HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN DI KETAPANG: Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Diajak Bangkit Bersama Kristus dalam Iman dan Harapan Baru

 

Misa dipimpin oleh Selebran Utama, RP. Vitalis Nggeal, CP,

 didampingi oleh Konselebran RD. Gabriel Bala.

HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN DI KETAPANG: Umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Diajak Bangkit Bersama Kristus dalam Iman dan Harapan Baru

Ketapang, Minggu 5 April 2026.Sukacita iman dan semangat kebangkitan memenuhi hati umat Katolik di Ketapang pada perayaan Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan. Misa kudus yang berlangsung khidmat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan suasana penuh iman, harapan, dan kebersamaan umat.

Perayaan Paskah tahun ini bertepatan dengan peringatan Santo Vinsensius Ferreri, Pengaku Iman, serta Santa Yuliana dari Kornillon, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih yang melambangkan kemuliaan, kemenangan, dan sukacita kebangkitan Kristus. Gereja dipenuhi umat dari berbagai kalangan anak-anak, kaum muda, hingga orang tua yang datang untuk merayakan kemenangan hidup atas kematian.

Misa dipimpin oleh Selebran Utama, RP. Vitalis Nggeal, CP, didampingi oleh Konselebran RD. Gabriel Bala. Kehadiran kedua imam ini memberikan nuansa kebersamaan dan kekuatan spiritual bagi seluruh umat yang hadir.

Sejak pagi hari, umat telah memadati gereja dengan wajah-wajah penuh sukacita. Lagu-lagu Paskah yang dinyanyikan oleh Koor Lingkungan Santo Rafael menggema indah, mengantar umat masuk dalam suasana liturgi yang sakral. Koor dipimpin oleh Dirigen Hendrikus Frederik Kewo Muda, dengan iringan organ oleh Cintia yang memperindah seluruh rangkaian perayaan.

Petugas liturgi turut mengambil peran penting dalam kelancaran misa. Saudari Odilia Deyulan bertugas sebagai pemazmur yang membawakan mazmur dengan penuh penghayatan, sementara Saudari Agustina Rosa Marhen sebagai lektor menyampaikan sabda Tuhan dengan jelas dan penuh iman. Bacaan Injil dibawakan oleh Konselebran RD. Gabriel Bala, yang mengajak umat untuk merenungkan peristiwa kebangkitan Kristus secara lebih mendalam.

Suasana semakin khidmat ketika umat mendengarkan Injil yang mengisahkan pengalaman Maria Magdalena yang datang ke kubur Yesus. Kisah ini menjadi pusat permenungan umat tentang misteri kebangkitan yang menjadi inti iman Kristiani.






Dalam homilinya yang berjudul “Bangkit Bersama Kristus”, RP. Vitalis Nggeal, CP menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati umat. Ia membuka homilinya dengan sapaan penuh kasih kepada seluruh umat, mengucapkan Selamat Paskah serta mendoakan damai dan sukacita Tuhan yang bangkit menyertai semua yang hadir.

Ia menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah peristiwa agung yang mengubah arah sejarah manusia. Lebih dari itu, Paskah seharusnya mengubah arah hidup setiap pribadi yang percaya.

“Tiga hari yang lalu, kita mengenang Yesus yang wafat dan dikuburkan. Segalanya tampak berakhir. Harapan seolah terkubur bersama tubuh-Nya. Namun pagi ini, dunia kembali berdenyut dengan harapan baru: Ia bangkit dari antara orang mati,” ungkapnya dengan penuh penekanan.

Pastor Vitalis mengajak umat untuk merenungkan pengalaman Maria Magdalena yang datang ke kubur dengan hati berduka, namun justru menemukan kubur kosong. Dalam kesedihan itulah, Allah menyatakan karya-Nya yang terbesar. Kubur kosong menjadi tanda kemenangan kehidupan atas kematian.

Ia menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah jawaban Allah atas pergumulan manusia: bahwa kehidupan tidak pernah dikalahkan oleh kematian, dan terang selalu mengalahkan kegelapan. Ia juga mengutip ajaran Rasul Paulus bahwa iman akan menjadi sia-sia jika Kristus tidak dibangkitkan.

Lebih lanjut, Pastor Vitalis mengingatkan bahwa Paskah bukanlah akhir dari perjalanan iman, melainkan awal dari kehidupan baru. Ia menekankan bahwa umat dipanggil untuk hidup dalam semangat kebangkitan, bukan hanya merayakan secara lahiriah.

“Paskah adalah awal dari hidup baru. Hidup yang berorientasi pada Allah, pada kasih, dan pada kebenaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Paskah bersifat performatif—menggerakkan umat untuk hidup berbeda. Orang yang merayakan Paskah sejati tidak lagi berdamai dengan dosa, kekerasan, dan kejahatan, tetapi berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

Dalam refleksi yang mendalam, ia mengajak umat untuk melihat bahwa seringkali dalam kehidupan, manusia merasa berada di titik terendah—seolah segala sesuatu telah berakhir. Namun justru dalam kegelapan itulah Allah bekerja.

“Kebangkitan Kristus adalah jaminan bahwa selalu ada harapan baru. Selalu ada perubahan baru yang bisa kita perjuangkan,” tegasnya.

Ia juga mengajak umat untuk menjadikan Paskah sebagai kesempatan memperbarui komitmen iman, menjadi pribadi Katolik yang lebih pantas dan setia. Ia mengingatkan bahwa dosa manusia menjadi penyebab penderitaan Kristus, sehingga pertobatan menjadi jalan nyata untuk menghargai pengorbanan tersebut.

Dalam penutup homilinya, Pastor Vitalis mengundang seluruh umat untuk benar-benar menghidupi makna Paskah dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa Paskah tanpa perubahan hidup hanyalah perayaan kosong, tetapi Paskah yang disertai pertobatan menjadi kekuatan yang menghidupkan kembali jiwa.

Perayaan misa berlangsung dengan penuh kekhidmatan hingga akhir. Umat mengikuti setiap bagian liturgi dengan penuh penghayatan—dari doa pembuka, liturgi sabda, liturgi ekaristi, hingga berkat penutup.

Setelah misa, suasana kebersamaan semakin terasa. Umat saling bersalaman, mengucapkan Selamat Paskah, dan berbagi sukacita. Anak-anak tampak ceria, kaum muda penuh semangat, dan orang tua bersyukur atas kesempatan merayakan iman bersama.

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa iman Katolik tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di wilayah Ketapang. Kebersamaan umat dalam perayaan Paskah menunjukkan kekuatan iman yang menyatukan berbagai latar belakang dalam satu tubuh Kristus.

Hari Raya Paskah Kebangkitan Tuhan tahun 2026 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga momentum pembaruan iman. Umat diajak untuk bangkit bersama Kristus meninggalkan kehidupan lama dan memulai hidup baru yang penuh iman, harapan, dan kasih.

Dengan semangat kebangkitan ini, umat diharapkan mampu menjadi saksi Kristus di tengah dunia, membawa terang di tengah kegelapan, dan menjadi pembawa damai di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Perayaan Paskah ini pun menjadi pengingat bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa masa lalu, tetapi realitas yang terus hidup dalam setiap hati yang percaya. Dan dari Ketapang, semangat itu kembali dinyalakan menghidupkan harapan, memperkuat iman, dan menuntun umat menuju kehidupan yang lebih bermakna dalam terang kebangkitan Tuhan.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 5 April 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar