Refleksi Iman dan Pewartaan oleh Bapak Hendrikus Hendri, S.S., Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Ketapang dan Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Keuskupan Ketapang
Ketapang, 21 Mei 2026 .Gereja Katolik di seluruh dunia kembali memasuki masa penuh rahmat menjelang Hari Raya Pentakosta. Dalam suasana doa dan pengharapan tersebut, umat Katolik diajak untuk semakin membuka hati terhadap karya Roh Kudus yang senantiasa membimbing kehidupan Gereja. Salah satu bentuk pendalaman iman yang terus dihidupi oleh umat adalah melalui Novena Pentakosta yang diwarnai dengan doa, refleksi, dan permenungan mengenai Tujuh Karunia Roh Kudus.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S., Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Ketapang sekaligus Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Keuskupan Ketapang, menegaskan bahwa Tujuh Karunia Roh Kudus merupakan dasar penting dalam kehidupan iman umat Kristiani. Menurut beliau, karunia-karunia tersebut bukan hanya menjadi bahan pengajaran di dalam Gereja, tetapi juga menjadi kekuatan nyata yang membimbing umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam refleksinya, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa Roh Kudus adalah anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada Gereja. Kehadiran Roh Kudus tidak hanya dirasakan pada masa para rasul, tetapi juga terus bekerja hingga saat ini melalui kehidupan umat beriman. Roh Kudus memberi terang, kekuatan, penghiburan, dan keberanian kepada setiap orang yang percaya.
Beliau mengatakan bahwa dalam kehidupan modern saat ini, manusia menghadapi begitu banyak tantangan. Perkembangan zaman, kemajuan teknologi, arus informasi yang begitu cepat, serta berbagai persoalan sosial sering kali membuat manusia kehilangan arah dan pegangan hidup. Dalam situasi seperti itu, Tujuh Karunia Roh Kudus menjadi penuntun yang sangat penting agar umat tetap berjalan dalam terang Tuhan.
Menurut ajaran Gereja Katolik, Tujuh Karunia Roh Kudus terdiri atas Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan, dan Roh Takut akan Allah. Ketujuh karunia ini merupakan rahmat istimewa yang diberikan Allah agar umat mampu hidup sesuai kehendak-Nya.
Roh Hikmat Menuntun Umat Memahami Kehendak Allah
Karunia pertama adalah Roh Hikmat atau kebijaksanaan. Dalam penjelasannya, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menyampaikan bahwa Roh Hikmat membantu manusia untuk melihat segala sesuatu menurut cara pandang Allah. Hikmat tidak hanya berbicara mengenai kecerdasan intelektual, tetapi terutama tentang kemampuan memahami hidup dengan terang iman.
Beliau menuturkan bahwa banyak orang pada zaman sekarang memiliki pengetahuan tinggi, tetapi tidak sedikit pula yang kehilangan kebijaksanaan dalam bertindak. Hikmat sejati berasal dari Allah dan membantu manusia untuk menilai mana yang baik dan mana yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.
Roh Hikmat juga mengajarkan umat untuk mengutamakan nilai-nilai kasih, kejujuran, perdamaian, dan pengampunan. Dalam kehidupan keluarga, Roh Hikmat membantu suami dan istri untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam kehidupan sosial, Roh Hikmat menuntun masyarakat untuk hidup saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
Menurut beliau, umat Katolik perlu terus memohon Roh Hikmat agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan hati yang bijaksana. Hikmat membuat manusia tidak mudah terpengaruh oleh kebencian, fitnah, maupun ajaran yang menyesatkan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menambahkan bahwa dalam dunia pendidikan, Roh Hikmat sangat penting bagi para guru, pelajar, mahasiswa, dan orang tua. Pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan moral yang baik.
Beliau berharap agar generasi muda Katolik semakin menyadari pentingnya membangun hidup berdasarkan hikmat Tuhan. Dengan demikian, mereka tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang salah maupun berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.
Roh Pengertian Membuka Akal Budi Manusia
Karunia kedua adalah Roh Pengertian. Karunia ini membantu manusia untuk memahami misteri iman dan keagungan Allah. Menurut Bapak Hendrikus Hendri, S.S., Roh Pengertian membuat manusia semakin mencintai firman Tuhan dan memahami ajaran Gereja.
Beliau menjelaskan bahwa sering kali manusia membaca Kitab Suci hanya sebatas kata-kata, namun melalui Roh Pengertian, sabda Tuhan dapat menyentuh hati dan mengubah kehidupan seseorang. Roh Pengertian membantu umat untuk menghayati pesan Injil secara lebih mendalam.
Dalam kehidupan sehari-hari, Roh Pengertian menolong manusia untuk melihat makna di balik berbagai peristiwa hidup. Ketika menghadapi penderitaan, manusia belajar percaya bahwa Tuhan tetap hadir dan bekerja melalui setiap pengalaman hidup.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengatakan bahwa banyak umat yang mengalami penguatan iman setelah mampu memahami karya Tuhan dalam hidup mereka. Pengalaman hidup yang sulit sering kali justru menjadi jalan bagi seseorang untuk semakin dekat dengan Allah.
Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan iman sejak dini. Anak-anak perlu dibimbing agar mengenal Tuhan dengan baik. Orang tua memiliki peranan penting dalam menanamkan nilai-nilai Kristiani melalui teladan hidup sehari-hari.
Menurut beliau, keluarga adalah Gereja kecil yang menjadi tempat pertama bagi anak-anak belajar tentang kasih Allah. Karena itu, keluarga Katolik harus menjadi tempat yang penuh doa, kasih, dan pengampunan.
Roh Nasihat Membantu Mengambil Keputusan yang Benar
Karunia ketiga adalah Roh Nasihat. Karunia ini membantu manusia untuk mengambil keputusan yang benar dan sesuai kehendak Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang tidak mudah.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa Roh Nasihat menuntun manusia agar tidak bertindak berdasarkan emosi semata, tetapi mempertimbangkan segala sesuatu dengan bijaksana dan penuh doa.
Beliau menuturkan bahwa banyak persoalan dalam kehidupan terjadi karena manusia mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Oleh sebab itu, umat perlu membiasakan diri untuk berdoa dan memohon bimbingan Roh Kudus sebelum mengambil keputusan penting.
Roh Nasihat juga membantu para pemimpin agar mampu menjalankan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab. Dalam dunia pemerintahan, pendidikan, maupun pelayanan Gereja, keputusan yang benar sangat dibutuhkan demi kebaikan bersama.
Menurut beliau, para pemimpin Gereja harus menjadi teladan dalam hidup sederhana, penuh kasih, dan mengutamakan pelayanan. Kepemimpinan Kristiani bukan soal kekuasaan, melainkan tentang pengabdian.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menambahkan bahwa umat Katolik perlu berani memberi nasihat yang baik kepada sesama. Nasihat yang lahir dari kasih dapat membantu seseorang kembali ke jalan yang benar.
Beliau mengingatkan bahwa memberikan nasihat harus dilakukan dengan rendah hati dan penuh cinta kasih, bukan untuk menghakimi atau merendahkan orang lain.
Roh Keperkasaan Memberi Kekuatan dalam Iman
Karunia keempat adalah Roh Keperkasaan. Karunia ini memberi keberanian kepada umat untuk tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi tantangan dan penderitaan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa menjadi pengikut Kristus tidak selalu mudah. Ada banyak godaan, tantangan, bahkan penolakan yang harus dihadapi umat beriman.
Namun demikian, Roh Keperkasaan membantu umat agar tidak takut bersaksi tentang iman mereka. Roh Kudus memberi kekuatan kepada manusia untuk tetap setia kepada Tuhan.
Beliau mencontohkan kehidupan para martir Gereja yang rela menderita demi mempertahankan iman kepada Kristus. Kesaksian hidup mereka menjadi inspirasi bagi umat hingga saat ini.
Dalam kehidupan modern, tantangan iman dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti pengaruh gaya hidup materialistis, budaya individualisme, hingga sikap tidak peduli terhadap sesama.
Menurut beliau, Roh Keperkasaan sangat dibutuhkan agar umat tetap memiliki semangat melayani dan mengasihi. Karunia ini membantu manusia untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengatakan bahwa banyak keluarga saat ini menghadapi tekanan ekonomi dan berbagai persoalan sosial. Dalam situasi seperti itu, umat perlu percaya bahwa Tuhan selalu menyertai mereka.
Beliau mengajak umat untuk tetap rajin berdoa, mengikuti perayaan Ekaristi, dan membangun kehidupan rohani yang kuat. Dengan demikian, umat akan memiliki keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan.
Roh Pengenalan akan Allah Menjadikan Manusia Semakin Rendah Hati
Karunia kelima adalah Roh Pengenalan akan Allah. Karunia ini membantu manusia untuk semakin mengenal Allah dan memahami bahwa segala sesuatu di dunia bersifat sementara.
Menurut Bapak Hendrikus Hendri, S.S., manusia sering kali terlalu terikat pada harta, jabatan, dan berbagai kenikmatan duniawi. Akibatnya, banyak orang lupa bahwa tujuan utama hidup adalah keselamatan kekal bersama Allah.
Roh Pengenalan akan Allah membantu manusia untuk menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Dengan demikian, manusia belajar hidup sederhana, bersyukur, dan tidak sombong.
Beliau menegaskan bahwa pengenalan akan Allah bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga hubungan pribadi dengan Tuhan. Orang yang mengenal Allah akan berusaha hidup sesuai ajaran-Nya.
Dalam kehidupan sosial, Roh Pengenalan akan Allah membantu manusia untuk menghargai ciptaan Tuhan. Alam semesta merupakan anugerah yang harus dijaga dan dilestarikan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengajak umat untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup. Menurut beliau, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab iman.
Beliau juga mengingatkan bahwa manusia tidak boleh rakus dan merusak alam demi kepentingan pribadi. Sikap tersebut bertentangan dengan kehendak Allah.
Roh Kesalehan Mengajarkan Kasih dan Kepedulian
Karunia keenam adalah Roh Kesalehan. Karunia ini membantu manusia untuk memiliki hati yang lembut dan penuh kasih kepada Allah maupun sesama.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa kesalehan sejati bukan hanya tampak dalam doa dan ibadah, tetapi juga dalam tindakan nyata terhadap sesama.
Beliau menuturkan bahwa orang yang memiliki Roh Kesalehan akan mudah tergerak membantu mereka yang menderita. Ia tidak menutup mata terhadap kesusahan orang lain.
Dalam kehidupan masyarakat, Roh Kesalehan mendorong umat untuk membangun semangat gotong royong, solidaritas, dan persaudaraan.
Menurut beliau, dunia saat ini sangat membutuhkan kasih. Banyak konflik, kekerasan, dan perpecahan terjadi karena manusia kehilangan kasih terhadap sesama.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengajak umat Katolik untuk menjadi pembawa damai di tengah masyarakat. Umat harus menjadi terang dan garam dunia melalui sikap hidup yang penuh kasih.
Beliau juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap kaum miskin, orang sakit, lansia, dan mereka yang mengalami kesulitan hidup. Gereja dipanggil untuk hadir bagi semua orang tanpa membedakan latar belakang.
Menurut beliau, pelayanan kepada sesama merupakan bentuk nyata cinta kepada Tuhan. Iman yang hidup harus diwujudkan dalam tindakan kasih.
Roh Takut akan Allah Menuntun Manusia Menjauhi Dosa
Karunia ketujuh adalah Roh Takut akan Allah. Dalam ajaran Gereja Katolik, takut akan Allah bukan berarti takut karena hukuman, melainkan rasa hormat dan cinta yang mendalam kepada Tuhan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa Roh Takut akan Allah membantu manusia untuk menjauhi dosa dan hidup dalam kekudusan.
Beliau mengatakan bahwa manusia yang memiliki rasa hormat kepada Tuhan akan berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan. Ia tidak ingin menyakiti hati Allah melalui dosa.
Dalam kehidupan sehari-hari, Roh Takut akan Allah membantu umat untuk hidup jujur, rendah hati, dan bertanggung jawab.
Menurut beliau, berbagai persoalan sosial seperti korupsi, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan ketidakadilan sering terjadi karena manusia kehilangan rasa takut akan Allah.
Karena itu, umat perlu terus membangun kehidupan doa dan pertobatan agar hati mereka tetap dekat dengan Tuhan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengajak seluruh umat Katolik untuk menjadikan masa Novena Pentakosta sebagai kesempatan memperbarui iman dan membuka diri terhadap karya Roh Kudus.
Pentingnya Novena Pentakosta dalam Kehidupan Gereja
Dalam refleksinya, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga menyoroti pentingnya Novena Pentakosta bagi kehidupan umat Katolik. Novena ini merupakan tradisi doa selama sembilan hari menjelang Hari Raya Pentakosta.
Beliau menjelaskan bahwa Novena Pentakosta mengingatkan umat pada pengalaman para rasul yang berkumpul bersama Bunda Maria di ruang atas sambil berdoa menantikan turunnya Roh Kudus.
Melalui Novena Pentakosta, umat diajak untuk memperbarui kehidupan rohani, memperdalam iman, dan memohon karunia Roh Kudus.
Menurut beliau, doa novena bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengajak umat agar mengikuti Novena Pentakosta dengan penuh kesungguhan hati. Dengan doa yang tekun, umat akan semakin merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka.
Beliau juga berharap agar kegiatan doa bersama dapat mempererat persaudaraan umat di lingkungan, stasi, dan paroki.
Gereja Dipanggil Menjadi Tanda Kehadiran Roh Kudus
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menegaskan bahwa Gereja harus menjadi tanda nyata kehadiran Roh Kudus di tengah dunia.
Menurut beliau, Gereja tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga harus hadir menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Gereja dipanggil untuk membawa harapan bagi mereka yang mengalami penderitaan, kemiskinan, dan ketidakadilan.
Beliau mengatakan bahwa Roh Kudus memberi kekuatan kepada Gereja untuk terus mewartakan kasih Kristus.
Dalam konteks kehidupan masyarakat di Kabupaten Ketapang, beliau mengajak umat Katolik untuk aktif membangun kerukunan antarumat beragama.
Menurut beliau, persaudaraan dan toleransi merupakan nilai penting yang harus terus dijaga demi terciptanya kedamaian bersama.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menilai bahwa masyarakat Ketapang memiliki semangat kebersamaan yang baik. Karena itu, nilai-nilai persaudaraan perlu terus dipelihara agar kehidupan sosial tetap harmonis.
Beliau juga mengingatkan umat agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun informasi yang dapat memecah persatuan.
Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Iman
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menekankan pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan iman anak-anak.
Beliau mengatakan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi pendidikan iman. Anak-anak belajar tentang kasih, doa, dan pengampunan pertama kali dari orang tua.
Karena itu, orang tua perlu menjadi teladan hidup Kristiani bagi anak-anak mereka.
Menurut beliau, tantangan keluarga saat ini cukup besar. Pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi sering kali membuat komunikasi dalam keluarga menjadi berkurang.
Beliau mengajak keluarga Katolik untuk meluangkan waktu berdoa bersama dan membangun komunikasi yang baik.
Doa keluarga menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi berbagai persoalan hidup.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga mengingatkan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Anak-anak perlu diajarkan tentang kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kasih terhadap sesama.
Generasi Muda Katolik Harus Menjadi Terang Dunia
Dalam refleksinya, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. memberikan perhatian khusus kepada generasi muda Katolik.
Beliau mengatakan bahwa kaum muda adalah harapan Gereja dan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu dibimbing agar memiliki iman yang kuat dan karakter yang baik.
Menurut beliau, kaum muda saat ini menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pengaruh negatif media digital.
Namun demikian, beliau percaya bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengajak kaum muda Katolik untuk aktif dalam kegiatan Gereja dan pelayanan sosial.
Melalui keterlibatan dalam Gereja, kaum muda dapat mengembangkan bakat, memperdalam iman, dan membangun semangat pelayanan.
Beliau juga berharap agar generasi muda tidak malu menunjukkan identitas iman mereka di tengah masyarakat.
Menurut beliau, kaum muda Katolik harus menjadi teladan dalam hidup jujur, disiplin, dan penuh kasih.
Pentakosta Menghadirkan Harapan Baru
Hari Raya Pentakosta memiliki makna penting dalam kehidupan Gereja Katolik. Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul menjadi awal keberanian Gereja untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa Pentakosta mengajarkan umat untuk tidak hidup dalam ketakutan.
Roh Kudus memberi keberanian kepada para rasul untuk keluar dan mewartakan kabar sukacita.
Menurut beliau, semangat Pentakosta harus terus hidup dalam diri umat Katolik hingga saat ini.
Umat dipanggil untuk menjadi saksi Kristus melalui perkataan dan tindakan sehari-hari.
Beliau mengatakan bahwa dunia membutuhkan kesaksian hidup yang baik. Banyak orang dapat mengenal kasih Tuhan melalui tindakan nyata umat beriman.
Karena itu, umat Katolik harus menjadi pembawa damai, penghiburan, dan harapan bagi sesama.
Ajakan untuk Terus Berdoa kepada Roh Kudus
Di akhir refleksinya, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. mengajak seluruh umat Katolik untuk terus berdoa kepada Roh Kudus.
Beliau mengutip doa yang sangat dikenal dalam tradisi Gereja:
“Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu; utuslah Roh-Mu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.”
Menurut beliau, doa tersebut menjadi ungkapan kerinduan umat akan kehadiran Roh Kudus yang memperbarui kehidupan manusia.
Beliau berharap agar umat Katolik di Kabupaten Ketapang dan seluruh Keuskupan Ketapang semakin bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga mengajak umat untuk terus menjaga persatuan, membangun kehidupan doa, dan melayani sesama dengan tulus.
Beliau percaya bahwa dengan bimbingan Roh Kudus, Gereja akan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Gereja dan Tantangan Zaman Modern
Dalam perkembangan dunia modern yang semakin kompleks, Gereja Katolik menghadapi banyak tantangan baru yang membutuhkan kebijaksanaan dan keteguhan iman. Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menyampaikan bahwa perubahan sosial yang begitu cepat sering kali memengaruhi pola pikir dan gaya hidup masyarakat.
Menurut beliau, kemajuan teknologi sebenarnya merupakan anugerah yang dapat membantu kehidupan manusia. Namun, jika tidak digunakan dengan bijaksana, teknologi juga dapat membawa dampak negatif.
Beliau mencontohkan bagaimana media sosial dapat menjadi sarana pewartaan Injil sekaligus menjadi sumber perpecahan jika digunakan untuk menyebarkan kebencian dan informasi yang tidak benar.
Karena itu, umat Katolik perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dengan bijaksana.
Roh Hikmat dan Roh Pengertian sangat dibutuhkan agar umat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga mengingatkan bahwa umat perlu menjaga etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Beliau mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial sebagai sarana membangun persaudaraan, menyebarkan kebaikan, dan memberi inspirasi positif bagi sesama.
Peran Liturgi dalam Kehidupan Umat
Sebagai Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan Dewan Pastoral Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Keuskupan Ketapang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menilai bahwa liturgi memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan Gereja.
Liturgi bukan sekadar rangkaian upacara keagamaan, tetapi perjumpaan umat dengan Allah.
Menurut beliau, melalui liturgi umat mengalami kasih Tuhan secara nyata.
Perayaan Ekaristi menjadi sumber dan puncak kehidupan Kristiani karena di dalamnya umat menerima Tubuh dan Darah Kristus.
Beliau mengajak umat untuk mengikuti perayaan liturgi dengan penuh kesadaran dan iman.
Partisipasi aktif umat dalam liturgi menunjukkan cinta kepada Tuhan dan Gereja.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga berharap agar petugas liturgi menjalankan pelayanan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.
Pelayanan liturgi bukan tentang mencari penghargaan, tetapi tentang melayani Tuhan dan umat.
Pewartaan Injil Harus Menjangkau Semua Kalangan
Dalam bidang pewartaan, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menekankan pentingnya menghadirkan Injil secara relevan bagi kehidupan masyarakat masa kini.
Menurut beliau, pewartaan tidak hanya dilakukan oleh para imam atau petugas Gereja, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh umat beriman.
Setiap orang Katolik dipanggil untuk menjadi pewarta Injil melalui sikap hidup yang baik.
Beliau mengatakan bahwa pewartaan yang paling efektif adalah teladan hidup.
Orang yang hidup jujur, rendah hati, dan penuh kasih akan menjadi saksi nyata kehadiran Kristus.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga mengajak umat untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Melalui keterlibatan tersebut, Gereja dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi tanda kasih Allah bagi semua orang.
Kepedulian terhadap Pendidikan dan Moral Generasi Muda
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menaruh perhatian besar terhadap perkembangan moral generasi muda.
Beliau mengatakan bahwa pendidikan karakter sangat penting untuk membentuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Menurut beliau, generasi muda perlu dibekali dengan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan cinta kasih.
Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kemampuan akademik semata.
Anak-anak dan kaum muda perlu dibimbing agar memiliki iman yang kuat dan hati yang peduli terhadap sesama.
Dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan, peran keluarga dan Gereja menjadi sangat penting.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. berharap agar semua pihak dapat bekerja sama membangun generasi muda yang berintegritas dan takut akan Tuhan.
Semangat Pelayanan dalam Kehidupan Gereja
Pelayanan merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Kristiani.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menjelaskan bahwa Yesus Kristus sendiri telah memberikan teladan hidup sebagai pelayan.
Karena itu, setiap umat dipanggil untuk melayani dengan tulus dan rendah hati.
Beliau menegaskan bahwa pelayanan tidak selalu harus dilakukan dalam hal-hal besar.
Tindakan sederhana seperti membantu sesama, mendengarkan orang yang sedang mengalami kesulitan, dan memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan juga merupakan bentuk pelayanan.
Menurut beliau, Gereja akan semakin hidup jika umat memiliki semangat saling melayani.
Beliau juga mengingatkan agar pelayanan dilakukan dengan sukacita dan bukan karena paksaan.
Roh Kudus akan memberi kekuatan kepada setiap orang yang melayani dengan hati tulus.
Harapan bagi Umat Katolik di Kabupaten Ketapang
Di akhir pesannya, Bapak Hendrikus Hendri, S.S. menyampaikan harapan besar bagi umat Katolik di Kabupaten Ketapang.
Beliau berharap agar umat semakin bertumbuh dalam iman dan tetap setia kepada Kristus.
Menurut beliau, kehidupan Gereja akan semakin berkembang jika umat memiliki semangat persaudaraan dan kerja sama.
Beliau mengajak seluruh umat untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Perbedaan suku, budaya, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup dalam kasih dan damai.
Bapak Hendrikus Hendri, S.S. juga berharap agar umat terus mendukung kegiatan Gereja dan terlibat aktif dalam pelayanan.
Dengan keterlibatan semua pihak, Gereja akan semakin mampu menjalankan tugas pewartaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Beliau menutup refleksinya dengan ajakan agar seluruh umat terus membuka hati terhadap karya Roh Kudus.
“Marilah kita senantiasa memohon bimbingan Roh Kudus dalam setiap langkah kehidupan kita. Dengan pertolongan Tuhan, kita akan mampu menjadi pribadi yang penuh kasih, bijaksana, dan setia dalam iman,” ujar Bapak Hendrikus Hendri, S.S.
Suasana menjelang Hari Raya Pentakosta di Kabupaten Ketapang pun diharapkan menjadi momentum rohani yang membawa pembaruan bagi seluruh umat Katolik.
Melalui doa, refleksi, dan penghayatan Tujuh Karunia Roh Kudus, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Ketapang, 20 Mei 2026
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 21 Mei 2026
.png)
0 comments:
Posting Komentar