**Ketapang, 13 November 2024** — Dalam suasana hening dan penuh kesakralan, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.Keuskupan Ketapang. berkumpul untuk mengikuti Misa Arwah 40 hari mengenang Almarhum Bapak Paskalis Duli, ayah dari Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP), Bapak Leo Jeno, periode 2024-2027. Misa yang berlangsung pada Rabu malam, pukul 18.30 WIB, ini dipimpin oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, seorang pastor yang dikenal akan kedalaman homilinya dalam memberikan penghiburan bagi keluarga yang berduka.
FotoAcara ini berlangsung di kediaman Bapak Leo Jeno dan
dihadiri oleh berbagai anggota Dewan Pastoral Paroki, termasuk Ketua II,
Andreas Didik Eko Purwantoro; Sekretaris I, Elisabet Susana; dan Bendahara I,
Fransiskus Xaverius Krisna Murti. Dalam misa arwah ini, keluarga besar Paroki
Santo Agustinus Paya Kumang, termasuk umat dari lingkungan Sta Lusia, datang
untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum serta memberikan dukungan
dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan. Mertua dari Ibu Sutarti
Rahayu, Ketua Lingkungan Sta Lusia, almarhum adalah sosok yang dihormati, dan
kehadiran para umat semakin menguatkan ikatan kekeluargaan dan kasih di antara
mereka.
**Liturgi dan Doa untuk
Almarhum**
Misa arwah ini diawali dengan nyanyian pembuka dan doa
yang dipimpin oleh Pastor Aris. Ibu Suharyati turut melantunkan mazmur dengan
khidmat, sementara doa pengantar dan doa makan dibawakan oleh Bapak Daduanto.
Tim musik liturgi yang dipimpin oleh Maria Theresia Budi Supri Handini bersama
koor memperindah suasana dengan nyanyian-nyanyian penghiburan. Penghayatan umat
begitu terasa di sepanjang misa, dengan berbagai komunitas hadir, termasuk
Ketua Bidang Persekutuan dan Tata Organisasi, Yohanes Sigit Kurnianto; serta
anggota dari tim lektor dan mazmur, Fransiska Romana Sri Wijati, dan tim hubungan
antaragama Melanius Momang.
**Refleksi Homili:
Hidup, Kematian, dan Iman**
Dalam homilinya, Pastor Aris memberikan renungan yang mendalam
mengenai makna kehidupan dan kematian. Ia mengawali dengan sebuah pertanyaan
yang sering muncul di hati umat, “Apakah hidup ini hanya berjalan menuju
kematian?” Dengan lembut namun tegas, ia menyampaikan bahwa hidup memang
mengarah pada kematian, namun kematian bukanlah akhir dari segalanya.
“Hidup adalah sebuah perjuangan,” ujar Pastor Aris, “tetapi kematian adalah bagian dari rencana ilahi yang membawa kita pada kelahiran kembali bersama Kristus.” Ia menjelaskan, saat kita dibaptis, kita dilahirkan kembali dalam Kristus dan kehidupan baru dimulai. Kemudian, Pastor Aris menekankan bahwa iman adalah landasan yang memungkinkan kita menghadapi kematian dengan keberanian dan kepercayaan kepada Allah. “Yesus mengajak kita untuk percaya bahwa kematian bukanlah akhir, tetapi langkah menuju hidup yang kekal. Ketika kita mengarahkan hidup kita kepada-Nya, kita menyatu dalam kemuliaan dan kasih-Nya.”
Pastor Aris juga mengajak umat untuk mengatasi
keterikatan pada hal-hal duniawi yang seringkali menjadi batu sandungan dalam
perjalanan iman. “Harta benda, keluarga, atau ambisi pribadi seringkali menjadi
prioritas utama, padahal kita dipanggil untuk melepaskan keterikatan tersebut
dan menumbuhkan iman,” tuturnya. “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan
kehilangan nyawanya,” ujar Pastor Aris, mengutip ayat Injil Matius 10:39, “dan
barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.”
**Penutup dan
Kebersamaan Umat**
Setelah misa, umat berkumpul bersama dalam sebuah acara
sederhana yang penuh keakraban. Doa makan dipanjatkan dengan penuh syukur
sebagai bentuk rasa kebersamaan umat Paroki. Hadir pula beberapa ketua
lingkungan dari berbagai wilayah paroki, seperti Ketua Lingkungan St. Simon,
Raymundus Gigit Budi Supriharto, dan Ketua Lingkungan St. Gabriel Possenti,
Florentinus Dwi Hartanto. Misa arwah ini memperlihatkan bahwa umat Paroki Santo
Agustinus Paya Kumang memiliki ikatan yang kuat, saling mendukung satu sama lain
dalam suka maupun duka.
Semangat perayaan misa arwah ini menjadi cerminan dari
ajaran Kristus yang mengajarkan umat-Nya untuk hidup dengan penuh cinta kasih
dan dukungan terhadap sesama. Di tengah kepergian yang membawa duka, perayaan
misa ini menjadi momen refleksi akan makna hidup, kebersamaan, dan pentingnya
iman dalam menghadapi setiap situasi hidup.
Semoga almarhum Bapak Paskalis Duli mendapat tempat yang
tenang di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan
penghiburan. Tuhan memberkati.
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**
**Tanggal: 13 November 2024**



.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
0 comments:
Posting Komentar