PASKAH BERSAMA BINA IMAN REMAJA PAROKI SANTO AGUSTINUS PAYA KUMANG: MENYALAKAN SEMANGAT IMAN DAN MENUMBUHKAN PANGGILAN GENERASI MUDA GEREJA
Ketapang, 12 April 2026.Suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat iman mewarnai pelaksanaan kegiatan “Paskah Bersama Bina Iman Remaja (BIR)” yang diselenggarakan oleh Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada Minggu, 12 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Paroki Jerun Stoop, CP, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh para remaja, pendamping, serta unsur pelayanan Gereja lainnya.
Perayaan ini menjadi momentum penting bagi pembinaan iman kaum muda Katolik, khususnya dalam menghidupi makna kebangkitan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, acara ini dirancang sebagai ruang pembinaan, perjumpaan, dan penguatan iman generasi muda sebagai harapan Gereja di masa depan.
Sukacita Paskah dalam Kebersamaan
Sejak pukul 14.30 WIB, para peserta mulai berdatangan untuk melakukan registrasi. Wajah-wajah ceria dan penuh antusiasme tampak menghiasi halaman dan gedung paroki. Kegiatan dibuka secara resmi dengan doa pembukaan pada pukul 15.00 WIB, yang menjadi awal dari rangkaian acara yang sarat makna.
Kebersamaan yang terjalin antar peserta mencerminkan semangat Paskah itu sendiri—yaitu kehidupan baru, persaudaraan, dan kasih yang hidup. Para peserta tidak hanya datang sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari komunitas iman yang saling menguatkan.
Sambutan Pastor: Gereja Bertumbuh di Tangan Kaum Muda
Dalam sambutannya, Pastor Kepala Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, menyampaikan pesan yang sangat kuat dan penuh harapan kepada seluruh peserta, khususnya kaum muda.
Ia menegaskan bahwa Gereja dan Keuskupan Ketapang harus terus bertumbuh, dan pertumbuhan itu sangat bergantung pada peran aktif generasi muda.
“Di tangan Anda semua, Gereja ini dan Keuskupan ini harus bertumbuh,” tegasnya.
Pastor juga mengingatkan bahwa dalam Gereja terdapat berbagai jenjang pembinaan iman, mulai dari Sekami (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) hingga Bina Iman Remaja. Semua proses ini merupakan bagian dari perjalanan iman yang harus dijalani dengan kesungguhan.
Beliau juga mengaitkan momentum Paskah ini dengan Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63 yang akan dirayakan pada 26 April 2026. Ia mengajak kaum muda untuk mulai membuka hati terhadap panggilan hidup, baik sebagai imam, suster, bruder, maupun dalam kehidupan berkeluarga.
Refleksi Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63
Hari Minggu Panggilan Sedunia ke-63 yang jatuh pada tanggal 26 April 2026 mengusung tema:
“Bersatu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi (One in Christ, United in Mission)”
Perayaan ini menjadi momen khusus bagi seluruh umat Katolik untuk mendoakan dan menumbuhkan panggilan dalam Gereja. Dalam pesan yang direncanakan oleh Paus Leo XIV, umat diajak untuk menyadari bahwa panggilan adalah anugerah Allah yang tumbuh dalam kedalaman hati manusia.
Panggilan bukanlah sesuatu yang dipaksakan, melainkan suatu perjalanan indah yang mengarah pada kebahagiaan sejati. Dalam Injil Yohanes, Yesus menyebut diri-Nya sebagai Gembala yang baik—yang rela menyerahkan hidup-Nya bagi umat-Nya.
Keindahan panggilan ini hanya dapat dialami melalui kedalaman batin, doa, dan keheningan. Kaum muda diajak untuk belajar mendengarkan suara Tuhan di tengah kesibukan dunia.
Pentingnya Kehidupan Batin dan Doa
Dalam refleksi iman yang disampaikan, ditekankan bahwa kehidupan batin merupakan kunci utama dalam menemukan panggilan hidup. Tanpa keheningan dan doa, sulit bagi seseorang untuk mendengar suara Tuhan.
Pengalaman iman Santo Agustinus menjadi contoh nyata bagaimana seseorang dapat menemukan Tuhan dalam kedalaman dirinya. Ia menyadari bahwa Tuhan lebih dalam dari dirinya sendiri, dan keindahan hidup hanya dapat ditemukan dalam relasi dengan Allah.
Kaum muda diajak untuk membangun kebiasaan doa, membaca Kitab Suci, dan terlibat aktif dalam kehidupan Gereja sebagai langkah awal dalam mengenali panggilan hidup.
Harapan Akan Panggilan dari Putra-Putri Daerah
Dalam sambutannya, Pastor juga menyampaikan harapan agar ke depan semakin banyak panggilan imam dan hidup bakti yang berasal dari Kalimantan, khususnya Keuskupan Ketapang.
Selama ini, sebagian besar pelayan Gereja masih berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan semangat dari generasi muda untuk mengambil bagian dalam pelayanan Gereja.
“Mulailah dari hal kecil, seperti menjadi misdinar. Pelayanan itu adalah pintu masuk panggilan,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para misdinar yang telah melayani dengan setia, serta mengingatkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan ketaatan dalam pelayanan.
Sambutan Ketua Panitia: Semangat Kearifan Lokal
Ketua Panitia Paskah 2026, Bapak Ozen Badame Bisukmarroha Sihombing, ST, dalam sambutannya mengangkat nilai-nilai luhur budaya Dayak, khususnya semboyan:
“Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata”
Semboyan ini mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam kehidupan iman, terutama dalam semangat Paskah.
Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga semangat iman dan tidak memadamkan “bara api” dalam diri masing-masing.
“Generasi muda Katolik adalah generasi harapan. Gereja yang kuat dibangun dari pondasi yang kuat,” tegasnya.
Keterlibatan Aktif Unsur Gereja
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting dalam kehidupan Gereja, antara lain:
Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP): Bapak Jeno Leo
Ketua Bidang Liturgi dan Pewartaan: Bapak Hendrikus Hendri, S.S.
Selain itu, para pendamping BIR yang hadir dan berperan aktif dalam kegiatan ini adalah:
Antonius Pamungkas Putra Myne
Sri Wahyuni
Trifina Erni Jawai
Fransiska Romana Sri Wijati
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam membina iman generasi muda.
Peran OMK dan Misdinar
Orang Muda Katolik (OMK) juga mengambil bagian penting dalam kegiatan ini, di bawah koordinasi Saudari Julita Desti. Mereka membantu dalam pelaksanaan kegiatan serta menjadi contoh bagi adik-adik BIR.
Sementara itu, para misdinar yang dipimpin oleh Saudari Fredrica Christin juga menunjukkan peran aktif dalam kehidupan liturgi Gereja.
Kegiatan Lomba dan Games yang Edukatif
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah lomba mencari telur Paskah yang dilakukan secara berkelompok. Dalam lomba ini, peserta harus bekerja sama sambil membawa balon, yang menambah keseruan dan tantangan.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai kerja sama, komunikasi, dan kekompakan.
Selain itu, berbagai games yang diadakan setelah makan bersama semakin mempererat kebersamaan antar peserta.
Rangkaian Acara yang Tersusun Rapi
Susunan acara Paskah Bersama 2026 berjalan dengan tertib dan lancar:
14.30–15.00: Registrasi
15.00–15.10: Pembukaan & Doa
15.30–15.35: Persiapan lomba
15.25–16.05: Lomba
16.05–16.15: Istirahat
16.15–17.05: Doa makan & makan
17.05–17.45: Games
17.45–18.15: Pembagian hadiah
18.15–18.35: Doa penutup
18.35: Acara selesai
Setiap sesi berjalan dengan penuh semangat dan partisipasi aktif dari seluruh peserta.
Peneguhan Iman dan Harapan Masa Depan
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana peneguhan iman bagi kaum muda. Mereka diajak untuk menyadari bahwa hidup memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu mengikuti kehendak Tuhan.
Panggilan hidup bukanlah sesuatu yang instan, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan kesetiaan, doa, dan pendampingan.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan akan tumbuh benih-benih panggilan baru dalam Gereja, yang kelak menjadi pelayan Tuhan di berbagai bidang.
Penutup: Menjadi Generasi Harapan Gereja
Paskah Bersama Bina Iman Remaja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa Gereja terus berupaya membina dan menumbuhkan iman generasi muda.
Semangat, sukacita, dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh para peserta menjadi tanda harapan bagi masa depan Gereja di Keuskupan Ketapang.
Dengan dukungan dari seluruh umat, para pendamping, dan para pemimpin Gereja, diharapkan generasi muda Katolik semakin siap menjadi pelayan Tuhan yang setia dan penuh kasih.
Selamat Paskah. Kristus telah bangkit. Alleluia!
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 12 April 2026







0 comments:
Posting Komentar