**Misa Minggu Biasa XXVII di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Keuskupan Ketapang**


                                                     Foto RD. Fransiskus Suandi


**Ketapang, 6 Oktober 2024** – Berdasarkan kalender liturgi 2024 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, hari ini merupakan **Minggu Biasa XXVII** dalam tahun liturgi Gereja Katolik. Perayaan liturgi hari ini juga memperingati Santa Anna Maria Gallo, Pengaku Iman. Warna liturgi yang digunakan adalah hijau, melambangkan pengharapan dan kehidupan.

**Tema Perkawinan: Kesetiaan dan Cinta Sejati**

Misa hari ini di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dipimpin oleh **Romo Fransiskus Suandi**, yang dalam homilinya mengangkat tema kesetiaan dalam perkawinan. Romo Fransiskus menceritakan pengalaman pribadinya tentang seorang sahabat perempuan yang selalu setia mendampinginya sejak masa Taman Kanak-kanak. Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Sahabatnya ini dikenal berprestasi, memiliki kondisi ekonomi yang baik, tetapi yang paling menonjol adalah **hati yang seperti baja** – tetap tegar dan penuh komitmen dalam janji perkawinannya.

Dalam homilinya, Romo Fransiskus berkata, "Sahabat saya selalu berpegang teguh pada janji perkawinannya. Di tengah segala tantangan, kesetiaan suami istri menjadi tanda nyata kasih Allah yang hadir dalam sakramen perkawinan." Romo Fransiskus menekankan bahwa kerendahan hati sahabatnya dan suaminya adalah kunci utama keberhasilan dalam kehidupan rumah tangga mereka. “Saya mencintai sahabat saya karena dia selalu baik, perhatian, dan peduli. Hal inilah yang mencerminkan cinta yang dalam dari Allah kepada manusia,” tambahnya.







r








Romo juga menggambarkan bagaimana sakramen perkawinan menjadi tanda kehadiran Allah yang kelihatan, di mana cinta dalam perkawinan mencerminkan cara Allah jatuh cinta kepada manusia. "Allah selalu mencintai kita, bahkan di saat kita menunjukkan sisi terburuk kita. Dalam perkawinan, cinta sejati adalah ketika kita tetap mencintai pasangan kita, meskipun melihat kelemahan mereka."

**Bacaan Kitab Suci**

Bacaan pertama diambil dari **Kitab Kejadian 2:18-24**, yang menceritakan penciptaan perempuan dari rusuk laki-laki dan pentingnya hubungan pernikahan sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa dalam penciptaan, Allah melihat pentingnya adanya penolong yang sepadan bagi manusia, dan karenanya menciptakan perempuan.

Mazmur tanggapan, yang diambil dari **Mazmur 128:1-6**, berbicara tentang kebahagiaan yang datang dari takut akan Tuhan, dan bagaimana berkat-Nya melimpah dalam kehidupan keluarga yang takut akan-Nya. Mazmur ini menegaskan bahwa seorang istri yang baik dan anak-anak yang seperti tunas pohon zaitun adalah berkat dari Tuhan bagi mereka yang hidup menurut kehendak-Nya.

Bacaan kedua dari **Ibrani 2:9-11** mengajarkan bahwa Yesus, melalui penderitaan dan kematian-Nya, membawa kita kepada keselamatan. Pengorbanan Yesus bagi semua manusia adalah bentuk kasih yang sempurna, dan kita diajak untuk meneladani kasih itu dalam kehidupan kita, terutama dalam hubungan perkawinan.

Dalam **Injil Markus 10:2-12**, Yesus menanggapi pertanyaan orang-orang Farisi tentang perceraian. Yesus menegaskan bahwa apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Cinta dan komitmen dalam perkawinan bukanlah sekadar kesepakatan manusiawi, tetapi merupakan perjanjian suci di hadapan Allah.

**Kesetiaan dalam Perkawinan sebagai Cerminan Kasih Allah**

Romo Fransiskus menutup homilinya dengan mengatakan bahwa kesetiaan dalam perkawinan adalah tanda cinta Allah yang terus-menerus mencintai umat-Nya, seperti cinta-Nya kepada bangsa Israel meskipun mereka seringkali tidak setia. “Dalam hubungan suami istri, kita dipanggil untuk melengkapi satu sama lain, saling mengasihi dalam kelemahan, dan setia pada janji yang kita ucapkan di hadapan Tuhan,” ujar Romo Fransiskus.

Pesan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati dan kesetiaan sebagai dasar hubungan yang kuat, tidak hanya dalam perkawinan, tetapi juga dalam hubungan kita dengan Tuhan. Yesus tetap setia pada janji-Nya kepada kita, dan kita dipanggil untuk meneladani kesetiaan itu dalam hubungan kita dengan pasangan hidup.


**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**  

**Tanggal: 6 Oktober 2024**







About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar