*Ketapang, 26 Oktober 2024* – Sebuah peristiwa penuh makna berlangsung di Gereja Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang, saat Keuskupan Ketapang menyelenggarakan Misa penutupan retret khusus bagi para imam pada Jumat, 25 Oktober 2024. Misa ini menjadi puncak dari rangkaian retret yang telah dilaksanakan sejak 22 Oktober dan dihadiri oleh para imam, diakon, serta frater yang berkarya di seluruh wilayah Keuskupan Ketapang. Dengan penuh rasa syukur dan kedamaian, Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Ketapang, memimpin Misa ini serta menginspirasi para peserta untuk menghayati pesan dari surat Efesus 4:2: *“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”*
Dalam homilinya, Mgr. Pius menekankan bahwa retret ini adalah saat yang penting bagi setiap imam, diakon, dan frater untuk kembali merefleksikan panggilan mereka, memperbaharui komitmen melayani, serta menjadi teladan dalam kasih dan kesabaran bagi seluruh umat. “Semoga kita semua dapat melayani dengan penuh kasih, seperti yang diajarkan Kristus kepada kita. Melalui kasih inilah kita dipanggil untuk mewujudkan kesucian hidup dan kesehatan jiwa raga yang tulus,” ungkap Mgr. Pius dalam homilinya, yang disambut dengan kekhidmatan oleh para peserta.
Retret kali ini mengusung tema yang mendalam, yaitu *“Menjadi Imam yang Suci, Sehat, dan Sukacita.”* Tema ini tidak hanya mengajak para imam untuk menekankan pentingnya kesehatan rohani dan fisik, namun juga menyentuh aspek kebahagiaan dan sukacita dalam menjalani panggilan pastoral. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiam diri, merenungkan perjalanan iman mereka, serta berdialog dengan sesama imam, diakon, dan frater. Kehadiran Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus, sebagai fasilitator dalam sesi-sesi retret menambah kekhususan kegiatan ini, di mana beliau menginspirasi para peserta melalui refleksi dan pengajaran tentang pentingnya sukacita dan pengabdian yang tulus dalam pelayanan.
Mgr. Pius, melalui akun Instagram pribadinya, turut berbagi momen-momen penuh kebersamaan ini. Dalam unggahannya, beliau menyampaikan harapannya agar retret ini menjadi kesempatan yang memperbaharui tekad para imam, diakon, dan frater dalam melayani dengan tulus dan rendah hati. “Kita semua di sini untuk saling menguatkan, saling mendukung, dan menumbuhkan sukacita sejati dalam panggilan kita,” tulisnya. Mgr. Pius juga berdoa agar para peserta dapat terus menyalurkan kasih Kristus dalam setiap langkah pelayanan yang mereka jalani.
Penutupan retret ini tidak hanya menjadi akhir dari sebuah kegiatan, melainkan juga sebuah awal baru bagi para imam dan frater untuk kembali ke tengah umat dengan semangat yang lebih segar dan komitmen yang lebih mendalam. Dalam kesempatan tersebut, para imam mempersembahkan doa khusus untuk kesehatan dan kekuatan dalam melayani umat, serta memohon agar mereka senantiasa diberkati dalam panggilan mereka.
Dengan penutupan retret ini, Keuskupan Ketapang berharap agar para imam, diakon, dan frater dapat membawa pulang semangat kasih yang baru untuk terus berkarya dan menjadi teladan bagi umat. Semangat kebersamaan, kesehatan spiritual, serta komitmen dalam pelayanan yang diperbarui ini diharapkan akan membawa perubahan yang positif bagi kehidupan pastoral di wilayah Keuskupan Ketapang dan sekitarnya.
**Sumber: Tangkapan Layar Akun Instagram Pribadi Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi**
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**
**Tanggal: 25 Oktober 2024**





.jpg)

0 comments:
Posting Komentar