Menuju Kanonisasi: Pier Giorgio Frassati, Sahabat Kaum Muda dan Orang Biasa
Siapakah Pier Giorgio Frassati?
Pier Giorgio Frassati lahir pada 1901 di Italia dan wafat pada 1925 dalam usia 24 tahun, ketika tengah melayani orang-orang sakit dan miskin di lingkungannya. Sosoknya dijuluki Santo Yohanes Paulus II sebagai “Manusia Sabda Bahagia” (Man of the Beatitudes) karena hidupnya sungguh mencerminkan Sabda Bahagia (Mat 5:3-10): ia membawa sukacita bagi mereka yang miskin, sakit, dan menderita; hatinya bersih, menjadi pembawa damai, dan bahkan mengalami penganiayaan demi Injil.
Ia dikenang sebagai pelindung kaum muda, mahasiswa, atlet, serta orang-orang biasa. Paus Fransiskus sendiri menempatkan Frassati dalam daftar dua belas santo teladan bagi kaum muda dalam dokumen Christus Vivit, seraya menegaskan bahwa Frassati adalah pemuda dengan sukacita sejati, yang mengalahkan banyak kesulitan hidupnya.
Kehidupan yang Menginspirasi
Frassati menjalani hidup sebagai mahasiswa teknik, aktif dalam kelompok pemuda Katolik, pecinta alam dan pendaki gunung, serta dikenal atas devosinya yang mendalam kepada Ekaristi Kudus. Dalam setiap pendakiannya, ia selalu mengajak teman-temannya berdoa, merayakan Ekaristi, dan berbagi tentang iman. Moto hidupnya, “Verso L’Alto” (Menuju Puncak), yang ditulisnya pada sebuah foto setelah pendakian terakhirnya, kini menjadi inspirasi rohani umat Katolik untuk selalu berjuang mencapai kekudusan.
Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada kenikmatan duniawi, melainkan pada kedamaian hati yang bersih dan suci. Dalam salah satu pidatonya kepada kaum muda Katolik di Pollone, Italia, pada 29 Juli 1923, Frassati berpesan agar kaum muda hidup dalam doa, aksi nyata, dan pengorbanan.
Ia berkata:
"Kebahagiaan sejati, kaum muda, tidak terletak pada kesenangan dunia dan hal-hal lahiriah, melainkan pada damai hati nurani yang hanya kita dapatkan bila kita murni dalam hati dan pikiran."
Lebih lanjut, Frassati menegaskan bahwa pengorbanan adalah inti kehidupan Kristiani. Ia mencontohkan Yesus Kristus yang berkorban di Kalvari demi menebus dosa manusia. Karena itu, setiap orang dipanggil untuk rela mengorbankan ambisi dan keinginan pribadinya demi Tuhan dan sesama.
Makna Kanonisasi bagi Kaum Muda
Bagi Gereja dan kaum muda masa kini, kanonisasi Pier Giorgio Frassati menegaskan bahwa kekudusan dapat diraih oleh siapa saja, bahkan oleh mereka yang hidup biasa namun menanamkan iman, cinta kasih, dan pengharapan dalam keseharian. Ia menjadi teladan bagi siswa, mahasiswa, dan para profesional muda untuk tidak sekadar mengejar prestasi duniawi, melainkan juga menapaki “pendakian rohani” menuju puncak kehidupan kekal bersama Kristus.
Dengan kanonisasi ini, Gereja Katolik ingin mengingatkan bahwa dalam dunia yang serba cepat dan instan, kaum muda tetap dipanggil untuk menghidupi Sabda Bahagia: menjadi rendah hati, pembawa damai, haus akan kebenaran, bersih hati, dan murah hati kepada mereka yang tersisih.
Mari meneladani Santo Pier Giorgio Frassati yang akan segera resmi dinyatakan kudus oleh Gereja, dan menapaki hidup kita “Verso L’Alto – Menuju Puncak” bersama Kristus.
Sumber:https://www.usccb.org/topics/youth-and-young-adult-ministries/blessed-pier-giorgio-frassati
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 4 Juli 2025
.jpg)



0 comments:
Posting Komentar