**Sidang KWI Kedua Tahun 2024: Membangun Gereja dan Bangsa dengan Kepedulian Kemanusiaan**



              Foto Press Release KWI: Sidang Tahunan II Konferensi Waligereja Indonesia 2024

*Ketapang, 13 November 2024* — Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) kembali menyelenggarakan sidang tahunan untuk meneguhkan komitmen Gereja Katolik dalam membangun bangsa yang damai dan adil serta memberikan perhatian khusus terhadap berbagai isu kemanusiaan. Sidang KWI II Tahun 2024 yang diadakan sejak 7 hingga 13 November 2024 di Jakarta, mengusung tema "Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa" serta menyoroti masalah-masalah kemanusiaan yang mendalam.

Keprihatinan terhadap bencana alam turut menjadi fokus utama dalam sidang kali ini, khususnya mengenai erupsi Gunung Berapi Lewotobi. Bencana tersebut menimbulkan trauma yang besar di berbagai kalangan masyarakat. Ketua KWI, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menyampaikan bahwa KWI merespons cepat dengan mengerahkan *emergency response* melalui Caritas Indonesia (Karina). "Kami telah menyalurkan bantuan untuk para korban melalui koordinasi dengan Caritas setempat dan keuskupan terkait. Penggalangan dana juga dilakukan untuk menunjukkan solidaritas kita," ujarnya.

Sidang ini dihadiri oleh para uskup dari seluruh Indonesia, termasuk tiga uskup baru yang untuk pertama kalinya hadir dalam sidang, yakni Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD (Uskup Agung Ende), Mgr. Fransiskus Nipa (Uskup Agung Makassar), dan Mgr. Maksimus Regus (Uskup Labuan Bajo).

Dalam konferensi pers menjelang penutupan sidang, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, juga menyampaikan bahwa tahun 2024 merupakan peringatan 100 tahun KWI di Indonesia. "Kami bersyukur atas perjalanan panjang ini yang menjadikan KWI sebagai persekutuan para waligereja yang penuh persaudaraan dan dedikasi," tambahnya. Selama satu abad, Gereja Katolik telah aktif dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan amal di seluruh penjuru negeri, berjalan bersama masyarakat serta menghargai budaya dan kearifan lokal.

Sidang ini juga membahas momen kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus pada bulan September 2024. Kehadirannya disambut dengan hangat dan menginspirasi semua umat beragama melalui kesederhanaan dan kepedulian terhadap kaum marjinal, disabilitas, lansia, dan orang-orang sakit. Paus Fransiskus juga menandatangani Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 yang menyerukan kerukunan umat beragama dan komitmen kemanusiaan.

Pesan Natal Bersama yang disampaikan KWI dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) turut menjadi bagian dari sidang ini, dengan tema *“Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem”* (Luk 2:15). Kedua lembaga keagamaan tersebut mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan, mempererat persaudaraan, dan menjadikan Indonesia sebagai "Betlehem" baru yang melahirkan para pemimpin berjiwa pelayan serta peduli pada kepentingan bangsa.

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, menutup sidang dengan mengingatkan umat Katolik bahwa tahun 2025 akan menjadi Tahun Yubileum yang diperingati secara internasional. Paus Fransiskus memilih tema "Spes Non Confundit" yang bermakna *harapan yang tidak mengecewakan* sebagai penguatan bagi semua umat. “Semoga kita semua senantiasa memiliki pengharapan dan berjuang untuk Gereja dan Bangsa Indonesia yang penuh cinta kasih Allah,” pungkasnya. 

Dengan semangat sinodalitas, KWI menegaskan kembali komitmennya dalam memperjuangkan kemanusiaan dan membangun bangsa yang lebih harmonis.


**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**  

**Tanggal: 13 November 2024**

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar