**Mgr. Pius Riana Prapdi: Pelajaran Berserah dari Ayub di Hari Senin Biasa XXVI**


                               Foto. Tangkapan Layar  Instagram.Mgr. Pius Riana Prapdi 

**Ketapang, 30 September 2024****Mgr. Pius Riana Prapdi: Pelajaran Berserah dari Ayub di Hari Senin Biasa XXVI**

Dalam suasana reflektif pada Hari Senin Biasa XXVI, Uskup Keuskupan Ketapang, **Mgr. Pius Riana Prapdi**, membagikan renungan yang mendalam melalui akun Instagram pribadinya. Renungan ini diambil dari Kitab Ayub 1:21 yang berbunyi, *"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!"*.

Ayat ini membawa kita pada kisah Ayub, seorang hamba Tuhan yang luar biasa dalam kesetiaan dan ketaatannya meski harus menghadapi penderitaan yang berat. Mgr. Pius menggunakan contoh hidup Ayub sebagai bahan refleksi untuk umatnya agar belajar berserah dalam menghadapi tantangan hidup. "Tuhan, ajarilah kami berserah seperti Ayub. Amin," tulisnya sebagai doa yang menyentuh banyak hati.

 Pengorbanan dan Berserah Diri dalam Iman

Mgr. Pius, yang sering memberikan pesan-pesan rohani melalui media sosial, kali ini menekankan pentingnya ketulusan hati dalam menghadapi segala sesuatu yang diizinkan oleh Tuhan terjadi dalam hidup kita. Seperti Ayub yang menerima segala pemberian dan pengambilan oleh Tuhan dengan iman yang kuat, Mgr. Pius mengajak umat Katolik di Keuskupan Ketapang untuk memiliki sikap yang sama. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada situasi di luar kendali kita — baik itu kehilangan, kesedihan, atau penderitaan lainnya — dan dalam momen-momen inilah, menurut Mgr. Pius, kita dipanggil untuk berserah.

Berserah, dalam perspektif iman Kristiani, bukanlah sikap menyerah, melainkan bentuk kepercayaan penuh kepada Tuhan, yakin bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan tetap memegang kendali atas hidup kita. Seperti Ayub yang tidak menggugat Tuhan atas penderitaan yang menimpanya, Mgr. Pius mengajak umat untuk menerima segala hal dengan hati yang ikhlas dan penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Pantai Air Mata: Tempat Renungan dan Kedamaian

Selain merenungkan kisah Ayub, Mgr. Pius juga mengunggah sebuah foto pemandangan dari Pantai Air Mata, salah satu lokasi di Keuskupan Ketapang yang sering kali dijadikan tempat perenungan dan berdoa bagi banyak umat. Pantai ini memiliki keindahan alam yang menenangkan, menjadi tempat ideal bagi banyak orang untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sepanjang bulan September 2024 ini, Mgr. Pius telah beberapa kali mengunjungi Pantai Air Mata untuk menghabiskan waktu dalam doa pribadi.

Pantai Air Mata, yang terletak di bagian pesisir Ketapang, adalah salah satu simbol spiritualitas bagi umat di Keuskupan ini. Keheningan yang ditawarkan oleh alam seolah menjadi undangan untuk umat agar datang dan merenung. Pada saat-saat seperti inilah, umat diajak untuk meneladani Ayub yang mampu tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi ujian berat dalam hidupnya.

Dukungan Penuh Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Pesan ini pun disambut dengan penuh antusias oleh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Sebagai bagian dari Keuskupan Ketapang, umat di paroki ini merasa terinspirasi oleh sikap berserah yang dicontohkan Ayub dan diperkuat melalui pesan dari Mgr. Pius. Tim Komsos Paroki Santo Agustinus turut menyebarluaskan renungan ini kepada umat, menekankan bahwa sikap berserah bukanlah tanda kelemahan, tetapi kekuatan dalam iman.

Tim Komsos juga mencatat bahwa dalam masa-masa sulit yang mungkin dihadapi oleh sebagian besar umat saat ini, termasuk tantangan ekonomi, kesehatan, dan hubungan sosial, pesan berserah ini sangat relevan dan memberi kekuatan bagi mereka yang merasa terpuruk. "Kami berdoa semoga setiap umat mampu memiliki sikap hati yang kuat seperti Ayub, berserah penuh kepada Tuhan dalam segala situasi hidup," ungkap salah satu anggota Tim Komsos.

 Doa Bersama dan Solidaritas Umat

Mgr. Pius tidak hanya mengajak umat untuk merenung sendiri, tetapi juga untuk memperkuat solidaritas di antara sesama umat. Melalui berbagai kesempatan, beliau terus mendorong umat untuk saling mendukung, terutama di saat-saat penuh tantangan. Dalam semangat kebersamaan, umat diajak untuk tidak hanya berdoa bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar yang membutuhkan dukungan moral dan spiritual.

Sebagai bagian dari gereja lokal, umat di Keuskupan Ketapang diharapkan dapat terus saling menguatkan dan membantu satu sama lain dalam iman. Mgr. Pius sering kali menekankan pentingnya komunitas yang peduli dan berbelarasa, karena melalui kebersamaan, umat dapat menghadapi setiap cobaan hidup dengan lebih mudah. Umat Paroki Santo Agustinus, melalui berbagai kegiatan seperti doa bersama dan karya sosial, terus memperkuat nilai-nilai solidaritas ini.

Penutup

Pesan renungan dari **Mgr. Pius Riana Prapdi** pada Hari Senin Biasa XXVI ini merupakan pengingat penting bagi seluruh umat di Keuskupan Ketapang untuk tetap kuat dan berserah dalam iman, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Ayub. Di tengah segala tantangan hidup, iman yang teguh dan kepercayaan penuh kepada Tuhan adalah kunci untuk menghadapi setiap cobaan dengan hati yang damai.

**Tuhan, ajarilah kami berserah seperti Ayub. Amin.**


**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**  

**Tanggal: 30 September 2024**

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar