Suasana Teduh Adven 2025: Keluarga Bapak Susilo dan Istri Ibu Sumiyati Lim Menjadi Tuan Rumah Doa Rosario Berantai

 

Foto Keluarga Bapak Susilo bersama istri tercinta, Ibu Sumiyati Lim, serta anak-anak

Doa Rosario Berantai Lingkungan Santo Rafael

Ketapang, 6 Desember 2025 .Dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan, keluarga Bapak Susilo bersama istri tercinta, Ibu Sumiyati Lim, serta anak-anak mereka, menjadi tuan rumah pelaksanaan Doa Rosario Berantai Lingkungan Santo Rafael pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan yang digelar di kediaman keluarga ini berlangsung mulai pukul 18.45 WIB hingga 20.00 WIB dan menjadi bagian penting dari rangkaian devosi rohani umat selama Masa Adven 2025 di Paroki Santo Agustinus Keuskupan Ketapang.

Suasana hangat dan penuh damai tampak menyelimuti rumah keluarga ini sejak sore hari. Setiap sudut ruangan tampak disiapkan dengan penuh perhatian, mulai dari altar kecil yang dihiasi lilin-lilin Adven hingga rosario yang disediakan untuk didoakan bersama. Keluarga Bapak Susilo menunjukkan kesiapan dan ketulusan dalam menyambut kegiatan rohani ini, menghadirkannya sebagai bentuk ungkapan iman, cinta keluarga, dan kesediaan untuk mengambil bagian dalam kehidupan Gereja.

Rumah Keluarga Bapak Susilo sebagai “Gereja Kecil”

Keluarga Bapak Susilo tidak hanya menyediakan tempat untuk berdoa, tetapi juga menghadirkan suasana rohani yang menyentuh. Kehadiran Ibu Sumiyati Lim sebagai istri dan ibu rumah tangga yang selalu setia mengiringi perjalanan iman keluarga tampak sangat terasa. Beliau menata altar dengan rapi, menyiapkan lilin, dan memastikan suasana ruang doa begitu hening dan layak.

Sementara itu, anak-anak dari keluarga ini turut ambil bagian dalam persiapan doa, mulai dari menata kursi, memeriksa kebutuhan doa, menyalakan lilin, hingga ikut membantu memastikan ruangan tertata dengan baik. Perpaduan antara peran ayah, ibu, dan anak-anak dalam menyiapkan doa malam itu menghadirkan keindahan tersendiri sebagai gambaran keluarga Katolik yang hidup dalam kesatuan.

Rumah keluarga Bapak Susilo pada malam itu sungguh menjadi Ecclesia Domestica Gereja kecil di mana iman bertumbuh, doa dipanjatkan, dan kasih Allah dirasakan secara nyata.

Doa Rosario dan Makna Masa Adven 2025

Masa Adven adalah masa yang sangat penting bagi Gereja Katolik. Pada tahun 2025, Adven berlangsung mulai Minggu, 30 November hingga 24 Desember 2025. Ini adalah masa empat minggu yang mengundang umat beriman untuk membuka hati, memperbarui diri, dan mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang datang.

Secara rohani, Adven memiliki empat pilar utama:

  1. Harapan – menanti kedatangan Sang Juru Selamat.

  2. Damai – menghadirkan kedamaian Kristus dalam diri dan keluarga.

  3. Sukacita – bersukacita atas kasih Allah.

  4. Kasih – memahami bahwa kelahiran Yesus adalah wujud kasih Allah yang terbesar.

Dalam masa inilah, doa Rosario menjadi devosi yang membantu umat menapaki perjalanan rohani menuju Natal. Selama Adven, umat merenungkan Peristiwa Gembira, yakni lima misteri yang menyoroti karya Allah dalam persiapan kelahiran Kristus.

Peristiwa Gembira yang Didoakan

Pada pelaksanaan doa Rosario Berantai di rumah keluarga Bapak Susilo ini, umat mendaraskan lima Peristiwa Gembira:

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel – peristiwa awal inkarnasi (Lukas 1:26–38).

  2. Maria mengunjungi Elisabet – kisah penuh sukacita antara dua ibu yang dipenuhi Roh Kudus (Lukas 1:39–45).

  3. Yesus dilahirkan di Betlehem – misteri kelahiran Sang Mesias (Lukas 2:1–7).

  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah – tindakan ketaatan Yosef dan Maria (Lukas 2:22–40).

  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah – peristiwa Yesus kecil yang tinggal dalam Rumah Bapa-Nya (Lukas 2:41–52).

Peristiwa-peristiwa ini membawa umat untuk mengenang kembali perjalanan Maria dan Yosef dalam menyambut kehadiran Tuhan. Di rumah keluarga Bapak Susilo, setiap misteri didaraskan dengan penuh kekhidmatan. Suara doa yang mengalun bersama membuat setiap misteri menjadi lebih hidup, lebih dekat, dan lebih menyentuh hati.

Pelaksanaan Doa Rosario: Tertib, Hening, dan Penuh Penghayatan

Doa Rosario dimulai tepat pukul 18.45 WIB. Rumah keluarga Bapak Susilo dipenuhi suasana damai, lilin-lilin Adven menyala, menciptakan suasana reflektif yang mendalam. Doa dipimpin dengan urutan yang telah ditetapkan Gereja:

  1. Membuat tanda salib lalu mendaraskan Syahadat Para Rasul.

  2. Pada manik besar pertama, umat mengucapkan Doa Bapa Kami.

  3. Dilanjutkan dengan tiga Doa Salam Maria sebagai penghormatan kepada Maria.

  4. Umat kemudian mendaraskan Kemuliaan.

  5. Masuk ke dalam Peristiwa Gembira pertama, dilanjutkan dengan:

    • Bapa Kami

    • 10 Salam Maria

    • Kemuliaan

    • Doa Fatima

  6. Langkah ini diulangi hingga peristiwa kelima.

  7. Setelah peristiwa terakhir, doa ditutup dengan Salam Ya Ratu Surga dan doa-doa penutup lainnya.

Dalam seluruh rangkaian doa ini, keluarga Bapak Susilo mengambil bagian secara aktif. Bapak Susilo memimpin beberapa bagian permenungan misteri, Ibu Sumiyati Lim memimpin bagian doa Salam Maria, sementara anak-anaknya ikut mendaraskan doa bersama dengan penuh ketulusan. Kehadiran seluruh keluarga menambah kehangatan dan kebersamaan dalam doa.

Suasana doa malam itu terasa sangat rohani  tidak hanya karena doa-doanya, tetapi juga karena kesatuan hati keluarga yang melayani bersama.

Makna Spiritualitas Keluarga dalam Adven

Keluarga Bapak Susilo memberikan teladan yang kuat bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi pusat pertumbuhan iman. Ketika keluarga membuka pintu rumahnya untuk doa, mereka sebenarnya membuka hati mereka bagi kehadiran Tuhan.

Nilai-nilai rohani yang tampak dalam keluarga ini antara lain:

  • Kesederhanaan yang tulus, tanpa mengutamakan kemewahan.

  • Kerja sama antaranggota keluarga, dari ayah hingga anak-anak.

  • Kehadiran cinta kasih, yang terasa dalam setiap gerak dan perhatian.

  • Kesiapsediaan untuk melayani, sebagai bentuk syukur atas berkat Tuhan.

Semua ini menegaskan kembali bahwa peran keluarga sangat besar dalam kehidupan Gereja. Sebagai Gereja kecil, keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar iman, belajar mengasihi, dan belajar melayani.

Lingkungan Santo Rafael dan Spiritualitas Perlindungan

Doa Rosario Berantai kali ini berlangsung di bawah pelindung agama Santo Rafael, malaikat agung yang dikenal sebagai pembawa penyembuhan dan pendamping perjalanan. Nama ini sangat tepat bagi keluarga Bapak Susilo, karena doa yang mereka panjatkan di tengah masa Adven tidak hanya mempersiapkan kelahiran Kristus tetapi juga memohon penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.

Dengan menjadi tuan rumah, keluarga ini seolah menyerahkan segala pergumulan, harapan, dan rencana hidup mereka kepada penyertaan Tuhan melalui perantaraan Santo Rafael. Doa yang mereka panjatkan menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan agar keluarga mereka senantiasa dilindungi, dibimbing, dan diberi kekuatan dalam menjalani kehidupan.

Puncak Doa dan Penutup yang Penuh Kedamaian

Ketika jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, doa Rosario resmi ditutup. Malam yang hening itu terasa sangat sarat makna. Keluarga Bapak Susilo menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih karena diberi kesempatan untuk berdoa bersama dan menjadi bagian dari rangkaian Rosario Berantai Lingkungan Santo Rafael.

Dalam momen akhir, keluarga ini menyampaikan sebuah doa singkat kepada Tuhan, memohon damai sejahtera bagi seluruh anggota keluarga. Mereka juga bersyukur karena anak-anak dapat ikut serta dan belajar dari pengalaman iman ini.

Suasana penutup itu mencerminkan sebuah keluarga yang hidup dalam kasih dan kesederhanaan, selalu mengandalkan Tuhan dalam kehidupan mereka.

Kesimpulan

Pelaksanaan Doa Rosario Berantai di rumah Keluarga Bapak Susilo, Ibu Sumiyati Lim, dan anak-anaknya pada Kamis, 4 Desember 2025, menghadirkan:

  • keharmonisan keluarga dalam pelayanan,

  • kedalaman doa selama Masa Adven,

  • keteladanan keluarga Katolik dalam membangun Gereja kecil,

  • suasana doa yang hening dan damai,

  • serta permenungan yang memperkaya batin umat.

Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam perjalanan rohani Lingkungan Santo Rafael selama Masa Adven 2025. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan kasih-Nya bagi keluarga Bapak Susilo dan keluarga kecil mereka, serta menguatkan mereka dalam iman, harapan, dan cinta.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   6  Desember  2025


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar