Carlo Acutis: Santo Milenial, Influencer Tuhan yang Menginspirasi Dunia

 

Foto Carlo Acutis

Carlo Acutis: Santo Milenial, Influencer Tuhan yang Menginspirasi Dunia

Ketapang, 4 Juli 2025.Gereja Katolik di seluruh dunia akan segera menyaksikan sejarah baru dengan kanonisasi Carlo Acutis pada Minggu, 7 September 2025 mendatang, bersamaan dengan kanonisasi Pier Giorgio Frassati, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Upacara sakral ini akan dipimpin oleh Bapa Suci Paus Leo XIV dalam rangkaian Tahun Yubileum Kudus 2025. Carlo Acutis akan menjadi santo pertama dari generasi milenial, memberi pesan kuat bagi umat Katolik masa kini bahwa kekudusan tidak mengenal usia dan zaman.
Foto Pier Giorgio Frassat dan Foto Carlo Acutis 


Foto Carlo Acutis 

Siapakah Carlo Acutis?

Carlo lahir pada 3 Mei 1991 di London dari pasangan Andrea Acutis dan Antonia Salzano, lalu pindah ke Milan, Italia, tak lama setelah kelahirannya. Ia tumbuh menjadi anak yang memiliki cinta mendalam kepada Tuhan sejak kecil, meskipun kedua orang tuanya tidak terlalu religius saat itu. Ibunya mengakui, sebelum mengenal Carlo, ia hanya pergi ke Misa saat Komuni Pertama, Krisma, dan pernikahannya. Namun, Carlo justru menarik orang tuanya untuk semakin dekat pada Tuhan dengan devosi dan cintanya kepada Ekaristi.

Setelah menerima Komuni Pertama, Carlo berusaha menghadiri Misa setiap hari. Ia berdoa Rosario dengan tekun dan menempatkan Ekaristi sebagai pusat hidupnya. Carlo berkata,
"Ada antrean panjang untuk konser dan pertandingan sepak bola, tetapi aku tidak melihat antrean seperti itu untuk Sakramen Mahakudus."

Kesaksian Hidup Carlo

Carlo didiagnosis menderita leukemia dan meninggal pada 12 Oktober 2006 dalam usia 15 tahun. Menjelang akhir hidupnya, ia berkata:
"Aku mempersembahkan semua penderitaanku kepada Tuhan, untuk Paus dan Gereja, agar aku langsung masuk surga tanpa harus singgah di api penyucian."

Kesaksiannya menggugah banyak orang dewasa, termasuk Rajesh Mohur, pekerja rumah tangga keluarganya, yang berpindah iman dari Hindu ke Katolik setelah diajarkan oleh Carlo tentang doa Rosario dan Ekaristi. Carlo juga dikenal membela ajaran Gereja, misalnya ketika diskusi tentang aborsi di kelas, ia dengan berani menegaskan perlindungan hidup sejak konsepsi.

Kehidupan Sehari-hari yang Membawa Tuhan

Meski hidup di era modern, Carlo menunjukkan kekudusan melalui tindakan sederhana sehari-hari. Ia membela teman-temannya yang dibully, menghibur mereka yang orang tuanya bercerai, dan menegaskan pentingnya Misa, Sakramen Tobat, harga diri, serta kemurnian kepada teman-temannya. Ia juga memiliki hobi seperti remaja lain, termasuk bermain video game Nintendo dan PlayStation, namun membatasi waktu bermain hanya dua jam seminggu. Ia menyukai Spider-Man dan Pokémon, menunjukkan bahwa kekudusan dapat tumbuh dalam kehidupan remaja biasa.

Influencer Tuhan di Era Digital

Carlo menguasai pemrograman komputer secara otodidak, mempelajari bahasa C dan C++. Ia menggunakan bakatnya untuk membuat website dokumentasi mukjizat Ekaristi di seluruh dunia. Ia percaya bukti ilmiah mukjizat Ekaristi dapat membawa banyak orang kembali kepada Tuhan. Hingga kini, pameran mukjizat Ekaristi yang ia buat telah dipamerkan di ribuan paroki di lima benua.

Mukjizat dan Kanonisasi

Mukjizat pertama yang diakui Gereja untuk beatifikasinya pada 2020 adalah penyembuhan seorang anak laki-laki berusia tiga tahun di Brasil yang lahir dengan kelainan pankreas. Pada Mei 2024, Paus Fransiskus mengakui mukjizat kedua, yakni kesembuhan Valeria Valverde, gadis 21 tahun asal Kosta Rika, yang hampir meninggal karena cedera otak serius akibat kecelakaan sepeda saat kuliah di Florence pada 2022.

Awalnya kanonisasi Carlo dijadwalkan pada 27 April 2025 saat Jubilee Remaja, namun diundur ke 7 September 2025 karena wafatnya Paus Fransiskus. Kini Carlo beristirahat di Assisi dalam makam kaca dengan mengenakan sweater, celana jeans, dan sepatu Nike – gambaran kesederhanaan seorang kudus masa kini.

Makna Carlo Acutis bagi Kaum Milenial

Carlo menunjukkan bahwa kekudusan adalah panggilan semua orang, termasuk remaja milenial yang hidup di tengah kemajuan teknologi dan tantangan moral modern. Seperti moto hidupnya,
"Ekaristi adalah jalan tolku menuju Surga,"
Carlo menegaskan bahwa dalam hidup digital sekalipun, Ekaristi tetap menjadi pusat, sumber kekuatan, dan tujuan akhir.

Mari meneladani Santo Carlo Acutis, Influencer Tuhan, yang akan segera resmi dinyatakan kudus oleh Gereja. Semoga kita pun berani menapaki jalan kekudusan dalam kehidupan kita yang biasa namun penuh rahmat.

Sumber:www.vaticannews.va

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   4 Juli 2025 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar