MISA SYUKUR 34 TAHUN PERNIKAHAN Bapak.ANTONIUS SUPARNO & Ibu.MARIA SUHARYATI SERTA ULANG TAHUN KE-59 Ibu.MARIA SUHARYATI

 

Foto RP. Vitalis Nggeal, CP.Pimpin Misa

RP.Vitalis Nggeal, CP. Ajak Umat Meneladani Doa Tobias dan Sara dalam Membangun Keluarga Kristiani yang Kokoh

Ketapang, 2 Juni 2026.Suasana penuh syukur, sukacita, dan kebersamaan mewarnai perayaan Misa Syukur Ulang Tahun Pernikahan ke-34 pasangan Bapak Antonius Suparno dan Ibu Maria Suharyati sekaligus perayaan ulang tahun ke-59 Ibu Maria Suharyati yang diselenggarakan pada Selasa, 2 Juni 2026, pukul 18.30 WIB di kediaman keluarga Bapak Antonius Suparno dan Ibu Maria Suharyati di Jalan Kapten Pierre Tendean, Ketapang.

Perayaan syukur tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam perayaan ini umat Lingkungan Santa Lusia, keluarga besar, kerabat, sahabat, serta undangan dari beberapa lingkungan di wilayah Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang.





Misa syukur dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, C.P., yang dalam homilinya mengajak seluruh umat untuk meneladani kehidupan keluarga Tobias dan Sara sebagaimana dikisahkan dalam Kitab Tobias. Menurut beliau, keluarga yang bertumbuh dan kuat adalah keluarga yang hidup dalam doa serta senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Sejak sore hari, para tamu mulai berdatangan. Mereka disambut hangat oleh keluarga yang berbahagia. Rumah keluarga Bapak Antonius Suparno dan Ibu Maria Suharyati telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para tamu. Nuansa kebersamaan dan persaudaraan tampak begitu kental ketika umat dari berbagai lingkungan hadir untuk bersama-sama mengucap syukur kepada Tuhan.

Perayaan Ekaristi diawali dengan lagu pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Sutarti Rahayu. Dengan penuh semangat dan penghayatan, umat mengikuti setiap bagian perayaan liturgi. Kehadiran koor sederhana namun penuh penghayatan membantu umat memasuki suasana doa yang mendalam.

Dalam tugas pelayanan liturgi, Bapak Firdaus bertugas sebagai lektor yang membawakan bacaan pertama dengan penuh penghayatan. Sementara itu, mazmur tanggapan dibawakan oleh Ibu Efriana Pipin yang membantu umat merenungkan sabda Tuhan yang telah didengarkan.

Sejak awal perayaan, suasana khidmat begitu terasa. Umat yang hadir mengikuti setiap rangkaian ibadat dengan penuh perhatian. Mereka datang bukan hanya untuk merayakan perjalanan panjang hidup berkeluarga pasangan Antonius Suparno dan Maria Suharyati, tetapi juga untuk memohon berkat Tuhan bagi keluarga-keluarga Kristiani yang ada di lingkungan masing-masing.

Dalam pengantar misa, RP. Vitalis Nggeal, C.P. mengungkapkan rasa syukur atas anugerah Tuhan yang telah menyertai perjalanan hidup keluarga Bapak Antonius Suparno dan Ibu Maria Suharyati selama tiga puluh empat tahun. Beliau menegaskan bahwa usia pernikahan yang panjang bukanlah sesuatu yang mudah dicapai tanpa penyertaan rahmat Tuhan.

Menurut beliau, perjalanan rumah tangga selama puluhan tahun tentu telah diwarnai berbagai suka dan duka. Ada masa-masa penuh kebahagiaan, tetapi ada pula saat-saat yang penuh tantangan. Namun melalui semua pengalaman itu, pasangan suami istri diajak untuk semakin mengenal kasih Tuhan yang selalu menyertai.

Pada bagian homili, RP. Vitalis Nggeal, C.P. secara khusus mengangkat kisah Tobias dan Sara yang menjadi inspirasi bagi kehidupan keluarga Kristiani. Beliau menjelaskan bahwa sebelum memulai hidup bersama sebagai suami dan istri, Tobias mengajak Sara untuk berdoa.

Beliau kemudian mengutip doa Tobias yang terdapat dalam Kitab Tobias. Dalam doa tersebut, Tobias memuji Allah yang telah menciptakan manusia dan memberikan pasangan hidup sebagai penolong yang sepadan. Tobias juga menegaskan bahwa ia mengambil Sara sebagai istri bukan karena dorongan hawa nafsu, melainkan dengan ketulusan hati serta keinginan untuk menjalani kehidupan sesuai kehendak Allah.

Menurut RP. Vitalis Nggeal, C.P., doa Tobias dan Sara merupakan salah satu doa keluarga yang sangat penting dalam tradisi Gereja hingga saat ini. Doa tersebut bukan hasil karangan manusia ataupun ciptaan Gereja pada zaman modern, melainkan berasal langsung dari Kitab Suci.

“Doa Tobias dan Sara ini dipakai Gereja sampai hari ini. Ini bukan sesuatu yang dikarang Gereja, tetapi sungguh bersumber dari Alkitab. Karena itu, doa ini menjadi dasar yang kuat bagi keluarga-keluarga Kristiani,” ungkap RP. Vitalis Nggeal, C.P.

Beliau menegaskan bahwa keluarga yang bertumbuh dan kuat adalah pasangan yang berdoa bersama. Ketika suami dan istri membangun kebiasaan doa dalam rumah tangga, mereka sedang membangun pondasi rohani yang kokoh bagi keluarga mereka.

“Keluarga yang bertumbuh dan kuat adalah pasangan yang berdoa. Dalam doa, kita memohon belas kasih Tuhan. Dalam doa, kita menyerahkan seluruh kehidupan keluarga kita kepada Tuhan,” tutur beliau.

Lebih lanjut, RP. Vitalis Nggeal, C.P. mengajak seluruh umat yang hadir untuk belajar dari keteladanan Tobias dan Sara. Sebelum memulai kehidupan rumah tangga, mereka terlebih dahulu menyerahkan diri kepada Allah. Sikap inilah yang perlu diteladani oleh keluarga-keluarga Kristiani pada zaman sekarang.

Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan kehidupan keluarga dewasa ini semakin berat. Berbagai persoalan ekonomi, pendidikan anak, kesehatan, pekerjaan, hingga perkembangan teknologi sering kali menjadi sumber tekanan dalam kehidupan rumah tangga.

Karena itu, keluarga perlu memiliki pegangan yang kuat. Pegangan tersebut adalah iman kepada Tuhan yang diwujudkan melalui kebiasaan berdoa bersama.

Secara khusus, RP. Vitalis Nggeal, C.P. menyampaikan pesan kepada Bapak Antonius Suparno dan Ibu Maria Suharyati agar terus memelihara kehidupan doa dalam keluarga.

“Semoga Ibu dan Pak Parno selalu berdoa setiap memulai kegiatan dan pada saat akan tidur. Tetap mengandalkan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup keluarga,” pesan beliau.

Beliau juga mengajak seluruh umat untuk mempersembahkan keluarga masing-masing kepada Tuhan. Suami, istri, anak-anak, cucu, dan seluruh anggota keluarga hendaknya senantiasa didoakan agar tetap berada dalam lindungan Tuhan.

“Kita persembahkan keluarga kita kepada Tuhan. Kita serahkan suami, istri, anak-anak, dan seluruh keluarga kita kepada Tuhan. Dalam doa keluarga, kita tetap terjaga dan dipelihara oleh kasih Tuhan,” lanjut beliau.

Pesan homili tersebut mendapat perhatian serius dari umat yang hadir. Banyak umat tampak menganggukkan kepala sebagai tanda persetujuan terhadap pesan yang disampaikan.

Bagi keluarga Antonius Suparno dan Maria Suharyati, homili tersebut menjadi pengingat akan perjalanan panjang hidup berumah tangga yang telah mereka jalani selama tiga puluh empat tahun. Selama lebih dari tiga dekade, mereka telah mengalami berbagai peristiwa kehidupan yang membentuk keluarga mereka hingga saat ini.

Perayaan syukur ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali berbagai rahmat Tuhan yang telah diterima. Setiap tahun kehidupan, setiap pengalaman suka maupun duka, semuanya menjadi bagian dari karya kasih Tuhan yang nyata dalam kehidupan keluarga mereka.

Selain merayakan ulang tahun pernikahan ke-34, keluarga juga bersyukur atas pertambahan usia Ibu Maria Suharyati yang genap berusia 59 tahun. Pertambahan usia tersebut disambut dengan penuh syukur karena merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri.

Setelah perayaan Ekaristi selesai, acara dilanjutkan dengan doa makan yang dipimpin oleh Bapak Stepanus Kauti. Dalam doa tersebut dipanjatkan rasa syukur atas berkat Tuhan yang melimpah serta permohonan agar seluruh keluarga yang hadir senantiasa diberkati dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya para tamu menikmati ramah tamah dalam suasana penuh persaudaraan. Berbagai hidangan yang telah dipersiapkan keluarga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan antarumat.

Malam syukur tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehidupan menggereja tidak hanya berlangsung di dalam gedung gereja, tetapi juga tumbuh dan berkembang dalam keluarga-keluarga Kristiani yang hidup dalam iman, harapan, dan kasih.

Melalui perayaan ini, umat Lingkungan Santa Lusia kembali diingatkan akan pentingnya membangun keluarga yang berakar pada doa. Sebab keluarga yang berdoa bersama akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Semoga keluarga Bapak Antonius Suparno dan Ibu Maria Suharyati senantiasa diberkati Tuhan, dikaruniai kesehatan, kebahagiaan, serta umur panjang. Semoga teladan kesetiaan mereka selama tiga puluh empat tahun membangun rumah tangga dapat menginspirasi keluarga-keluarga Kristiani lainnya untuk tetap setia kepada Tuhan dan kepada pasangan hidup yang telah dianugerahkan-Nya.

Amin.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 2 Juni 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar