Dalam Terang Kebangkitan Kristus: Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Berduka atas Wafatnya Bapak Yohanes Budi Santoso

 


Ketapang, 5 Juli 2026.Suasana duka menyelimuti keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, setelah berpulangnya salah seorang umat yang dikenal penuh kesederhanaan, ketekunan, dan semangat pelayanan, Bapak Yohanes Budi Santoso. Almarhum meninggal dunia di Ketapang pada Sabtu, 4 Juli 2026, dalam usia 72 tahun.

Kepergian Bapak Yohanes Budi Santoso membawa duka yang mendalam bagi keluarga, sanak saudara, sahabat, lingkungan, dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Namun, di tengah rasa kehilangan tersebut, Gereja Katolik mengajak setiap umat untuk tetap menaruh harapan kepada Kristus yang telah bangkit. Iman akan kebangkitan menjadi sumber penghiburan yang menguatkan hati setiap orang yang ditinggalkan.

Bapak Yohanes Budi Santoso lahir di Senakin pada 28 Agustus 1953. Selama hidupnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, pekerja keras, serta memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama. Dalam kehidupan menggereja, beliau merupakan warga Lingkungan Santo Paulus dari Salib yang aktif hadir dalam kehidupan umat dan selalu berusaha memberikan teladan iman kepada keluarga maupun masyarakat.

Bagi keluarga, beliau adalah sosok ayah yang penuh kasih. Almarhum merupakan ayah dari Saudari Christina, yang selama ini bersama keluarga mendampingi beliau dalam suka maupun duka. Kasih sayang yang beliau tanamkan menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang oleh anak-anak, cucu, keluarga besar, serta semua orang yang pernah mengenalnya.

Sebagai umat Katolik, Bapak Yohanes Budi Santoso senantiasa berusaha menghidupi nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari. Kesetiaan mengikuti perayaan Ekaristi, keterlibatan dalam kehidupan lingkungan, serta sikap terbuka terhadap sesama menjadi kesaksian iman yang nyata. Walaupun beliau telah dipanggil Tuhan, kenangan akan keteladanan hidupnya tetap hidup di hati banyak orang.

Atas nama Gereja, Pastor Kepala ex officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam ungkapan dukanya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengatakan:

"Saya sangat merasakan kehilangan atas berpulangnya Bapak Yohanes Budi Santoso. Namun iman kita mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kehidupan abadi. Terima kasih atas segala kebaikan dan pelayanan yang telah beliau berikan selama hidupnya. Mari kita serahkan beliau ke dalam pelukan kerahiman Ilahi."

Ucapan tersebut menjadi penghiburan bagi seluruh umat. Gereja mengajarkan bahwa setiap orang yang meninggal dalam Kristus dipanggil menuju kehidupan kekal. Oleh sebab itu, doa-doa Gereja menjadi ungkapan kasih yang terus menyertai perjalanan jiwa almarhum menuju rumah Bapa.

Turut menyampaikan belasungkawa ialah jajaran Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, yakni:

Ketua I: Bapak Jeno Leo

Ketua II: Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro

Ketua Lingkungan Santo Paulus dari Salib, Bapak Vincentius Ferreri Fengky, bersama seluruh umat lingkungan juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang berduka. Kehadiran umat dalam setiap rangkaian doa menjadi wujud nyata persaudaraan Kristiani yang terus hidup di tengah Gereja.

Dalam semangat persaudaraan itu, seluruh umat diajak untuk mengenang perjalanan hidup almarhum dengan penuh syukur. Kehidupan seorang beriman tidak diukur dari panjangnya usia, melainkan dari kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Warisan iman, pengabdian, dan kasih menjadi kenangan yang akan terus hidup dalam hati keluarga serta umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.

Sebagai ungkapan kasih dan penghormatan terakhir kepada almarhum, keluarga bersama Paroki Santo Agustinus Paya Kumang serta Lingkungan Santo Paulus dari Salib menyelenggarakan rangkaian doa sebagai berikut:

Koronka Kerahiman Ilahi dan Rosario

Minggu, 5 Juli 2026, pukul 15.00 WIB.

Ibadat Penghiburan

Minggu, 5 Juli 2026, pukul 19.00 WIB, dipimpin oleh Prodiakon Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro.

Misa Requiem

Senin, 6 Juli 2026, pukul 07.30 WIB, dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, dilanjutkan dengan prosesi pemakaman di Pemakaman Katolik Sei Awan.

Seluruh umat diundang untuk hadir dan bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan. Kehadiran umat merupakan tanda nyata solidaritas, persaudaraan, dan iman akan persekutuan para kudus.

Sabda Tuhan dalam 1 Tesalonika 4:14 menjadi pengharapan bagi seluruh umat:

"Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia."

Ayat tersebut meneguhkan iman Gereja bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan awal dari perjumpaan abadi bersama Kristus yang telah mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya. Dalam keyakinan inilah seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang mempersembahkan doa bagi almarhum Bapak Yohanes Budi Santoso, seraya memohon agar Tuhan menerima beliau dalam damai kekal dan memberikan kekuatan, penghiburan, serta pengharapan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Makna Kematian dalam Terang Iman Katolik: Pengharapan yang Tidak Pernah Padam

Di tengah kesedihan yang dirasakan oleh keluarga besar Bapak Yohanes Budi Santoso, Gereja Katolik senantiasa mengajarkan bahwa wafatnya seorang beriman bukanlah perpisahan yang tanpa harapan. Sebaliknya, kematian merupakan perjalanan menuju kepenuhan hidup bersama Allah. Keyakinan inilah yang menjadi sumber kekuatan bagi keluarga, sahabat, dan seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dalam menghadapi duka.

Iman Katolik berakar pada misteri wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Karena Kristus telah bangkit mengalahkan maut, maka setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki harapan akan kehidupan kekal. Harapan tersebut bukan sekadar penghiburan, tetapi merupakan inti iman Gereja yang diwariskan sejak zaman para rasul.

Oleh sebab itu, setiap kali Gereja merayakan Misa Requiem, doa-doa yang dipanjatkan bukan hanya merupakan ungkapan belasungkawa, melainkan juga ungkapan iman bahwa Allah yang Maharahim akan menerima jiwa orang yang telah berpulang ke dalam kerajaan-Nya. Seluruh umat dipanggil untuk berdoa bagi mereka yang telah meninggal agar memperoleh penyucian dan menikmati kebahagiaan abadi bersama para kudus.

Kepergian Bapak Yohanes Budi Santoso menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk merenungkan kembali makna hidup. Hidup di dunia adalah anugerah yang dipercayakan Allah kepada setiap manusia agar dipergunakan untuk mengasihi Tuhan dan melayani sesama. Apa yang ditanam selama hidup akan menjadi kesaksian yang terus dikenang setelah seseorang dipanggil menghadap Sang Pencipta.

Sosok yang Dikenang karena Kesederhanaan

Bagi umat Lingkungan Santo Paulus dari Salib, nama Bapak Yohanes Budi Santoso bukanlah nama yang asing. Beliau dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, serta senantiasa hadir dalam berbagai kegiatan lingkungan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Kesederhanaan menjadi ciri khas hidup beliau. Dalam setiap perjumpaan, beliau selalu berusaha menghadirkan suasana damai dan persaudaraan. Sikap rendah hati yang beliau tunjukkan membuat banyak orang merasa dekat dan nyaman.

Bagi keluarga, beliau merupakan figur ayah yang mengutamakan kasih, tanggung jawab, dan pendidikan iman. Nilai-nilai kehidupan yang diwariskan menjadi bekal berharga bagi anak-anak dan generasi penerus keluarga.

Ungkapan Duka dari Pastor Paroki

Pastor Kepala ex officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, RP. Vitalis Nggeal, CP, kembali mengajak seluruh umat untuk tetap memandang peristiwa kematian dalam terang iman.

Beliau menegaskan bahwa setiap orang beriman dipanggil untuk mempersiapkan diri menyambut panggilan Tuhan melalui kehidupan yang dipenuhi kasih, pertobatan, doa, dan pelayanan kepada sesama.

Menurut RP. Vitalis Nggeal, CP, kenangan terbaik terhadap seseorang yang telah meninggal bukan hanya melalui air mata, melainkan juga dengan melanjutkan teladan hidup yang baik, mempererat persaudaraan, dan semakin setia mengikuti Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau juga mengajak seluruh umat agar tetap mendampingi keluarga yang sedang berduka melalui doa, kunjungan, perhatian, dan kasih persaudaraan. Kehadiran umat merupakan tanda nyata Gereja sebagai keluarga Allah yang saling menopang dalam suka maupun duka.

Solidaritas Dewan Pastoral Paroki

Atas nama Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Ketua I Bapak Jeno Leo menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah seorang umat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan paroki.

Beliau mengajak seluruh umat untuk bersama-sama mendoakan almarhum dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang mengalami masa-masa sulit. Menurutnya, semangat persaudaraan Kristiani hendaknya terus dipelihara sehingga setiap keluarga yang mengalami kedukaan dapat merasakan kehadiran Gereja.

Sementara itu, Ketua II DPP, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro, yang juga memimpin Ibadat Penghiburan, mengingatkan bahwa doa bersama merupakan bentuk kasih yang paling indah bagi saudara-saudari yang telah berpulang. Dalam doa, Gereja mempersatukan seluruh umat dengan Kristus, Sang Sumber Kehidupan.

Beliau mengajak umat untuk hadir dalam seluruh rangkaian ibadat, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, tetapi juga sebagai ungkapan iman akan kebangkitan.

Kehadiran Lingkungan Santo Paulus dari Salib

Ketua Lingkungan Santo Paulus dari Salib, Bapak Vincentius Ferreri Fengky, bersama seluruh umat lingkungan menyampaikan rasa belasungkawa yang tulus kepada keluarga besar almarhum.

Menurut beliau, kehilangan seorang anggota lingkungan selalu meninggalkan kesedihan yang mendalam. Namun, dalam iman Katolik, seluruh umat percaya bahwa kasih Allah jauh lebih besar daripada dukacita manusia.

Lingkungan Santo Paulus dari Salib berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga melalui doa, kebersamaan, dan perhatian selama masa perkabungan. Kehadiran umat dalam doa Koronka Kerahiman Ilahi, Rosario, Ibadat Penghiburan, hingga Misa Requiem menjadi wujud nyata persaudaraan yang dibangun di atas kasih Kristus.

Gereja sebagai Keluarga Allah

Peristiwa duka ini kembali mengingatkan seluruh umat bahwa Gereja bukan hanya tempat beribadah, melainkan juga keluarga besar yang dipersatukan oleh iman kepada Kristus. Ketika satu anggota menderita, seluruh anggota turut merasakan penderitaan itu. Sebaliknya, ketika satu anggota memperoleh penghiburan, seluruh Gereja ikut bersyukur kepada Allah.

Semangat kebersamaan inilah yang tampak di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Kehadiran pastor, pengurus Dewan Pastoral Paroki, pengurus lingkungan, prodiakon, keluarga, sahabat, dan umat menunjukkan bahwa kasih Kristus sungguh hidup dalam kehidupan menggereja.

Melalui dukungan moral, doa, dan pendampingan yang diberikan kepada keluarga Bapak Yohanes Budi Santoso, Gereja menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih. Semoga seluruh rangkaian doa dan perayaan Ekaristi menjadi sumber penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan serta menjadi persembahan kasih bagi almarhum, agar ia beristirahat dalam damai dan memperoleh sukacita kekal di hadirat Tuhan.

Seluruh Umat Bersatu dalam Doa Mengantar Kepergian Almarhum

Rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum Bapak Yohanes Budi Santoso menjadi ungkapan iman dan kasih dari keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang. Dalam semangat persaudaraan Kristiani, umat diajak untuk tidak hanya mengenang kehidupan almarhum, tetapi juga mempersembahkan doa-doa terbaik agar beliau memperoleh kebahagiaan kekal bersama Allah.

Sebagai bagian dari tradisi Gereja Katolik, keluarga bersama umat mengadakan Koronka Kerahiman Ilahi dan Rosario pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 15.00 WIB. Doa Koronka menjadi permohonan agar Yesus Yang Maharahim menganugerahkan pengampunan dan damai abadi kepada almarhum. Sementara itu, doa Rosario dipersembahkan melalui perantaraan Santa Perawan Maria agar keluarga memperoleh kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi masa berkabung.

Pada malam harinya, Minggu, 5 Juli 2026, pukul 19.00 WIB, dilaksanakan Ibadat Penghiburan yang dipimpin oleh Prodiakon Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro. Dalam ibadat tersebut, umat bersama-sama mendengarkan Sabda Allah, menaikkan doa syafaat, dan memohon agar keluarga yang ditinggalkan dikuatkan oleh Roh Kudus.

Ibadat Penghiburan merupakan kesempatan bagi seluruh umat untuk menghayati kembali kasih Allah yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Dalam suasana doa yang khidmat, keluarga, kerabat, dan umat diajak menyerahkan seluruh kesedihan kepada Tuhan, yang senantiasa setia menyertai umat-Nya.

Puncak penghormatan terakhir dilaksanakan dalam Misa Requiem pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 07.30 WIB, yang dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, Pastor Kepala ex officio Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Perayaan Ekaristi ini menjadi ungkapan syukur atas kehidupan almarhum sekaligus doa Gereja agar Allah menerima beliau ke dalam kemuliaan surgawi.

RP. Vitalis Nggeal, CP mengajak umat untuk memandang kematian dengan iman akan Kristus yang bangkit. Beliau menegaskan bahwa setiap orang beriman dipanggil untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan melalui kehidupan yang dipenuhi kasih, pengampunan, pelayanan, dan kesetiaan kepada Injil.

Beliau juga mengingatkan bahwa kenangan terbaik terhadap orang yang telah meninggal bukan hanya melalui bunga atau air mata, melainkan dengan melanjutkan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskannya. Kasih kepada keluarga, semangat melayani, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada Gereja merupakan warisan rohani yang patut diteruskan oleh generasi berikutnya.

Sesudah Perayaan Ekaristi, jenazah almarhum diantar menuju Pemakaman Katolik Sei Awan. Dalam suasana hening dan penuh doa, keluarga, pastor, para prodiakon, Dewan Pastoral Paroki, pengurus lingkungan, serta umat mengiringi kepergian almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Prosesi pemakaman bukan sekadar perpisahan, melainkan juga kesaksian iman bahwa setiap orang yang dibaptis dipanggil untuk mengambil bagian dalam kebangkitan Kristus. Gereja percaya bahwa kematian telah dikalahkan oleh kasih Allah yang dinyatakan melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus.

Warisan Iman yang Tetap Hidup

Walaupun Bapak Yohanes Budi Santoso telah berpulang, teladan hidupnya akan tetap dikenang oleh keluarga dan umat. Kesederhanaan, ketulusan, kerendahan hati, dan semangat persaudaraan yang beliau tunjukkan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Bagi keluarga, kenangan akan kasih seorang ayah akan selalu hidup. Bagi lingkungan dan paroki, beliau dikenang sebagai seorang umat yang setia menjalankan kehidupan menggereja dan menjaga kebersamaan dengan sesama.

Dukungan yang diberikan oleh Bapak Jeno Leo selaku Ketua I Dewan Pastoral Paroki, Bapak Andreas Didik Eko Purwantoro selaku Ketua II Dewan Pastoral Paroki, Bapak Vincentius Ferreri Fengky selaku Ketua Lingkungan Santo Paulus dari Salib, serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menunjukkan bahwa Gereja sungguh hadir mendampingi keluarga yang sedang berduka.

Semangat solidaritas tersebut menjadi cerminan Gereja sebagai persekutuan umat Allah yang saling menopang dalam kasih. Kehadiran umat dalam setiap rangkaian doa dan liturgi memperlihatkan bahwa ikatan persaudaraan dalam Kristus tidak berhenti oleh kematian, tetapi terus berlanjut dalam doa.

Pengharapan dalam Sabda Allah

Sabda Tuhan dalam 1 Tesalonika 4:14 menjadi dasar pengharapan seluruh umat:

"Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia."

Ayat ini meneguhkan keyakinan Gereja bahwa mereka yang meninggal dalam Kristus akan mengambil bagian dalam kehidupan yang kekal. Oleh karena itu, umat tidak larut dalam keputusasaan, melainkan memandang masa depan dengan harapan yang bersumber dari kebangkitan Tuhan.

Semoga Allah Yang Maharahim berkenan menerima jiwa Bapak Yohanes Budi Santoso ke dalam kemuliaan surgawi, mengampuni segala kekurangan beliau, dan menganugerahkan damai abadi di rumah Bapa.

Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa memperoleh kekuatan, penghiburan, kesehatan, dan keteguhan iman dalam menghadapi kehilangan ini. Kiranya seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, terus dipersatukan dalam kasih Kristus, saling menopang dalam doa, dan semakin setia mewartakan Injil melalui kehidupan sehari-hari.

Selamat jalan, Bapak Yohanes Budi Santoso. Terima kasih atas teladan iman, kasih, dan pengabdian yang telah diwariskan. Semoga beristirahat dalam damai bersama Kristus yang bangkit. Requiescat in Pace. Amin.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 5 Juli 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar