Foto Menag Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., saat menghadiri peringatan 100 Tahun KWI
*Ketapang, 15 November 2024*
Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin
Umar, MA., menyampaikan harapannya agar Gereja Katolik dapat menjadi pelopor
dalam membangun persaudaraan sejati dan kesejahteraan bersama di Indonesia.
Harapan tersebut disampaikan Menag Nasaruddin saat mewakili Presiden RI Prabowo
Subianto pada peringatan 100 tahun Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di
Kantor KWI, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
“Saya ucapkan selamat atas terlaksananya Sidang Konferensi Waligereja Indonesia Tahun 2024, yang juga menjadi perayaan syukur atas 100 tahun perjalanan Konferensi Waligereja Indonesia,” ungkap Menag Nasaruddin. Ia menegaskan bahwa peringatan yang mengusung tema *Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa’* ini diharapkan semakin memper‘kuat komitmen Gereja Katolik dalam meningkatkan partisipasi umat dan memperdalam iman demi kemajuan bangsa.
Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin
menyoroti peran aktif Gereja Katolik yang selama ini terus berupaya peka
terhadap situasi di sekitarnya, seperti tercermin dalam *Deklarasi Bersama*
antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal yang menegaskan semangat
kerukunan umat beragama. “Semangat berjalan bersama ini menjadi semakin hidup
dengan kunjungan Apostolik Paus Fransiskus yang mempromosikan iman, persaudaraan,
dan kepedulian,” ujarnya.
Menag Nasaruddin juga
menggarisbawahi pentingnya persaudaraan sejati yang melampaui batas perbedaan
dan mengalirkan simpati kepada mereka yang membutuhkan. Melalui deklarasi yang
dibuat bersama di Istiqlal, tertanam harapan untuk membangun perdamaian dan
menghormati martabat manusia dalam menghadapi berbagai krisis yang ada.
“Pertemuan puncak para Pimpinan
Agama Katolik yang digelar rutin ini menunjukkan kekuatan solidaritas umat
Katolik dalam menegakkan kerukunan dan toleransi,” tambah Menag. Baginya, sikap
rukun dan toleran adalah landasan kemanusiaan yang sepatutnya menghargai
perbedaan dan menghindari intoleransi. Ia pun mengapresiasi Gereja Katolik yang
senantiasa mengutamakan kepedulian dan cinta kepada sesama, sebagaimana
dicontohkan Paus Fransiskus dalam kunjungannya di Jakarta baru-baru ini.
Menag Nasaruddin juga menekankan
pentingnya peran Gereja Katolik bersama Pemerintah dalam memberikan respon
cepat terhadap isu-isu krusial untuk menjaga persatuan bangsa. “Pemerintah akan
hadir dan mengayomi dalam kegelisahan masyarakat. Persatuan adalah kunci
keberhasilan bangsa,” ujarnya.
Ia menutup sambutannya dengan
keyakinan bahwa hasil pemikiran para Bapak Uskup dalam Sidang KWI Tahun 2024
akan mempertegas kontribusi Gereja Katolik dalam menghidupkan semangat
kebangsaan masyarakat Indonesia, serta mempererat relasi antara umat beragama
untuk membangun Indonesia yang bersatu dan sejahtera.
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya
Kumang**
**Tanggal: 15 November 2024**

0 comments:
Posting Komentar