Tes Online 112 Calon Krisma Paroki Santo Agustinus Paya Kumang: Langkah Akhir Menuju Sakramen Penguatan

 

Foto  RP. Vitalis Nggeal, CP

Tes Online 112 Calon Krisma Paroki Santo Agustinus Paya Kumang: Langkah Akhir Menuju Sakramen Penguatan

Ketapang, 10 Agustus 2025.Suasana penuh semangat dan harapan memenuhi Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada Senin pagi. Setelah Misa pagi yang dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB, sebanyak 112 calon penerima Sakramen Krisma menjalani tes online sebagai bagian dari persiapan akhir menuju penerimaan sakramen penguatan tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pastor Kepala Paroki, RP. Vitalis Nggeal, CP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan yang tegas sekaligus penuh makna kepada para calon krisma.

“Krisma adalah Sakramen Penguatan, panggilan Allah, dan tanda pendewasaan iman. Berarti Anda bukan anak-anak lagi dalam Gereja. Kalau anak-anak selalu diingatkan dan diarahkan orang tua, kita sudah tidak pada level itu lagi. Karena kita sudah dewasa, kita diberi tanggung jawab yang harus dijalankan,” tegasnya.

Hadir pula Ketua Bidang Pewartaan Paroki, Hendrikus Hendri, S.S., serta Ignasius Rinso Tigor, S.S., yang selama ini mendampingi dan mengajar para calon krisma. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap proses pembinaan iman para peserta.



































Persiapan yang Ketat dan Penuh Makna

Proses persiapan penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang terkenal ketat, dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Tidak sedikit umat yang sempat merasa terbebani mengikuti dinamika ini. Namun, mayoritas tetap memilih bertahan, mengikuti pelajaran dan tes online dengan kesetiaan.

Seorang calon krisma mengungkapkan pengalamannya, “Awalnya saya merasa berat mengikuti pelajaran ini. Saya pikir, aku tidak perlu mengikuti pelajaran ini. Namun, seiring waktu, saya berubah. Saya menemukan buah-buah rohani yang bisa saya dapatkan dari persiapan ini.”

Kisah lain datang dari peserta yang merasakan perjalanan rohaninya semakin dalam, “Setelah pencarian makna hidup yang panjang, saya dihantar menemukan makna hidup yang sejati, yaitu percaya pada Yesus dan mau membarui diri. Ternyata apa yang selama ini saya cari tak membawa kebahagiaan sejati.”

Mengapa Persiapan Diperlukan?

Gereja menetapkan bahwa setiap umat yang akan menerima sakramen perlu mengikuti persiapan rohani secara serius. Persiapan ini tidak hanya ditujukan bagi calon penerima, tetapi juga melibatkan orang tua atau wali.

Sakramen-sakramen Gereja Baptis, Ekaristi, Krisma, Pengakuan Dosa, Perkawinan, Imamat, dan Pengurapan Orang Sakit  merupakan tanda yang kelihatan dari misteri Kristus, yang bekerja dalam Gereja melalui kuasa Roh Kudus. Sakramen menjadi saluran rahmat Allah sekaligus tanda kehadiran-Nya di tengah umat.

Dengan pemahaman ini, Gereja memandang persiapan yang sungguh-sungguh sebagai langkah wajar dan sepantasnya sebelum menerima sakramen. Bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses rohani yang membawa umat pada kedewasaan iman dan keselamatan.

Melalui tes online ini, para calon krisma di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang tidak hanya diuji pengetahuan iman, tetapi juga dipanggil untuk menegaskan komitmen mereka dalam menjalani hidup kristiani yang matang, bertanggung jawab, dan setia pada panggilan Tuhan.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   10 Agustus  2025 


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar