**Peresmian dan Pemberkatan Gereja Stasi St. Paulus Rasul Sumber Periangan: Tonggak Sejarah Baru bagi Umat Katolik**

        Foto Bapak.Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi.Pimpin Misa

**Ketapang, 26 September 2024** – Kamis, 26 September 2024, menjadi hari yang istimewa bagi umat Katolik di Stasi St. Paulus Rasul, Sumber Periangan. Setelah melalui perjalanan panjang, baik dalam doa maupun usaha gotong royong umat, Gereja Stasi St. Paulus Rasul akhirnya diresmikan dan diberkati dalam sebuah misa yang penuh khidmat dan sukacita. Gereja baru ini menjadi tonggak sejarah bagi umat setempat, menghadirkan tempat yang layak dan sakral untuk beribadah serta memperdalam iman Katolik.

Perayaan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB, dengan umat Katolik dari berbagai wilayah sekitar hadir memenuhi gereja untuk mengikuti **Misa Pemberkatan** yang dipimpin langsung oleh **Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi**. Dalam perayaan Ekaristi yang penuh hikmat ini, Uskup Pius menyampaikan rasa syukurnya atas kerja keras dan dedikasi umat yang telah berkontribusi dalam pembangunan gereja ini. Beliau juga mengingatkan bahwa gereja bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan rumah Tuhan, tempat perjumpaan antara manusia dengan Tuhan. "Gereja adalah tempat di mana kita semua datang untuk memperbarui iman dan mendapatkan kekuatan dari Tuhan," ujar Uskup Pius dalam homilinya.

Selain Uskup Pius, perayaan ini juga dihadiri oleh Pastor Paroki Santo Petrus Rasul Nanga Tayap, RD. Mardianus Indra, yang turut mendampingi dalam misa pemberkatan. Pastor Mardianus, yang sebelumnya terlibat dalam pelayanan bagi umat Stasi St. Paulus Rasul, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. Beliau menegaskan bahwa gereja ini adalah hasil dari doa dan kerja keras seluruh umat, yang tidak hanya menyatukan tenaga, tetapi juga hati dan jiwa mereka untuk melayani Tuhan.

Hadir pula dalam acara ini Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus, Paya Kumang, Bapak Jeno Leo, sebagai tamu undangan kehormatan. Bapak Jeno Leo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada umat Stasi St. Paulus Rasul atas keberhasilan mereka mewujudkan impian untuk memiliki gereja sendiri. Ia juga mengajak umat untuk terus menjaga kekompakan, kebersamaan, dan semangat pelayanan, karena gereja ini bukan hanya milik pribadi, tetapi milik seluruh umat. 







Acara ini juga dihadiri oleh berbagai perwakilan umat dari Paroki Santo Agustinus Paya Kumang serta stasi-stasi lainnya. Kehadiran umat dari berbagai wilayah memperlihatkan solidaritas dan kebersamaan yang kuat di antara umat Katolik di Keuskupan Ketapang. Momen ini menjadi wujud nyata dari persatuan gereja, di mana umat saling mendukung satu sama lain dalam semangat kasih dan iman.

Setelah misa pemberkatan, dilaksanakan ritual pemberkatan gedung gereja oleh Uskup Pius, di mana beliau memerciki air suci ke seluruh sudut bangunan, dari altar hingga kursi-kursi umat. Ritual ini diiringi dengan lantunan doa dan nyanyian rohani yang penuh kekhusyukan, menciptakan suasana yang sangat sakral dan menyentuh hati umat yang hadir. Air suci yang dipercikkan melambangkan penyucian dan berkat Tuhan yang mengalir ke dalam gereja, menjadikannya tempat kudus yang layak untuk peribadatan.

Setelah pemberkatan gereja, umat bersama-sama menyanyikan lagu-lagu pujian, dipimpin oleh kelompok paduan suara stasi yang telah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk acara ini. Suara harmonis dari paduan suara menambah kekhidmatan suasana dan membawa umat semakin dekat kepada Tuhan dalam doa dan pujian. Umat tampak begitu larut dalam suasana syukur, menyadari bahwa momen ini adalah buah dari kerja keras dan ketekunan mereka dalam pelayanan dan iman.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah di halaman gereja, di mana umat dapat saling berbagi sukacita atas peresmian gereja baru ini. Di sela-sela acara, terlihat umat dari berbagai wilayah saling berbincang, bertukar cerita, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka turut terlibat dalam pembangunan gereja. Ada rasa kebanggaan yang terpancar di wajah setiap orang, karena mereka tahu bahwa gereja ini adalah hasil dari kebersamaan mereka selama bertahun-tahun.

Bapak Jeno Leo juga menyampaikan bahwa gereja ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi adalah simbol kekuatan iman umat. Beliau berharap bahwa gereja Stasi St. Paulus Rasul ini akan terus menjadi pusat kehidupan rohani, di mana umat dapat berkumpul untuk berdoa, merayakan Ekaristi, dan memperdalam hubungan dengan Tuhan serta sesama.

Peresmian gereja ini juga mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat di Sumber Periangan. Gereja baru ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Katolik, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang dapat berkontribusi dalam kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan adanya gereja ini, umat Stasi St. Paulus Rasul kini memiliki tempat yang representatif untuk melaksanakan berbagai kegiatan rohani dan pelayanan, baik untuk keperluan ibadah maupun pengembangan komunitas.

Di akhir acara, Uskup Pius Riana Prapdi memberikan berkat penutup bagi seluruh umat yang hadir, mendoakan agar gereja ini menjadi tempat yang diberkati Tuhan, membawa damai dan sukacita bagi semua yang datang untuk beribadah. "Semoga gereja ini menjadi tempat di mana setiap umat dapat menemukan penghiburan, kekuatan, dan harapan dalam Tuhan," tutup Uskup Pius dalam doa penutupnya.

Acara peresmian dan pemberkatan gereja ini menandai awal baru bagi umat Stasi St. Paulus Rasul, Sumber Periangan. Semoga dengan berdirinya gereja ini, umat semakin teguh dalam iman, penuh semangat dalam pelayanan, dan semakin erat dalam persaudaraan di dalam Kristus.


**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**  

**Tanggal: 26 September 2024**

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar