ini menjadi undangan bagi seluruh umat Katolik untuk memandang setiap misteri hidup dengan mata iman, sebab di sanalah Allah menyatakan kehadiran dan kasih-Nya yang tak terbatas.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 16 Juli 2025

0 comments:
Posting Komentar