**Ketapang, 14 Oktober 2024**Pesparani Keuskupan Ketapang 2024: Perayaan dan Lomba Paduan Suara Gerejani yang Penuh Semarak**
Perayaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Keuskupan Ketapang tahun 2024 berlangsung dengan penuh kemeriahan dan sukacita. Dengan mengusung tema **"Bersaudara dalam Sabda Tuhan"**, acara yang digelar pada Jumat, 11 Oktober 2024, ini menjadi momen penting bagi umat Katolik di Keuskupan Ketapang dan sekitarnya. PESPARANI kali ini menghadirkan serangkaian lomba paduan suara serta pagelaran musik liturgi yang diwarnai dengan nyanyian rohani, menciptakan suasana yang penuh kekhidmatan sekaligus kegembiraan.
PESPARANI bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengekspresikan iman melalui seni budaya. Kegiatan ini melibatkan umat Katolik dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Ketapang, yang turut berpartisipasi dalam lomba dan pagelaran. Mereka mempersembahkan talenta mereka dalam bernyanyi dan bermusik, sebagai bentuk pengabdian dan persembahan kepada Tuhan.
Dalam acara tersebut, hadir sejumlah tokoh penting yang memberikan dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan PESPARANI 2024. Di antaranya adalah Bupati Ketapang, **Martin Rantan, S.H., M.Sos**, yang hadir dengan penuh antusiasme untuk menyaksikan kemeriahan dan mendukung kegiatan keagamaan ini. Selain itu, **Uskup Keuskupan Ketapang**, **Mgr. Pius Riana Prapdi**, juga turut memimpin jalannya acara dengan penuh kebijaksanaan dan kebapakan.
Unsur Forkopimda Ketapang, yang terdiri dari berbagai elemen pemerintahan daerah, kepolisian, dan TNI, turut hadir memberikan apresiasi terhadap PESPARANI sebagai salah satu bentuk kerjasama antara gereja dan masyarakat luas. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan ini tidak hanya milik umat Katolik, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Salah satu tokoh penting yang hadir adalah **Kalapas Ketapang**, **Julius Barus**, yang menunjukkan komitmen Lapas Ketapang untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Dengan partisipasinya, Julius Barus menyampaikan bahwa Lapas Ketapang selalu berupaya membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk gereja, demi terciptanya kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman.
Acara pembukaan PESPARANI 2024 ditandai dengan **pemukulan gong sebanyak lima kali** oleh Uskup Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi. Pemukulan gong ini memiliki makna mendalam dan simbolis, mengiringi awal dari perayaan PESPARANI yang penuh dengan sukacita. Lima kali pukulan gong tersebut tidak hanya sekedar tanda dimulainya acara, tetapi juga menyimpan refleksi spiritual yang penting bagi umat yang hadir.
**Refleksi Makna Pemukulan Gong Sebanyak 5 Kali**
1. **Gong 5
Perintah Gereja**
Pemukulan gong ini secara mendalam dapat dimaknai sebagai simbol dari **lima perintah Gereja**, yang menjadi tuntunan bagi umat Katolik dalam menjalani hidup beriman. Lima perintah ini menegaskan pentingnya penghayatan akan Misteri Keselamatan Allah yang terwujud dalam diri Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, yang memberikan pengharapan kepada umat manusia.
2. **Gong Cinta Kasih, Persaudaraan, Persatuan,
Perdamaian, dan Keharmonisan**
Lima kali pukulan gong juga dapat ditafsirkan sebagai simbol cinta kasih, persaudaraan, persatuan, perdamaian, dan keharmonisan, yang merupakan nilai-nilai utama yang selalu diperjuangkan oleh Gereja. Khususnya di Kalimantan Barat, Keuskupan Ketapang terus mengedepankan kerukunan antar umat beragama dan hidup damai di tengah-tengah keberagaman. PESPARANI menjadi wujud nyata dari persaudaraan lintas umat dan kebersamaan dalam iman kepada Tuhan.
3. **Gong
ADRAS Keuskupan Ketapang**
Pemukulan gong lima kali juga mengingatkan umat akan **ADRAS** (Arah Dasar Pastoral) Keuskupan Ketapang yang terdiri dari lima butir visi dan misi. ADRAS ini menjadi landasan dalam pelayanan pastoral dan karya kegembalaan di Keuskupan Ketapang, yang bertujuan untuk membawa umat semakin mendekat kepada Tuhan, serta semakin peduli dan terlibat dalam kehidupan sosial di sekitarnya. ADRAS mencakup aspek-aspek penting dalam tata kegembalaan yang menekankan pada perwujudan cinta kasih, tanggung jawab, dan kesetiaan dalam pelayanan kepada umat.
PESPARANI 2024 juga menjadi sarana untuk menguatkan spiritualitas umat melalui nyanyian rohani yang dilantunkan dengan penuh penghayatan. Setiap nada dan syair yang dibawakan tidak hanya menggetarkan hati, tetapi juga meneguhkan iman. Melalui musik liturgi, umat diajak untuk merenungkan sabda Tuhan dan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap langkah kehidupan.
Acara ini tidak hanya disaksikan oleh umat Katolik, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya, yang datang untuk merasakan suasana kebersamaan yang dihadirkan oleh PESPARANI. Ini menjadi bukti bahwa perayaan seni budaya rohani tidak hanya milik satu kelompok agama, tetapi juga dapat menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan antar masyarakat.
PESPARANI Keuskupan Ketapang tahun 2024 membawa pesan penting bagi seluruh umat Katolik di wilayah ini. Melalui ajang ini, umat diajak untuk semakin bersatu dalam Sabda Tuhan dan semakin memperkokoh iman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Tema "Bersaudara dalam Sabda Tuhan" menekankan pentingnya hidup bersama dalam kasih, seperti yang diajarkan oleh Yesus Kristus.
Sebagai penutup, refleksi dari pemukulan gong lima kali oleh Bapa Uskup sangatlah relevan dengan motto episkopal beliau, "Servient in Caritate" atau **"Pelayanan dalam Kasih". PESPARANI 2024 menjadi momentum bagi umat untuk semakin berkomitmen dalam melayani sesama dengan penuh kasih, sebagaimana Tuhan telah mengasihi mereka.
Dengan semangat persaudaraan dan pelayanan dalam kasih, umat Katolik di Keuskupan Ketapang terus melangkah maju dalam iman dan karya, mewujudkan kasih Tuhan dalam setiap tindakan dan pelayanan mereka. PESPARANI 2024 menjadi bukti nyata bahwa iman yang hidup selalu diiringi dengan karya dan kebersamaan, untuk mencapai kesejahteraan bersama dalam kerukunan dan perdamaian.
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya
Kumang**
**Tanggal: 14 Oktober 2024**

0 comments:
Posting Komentar