**Ketapang, 20 September 2024** – Umat Paroki Santa Maria Ratu Pencinta Damai Air Upas merayakan momen bersejarah dengan diresmikannya gereja baru mereka oleh Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, dalam sebuah misa syukur yang khidmat pada hari Minggu. Gereja yang dibangun dengan desain kontemporer menyerupai lumbung padi ini menjadi simbol baru bagi umat Katolik di Air Upas.
Peresmian gereja ini merupakan puncak dari upaya panjang umat Paroki Air Upas bersama dengan Pastor Paroki, RD. Ignasius Made, yang selama bertahun-tahun membimbing mereka menuju pencapaian luar biasa ini. Dalam homilinya, Mgr. Pius Riana Prapdi menyampaikan rasa syukur atas kerja keras umat dan pastor yang berperan besar dalam terwujudnya gereja baru ini. Ia juga menekankan pentingnya gereja sebagai tempat persekutuan dan kedamaian, di mana umat dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama.
Foto RD. Ignasius Made
"Semoga gereja ini menjadi sumber rahmat dan kedamaian bagi semua umat, sebagaimana Maria, Ratu Pencinta Damai, menjadi pelindung bagi seluruh kehidupan kita," kata Mgr. Pius dalam sambutannya. Beliau juga mengungkapkan harapan agar gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan rohani dan sosial yang semakin menghidupkan iman umat.
Perayaan peresmian ini dihadiri oleh ratusan umat yang datang dari berbagai wilayah, termasuk para tokoh masyarakat setempat dan para tamu undangan dari Keuskupan Ketapang. Hadir juga dalam acara tersebut RD. Ignasius Made sebagai Pastor Paroki, yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gereja ini.
Desain gereja yang mengambil inspirasi dari lumbung padi kontemporer mencerminkan semangat lokal dan akar budaya masyarakat Air Upas, yang sebagian besar merupakan petani. Simbol lumbung padi ini membawa makna spiritual sebagai tempat penyimpanan berkat, di mana umat dapat memelihara iman mereka dan menaburkan kebaikan kepada sesama. Selain itu, gereja ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern untuk mendukung kegiatan ibadah dan pelayanan pastoral.
Prosesi peresmian dilanjutkan dengan pemberkatan gedung gereja dan altar oleh Mgr. Pius Riana Prapdi, disertai doa dan nyanyian syukur yang dipimpin oleh paduan suara paroki. Suasana khusyuk dan penuh sukacita terpancar dari wajah umat yang menyaksikan momen sakral ini.
RD. Ignasius Made, dalam sambutannya, mengungkapkan harapan agar gereja ini menjadi tempat yang mempersatukan umat dalam doa dan pelayanan. "Semoga gereja ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga rumah rohani bagi kita semua, di mana kita dapat saling menguatkan dalam iman dan kasih kepada Tuhan," ucapnya.
Momen peresmian gereja baru ini juga menandai babak baru bagi Paroki Santa Maria Ratu Pencinta Damai Air Upas, yang diharapkan semakin berkembang dalam kehidupan iman dan pelayanan sosial. Dengan adanya gedung gereja baru yang megah dan representatif, umat semakin antusias untuk terlibat dalam berbagai kegiatan paroki, termasuk karya pastoral, pendidikan iman, dan pelayanan kasih bagi masyarakat sekitar.
Peresmian ini menegaskan komitmen Gereja Katolik di Keuskupan Ketapang untuk terus membangun komunitas umat yang kuat dan peduli terhadap sesama, seiring dengan pesan damai dan kasih yang diemban oleh Maria, Bunda Gereja.
**Sumber: Status Facebook RD. Mardianus Indra, 23 Oktober 2022**
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
%20(1).jpg)
.jpg)

0 comments:
Posting Komentar