Bertemu dengan berbagai tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar.
NGOPI: BUPATI ALEX BERSAMA TOKOH AGAMA SEKETAPANG: SILATURAHMI KEBANGSAAN DALAM UPAYA MEMUPUK PERSATUAN BANGSA.
Minggu, 10 Agustus 2025, bertempat di rumah singgah PP Hidayaturrahman 02 Kholwat Tanjungpura, Ketapang,
Bapa Bupati Ketapang, Alexander Wilyo S.STP. M.Si, bertemu dengan berbagai tokoh lintas agama dan masyarakat sekitar.
Ngopi (ngobrol pintar) antara Bapa Bupati Alexander dan para tokoh lintas iman mengangkat tema:
"Silaturahmi Kebangsaan dalam upaya memupuk Persatuan Bangsa dan Merajut kesatuan NKRI serta merekatkan persaudaraan."
Dialog menjadi sangat menarik dan bermakna karena masing-masing tokoh agama diberi kesempatan untuk berbicara dengan nurani, sembari memberi masukkan yang berguna kepada Bapa Bupati Alex untuk membangun kabupaten Ketapang yang lebih bermartabat.
Bapa Uskup Pius, Uskup Keuskupan Ketapang mewakili umat Katolik Sekeuskupan Ketapang, menyuarakan beberapa poin penting yang sangat prinsip untuk membangun kabupaten Ketapang yang maju dan lebih bermartabat. "Pemimpin (Bupati, Wakil Bupati dan seluruh jajarannya) bersama tokoh-tokoh agama dan masyarakat harus sefrekuensi, secita-cita untuk membangun Kabupaten Ketapang. Jangan berpikir apa yang Bupati berikan kepada kita, tetapi berpikirlah apa yang kita bisa berikan kepada Pemerintah (Bupati). Beliau menegaskan bahwa umat Katolik Ketapang tidak akan mundur selangkahpun untuk mendukung Bapak Bupati Alex terutama dalam menyukkseskan program-program yang pro-kemajuan dan kemanusiaan. Beliau menyinggung bagaimana setelah pemilihan, Bapa Bupati Alex mengadakan misa bersama di pendopo Bupati. Ini menandakan dukungan Gereja Katolik terhadap kepemimpinan beliau.
Lebih lanjut Bapa Uskup Pius menekankan, kita tidak boleh melupakan beberapa hal penting yang selama ini selalu menjadi keluhan masyarakat yaitu infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan. "Jalan seperti urat nadi dalam tubuh manusia,". Jika urat nadi rusak dan putus maka akan merusak dan mengganggu mekanisme tubuh, jika tidak ingin disebut stroke atau mati." Demikian juga, infrastruktur jalan yang tidak terurus, rusak, akan mengganggu mobilitas manusia, akses barang-barang penting menjadi terhambat, kita akan tetap terisolasi dan luput dari perubahan.
Kita tidak bisa menjadi masyarakat yang terima atau mengiyakan begitu saja apa yang menjadi pikiran pemerintah, tetapi kita bisa beri koreksi, masukan yang berguna kepada pemerintah, bukan karena benci, tetapi karena kepedulian terhadap Kabupaten Ketapang yang kita cintai. Kita bisa memberi masukkan jika belum diperhatikan oleh pemerintah.
Selain infrastruktur jalan, Bapa Uskup Pius juga menyinggung tentang pendidikan. Pendidikan merupakan pintu masuk menuju peradaban.
Poin penting lain yaitu, masukan dari tokoh-tokoh agama Kristen Protestan, secara umum mereka mengeluhkan tentang "peredaran narkoba di Ketapang sangat masif, sudah banyak anak-anak kita yang terjerat, jika kita tidak memagari ini, maka kita akan kehilangan generasi emas kabupaten Ketapang di kemudian hari."
Demikian halnya dari para tokoh agama Budha. Mereka mengimpikan kabupaten Ketapang yang rukun dan damai. Pemerintah berhasil jika masyarakat sejahtera, atau kinerja pemerintah baik jika masyarakatnya semakin maju. Maka kita beri kesempatan seluas-luasnya kepada pemerintah untuk mengimprovisasi pembangunan di Kabupaten Ketapang ini sedemikian rupa. Dukungan yang positif dari masyarakat akan meningkatkan mutu kinerja pemerintah. Tantangan agama Budha di Kabupaten Ketapang, "mereka kekurangan guru agama Budha, di Kabupaten Ketapang hanya ada satu guru PNS. Mereka ingin pemerintah memperhatikan ini, karena mereka rindu supaya bisa seperti agama yang lain." Mereka juga menyerukan perhatian kepada kaum muda, "jika kaum muda tidak kita layani dengan baik, maka kita kehilangan generasi emas." "Pembangunan yang baik itu, jika ada kerjasama lintas sektor, termasuk dengan tokoh-tokoh agama."
Demikian juga dari tokoh agama Islam. "Agama silahkan dijalankan, tetapi jangan dalam bentuk negara." Walaupun agama, suku berbeda, mari kita jaga Indonesia sebagai rumah bersama. Mereka mencontohkan tokoh Gus Dur, tokoh yang telah mempersatukan bangsa, merangkul semua suku. Mari kita jaga bersama bangsa ini. Burung Garuda sudah pegang dan genggam dengan begitu erat, bhineka tunggal ika jangan dilepas."
Dari sekian masukan yang ada Bapa Bupati Alex, mengucapkan terima kasih banyak kepada para tokoh agama. Ini merupakan bentuk perhatian riil dari tokoh agama terhadap kepemimpinan beliau saat ini. Semoga kita tidak kehilangan moment berharga seperti ini, imbuhnya.
"Jika hubungan baik, maka kita akan dengan mudah membangun Ketapang yang lebih maju." Beliau menyinggung "baju putih tanpa simbol." Mau menunjukkan spirit kepemimpinan beliau, mendedikasikan diri utuk orang banyak, tanpa sekat, pemimpin yang adil untuk semua. Beliau tegaskan bahwa berapa poin yang disuarakan oleh tokoh agama, pemerintah sedang memperjuangkannya. "Bukan susah atau berat, tetapi tidak semudah membalikkan telapak tangan."
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 10 Agustus 2025







0 comments:
Posting Komentar