Foto
Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC (tengah), Sekjen KWI, Mgr.
Paskalis Bruno Syukur, OFM (kanan), dan Kepala Departemen Dokumentasi dan
Penerangan KWI, Romo Thomas Eddy Susanto SCJ, saat memberikan konferensi pers
Sidang Tahunan KWI 2024. *Ketapang, 15 November 2024*
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia
(KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, didampingi Sekjen KWI Mgr. Paskalis
Bruno Syukur, OFM, dan Kepala Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI Romo
Thomas Eddy Susanto, SCJ, menggelar konferensi pers pada Selasa (12/11/2024) di
Gedung KWI, Jakarta Pusat. Konferensi pers ini diadakan di tengah
berlangsungnya Sidang Tahunan KWI yang kedua pada tahun 2024, yang dilaksanakan
pada 7-13 November, bertepatan dengan momentum peringatan 100 tahun KWI.
Dalam pidatonya, Mgr. Antonius
menyampaikan bahwa tema *“Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa”*
menjadi landasan bagi Gereja Katolik untuk lebih aktif dalam kehidupan sosial
Indonesia, dengan menekankan peran penting Gereja dalam bidang kesehatan,
pendidikan, dan dukungan bagi lansia serta difabel. “Gereja Katolik juga sangat
memperhatikan keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Umat Katolik didorong
untuk semakin toleran terhadap umat beragama lain, demi terwujudnya kerukunan
antarumat beragama,” ujar Mgr. Antonius.
Mgr. Antonius juga menyinggung
kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September lalu, yang menguatkan
toleransi antaragama. Paus Fransiskus sempat mengunjungi Masjid Istiqlal dan
bertemu Imam Besar Masjid Istiqlal, K.H. Nasaruddin Umar, menghasilkan
*Deklarasi Istiqlal* sebagai bentuk komitmen bersama untuk kerukunan. Menurut
Mgr. Antonius, KWI berkomitmen untuk terus membina dialog antaragama dan
meningkatkan relasi dengan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang.
**Persiapan Natal 2024 dan Yubileum 2025**
Selain membahas isu sosial dan
kebangsaan, Sidang Tahunan KWI 2024 juga mempersiapkan perayaan Natal dan Tahun
Yubileum 2025. Untuk Natal tahun ini, KWI bersama Persekutuan Gereja-Gereja di
Indonesia (PGI) menetapkan tema *“Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”*
yang diambil dari Lukas 2:15. Tema ini diharapkan dapat menginspirasi umat
Katolik dan masyarakat Indonesia untuk “melahirkan” pemimpin yang berintegritas
dan menebar kesejahteraan bagi bangsa.
Mgr. Antonius menambahkan bahwa
pada 24 Desember mendatang, Paus Fransiskus akan membuka pintu-pintu basilika
di Vatikan sebagai tanda pembukaan Tahun Yubileum 2025. Tahun Yubileum yang
diadakan setiap 25 tahun ini mengusung tema *Spes Non Confundit* yang berarti
*“Kemurahan Hati Allah”*. Tema ini
mengajak umat untuk menguatkan pengharapan, mengingat bahwa dalam setiap
cobaan, Allah tetap hadir memberi kekuatan.
KWI berharap, melalui perayaan
Natal dan Tahun Yubileum, umat Katolik dapat semakin terinspirasi untuk hidup
dalam semangat kasih, toleransi, dan pengharapan, demi mewujudkan Indonesia
yang lebih damai dan sejahtera.
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya
Kumang**
**Tanggal: 15 November 2024**
0 comments:
Posting Komentar