RP. Vitalis Nggeal, CP: Datanglah kepada Kristus, Hanya Dia yang Memberikan Kelegaan Sejati


Foto RP. Vitalis Nggeal, CP.Pimpin Misa

Ketapang, 5 Juli 2026.Umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XIV pada Minggu, 5 Juli 2026. Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP dengan warna liturgi hijau, yang melambangkan Masa Biasa dalam kalender liturgi Gereja Katolik.

Sejak pagi, umat telah memenuhi Gereja Santo Agustinus Paya Kumang untuk mengikuti Perayaan Ekaristi dengan penuh iman dan sukacita. Suasana khidmat begitu terasa sejak lonceng gereja dibunyikan sebagai tanda dimulainya perayaan. Anak-anak, kaum muda, orang dewasa hingga para lansia bersama-sama hadir untuk memuji dan memuliakan Tuhan serta memperbarui iman melalui Sabda Allah dan Perjamuan Kudus.






Pelayanan liturgi berlangsung dengan baik berkat keterlibatan para petugas. Lektor dipercayakan kepada Ibu Sumiati Lim, yang membawakan bacaan Kitab Suci dengan penuh penghayatan. Mazmur tanggapan dinyanyikan oleh Saudara Patriksius Milando sehingga membantu umat semakin menghayati Sabda Tuhan.

Iringan musik liturgi dipersembahkan oleh Christivera Tanvenia sebagai Organis I dan Christaviona Tanvenia sebagai Organis II, didampingi Bapak Yulius Sudarisman. Keharmonisan musik mengiringi setiap bagian liturgi sehingga suasana doa semakin mendalam.

Koor dari Lingkungan Santo Paulus dari Salib turut memperindah Perayaan Ekaristi di bawah arahan dirigen Ibu Lastri Anita Gultom. Lagu-lagu liturgi yang dibawakan mengajak seluruh umat semakin menghayati misteri iman yang dirayakan pada Hari Minggu Biasa XIV.

Dalam pengantar perayaan, RP. Vitalis Nggeal, CP mengajak seluruh umat membuka hati untuk menerima Sabda Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Puncak pewartaan Sabda Allah disampaikan melalui homili yang berangkat dari Injil Matius 11:28, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Mengawali homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengajak umat melihat realitas kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, ketika seseorang bertanya, "Fater, apa kabar?", jawaban yang paling sering terdengar bukan lagi sekadar "baik", melainkan, "Capek, lelah, letih, lesu," atau berbagai ungkapan lain yang menggambarkan beratnya beban kehidupan.

Jawaban-jawaban tersebut, menurut beliau, mencerminkan kenyataan bahwa banyak orang sedang memikul berbagai persoalan hidup. Ada yang bergumul dengan beban ekonomi, ada yang berjuang melawan penyakit sehingga harus rutin mengonsumsi obat setiap hari. Ada pula yang masih dibayangi luka masa lalu, kecemasan akan masa depan, kelelahan dalam pekerjaan di kantor, maupun kejenuhan dalam pelayanan di Gereja. Bahkan, tidak sedikit orang yang tampak tersenyum di hadapan banyak orang, tetapi menyimpan kesedihan dan pergumulan ketika berada di rumah.

Di tengah kenyataan hidup tersebut, Yesus menyampaikan undangan yang penuh kasih, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Menurut RP. Vitalis Nggeal, CP, Sabda Tuhan itu menjadi jawaban bagi setiap orang yang sedang memikul beban hidup.

Beliau mengatakan bahwa kelegaan yang dijanjikan Yesus bukan berarti seluruh persoalan hidup akan langsung hilang. Kelegaan adalah keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dalam setiap perjalanan hidup.

RP. Vitalis Nggeal, CP kemudian mengajak umat agar tidak ragu datang kepada Tuhan. Menurut beliau, setiap orang dapat datang ke gereja, duduk dengan tenang di hadapan Tuhan, berdoa, atau bahkan hanya berdiam diri di sekitar gereja. Dalam keheningan itulah seseorang dapat merasakan damai dan kehadiran Tuhan yang menguatkan.

"Datanglah dan duduklah di sekitar gereja. Entah berdoa atau hanya duduk saja. Di sana pasti ada kelegaan, karena kita merasakan bahwa Tuhan hadir dan tidak pernah meninggalkan kita."

Beliau juga mengingatkan bahwa manusia sering kali mencari kelegaan di tempat yang keliru. Ada yang melarikan diri ke media sosial, ada pula yang mencari pelarian melalui minuman atau berbagai hiburan duniawi. Semua itu, menurut beliau, hanya memberikan ketenangan sesaat dan tidak mampu menyembuhkan hati yang terluka.

"Hanya Yesus yang dapat memberikan kelegaan sejati."

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa datang kepada Kristus bukan sekadar hadir secara fisik mengikuti Perayaan Ekaristi, melainkan menyerahkan seluruh beban kehidupan kepada-Nya dengan iman yang tulus.

Belajar kepada Kristus berarti membangun hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan. Semakin dekat seseorang kepada Kristus, semakin dewasa pula imannya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Mari kita bertanya kepada diri sendiri, apa beban hidup kita hari ini? Apakah kita sungguh datang kepada Yesus dan menyerahkan semuanya kepada-Nya?"

Di akhir homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP menegaskan bahwa Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan tanpa masalah. Namun Kristus berjanji akan selalu menyertai umat-Nya.

"Kristus hadir bukan supaya masalah kita menjadi ringan, tetapi supaya kita menjadi kuat dalam menghadapi setiap persoalan."

Beliau menambahkan bahwa kekuatan itu lahir dari kasih Kristus yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Kasih Tuhan menjadi sumber penghiburan, pengharapan, dan semangat baru untuk melanjutkan kehidupan.

Perayaan Ekaristi berlangsung dengan penuh kekhidmatan hingga selesai. Seluruh rangkaian liturgi berjalan dengan baik berkat kerja sama imam, petugas liturgi, koor, organis, dan seluruh umat yang mengikuti perayaan dengan penuh ketertiban.

Melalui Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa XIV ini, umat diajak untuk kembali menaruh seluruh harapan kepada Kristus. Di tengah berbagai persoalan hidup, Yesus tetap mengundang setiap orang agar datang kepada-Nya untuk memperoleh kelegaan, bukan karena persoalan langsung hilang, melainkan karena Tuhan memberikan kekuatan untuk memikul setiap salib kehidupan.

Sabda Tuhan yang diwartakan pada hari ini menjadi pengingat bahwa tidak ada beban yang terlalu berat apabila dipikul bersama Kristus. Kasih-Nya senantiasa menyertai setiap langkah umat beriman, memberikan harapan baru dan meneguhkan iman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perayaan ini menjadi momentum bagi seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang untuk terus bertumbuh dalam iman, memperdalam kehidupan doa, dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Dengan hati yang diteguhkan oleh Sabda Tuhan, seluruh umat diutus kembali ke tengah dunia untuk membawa damai, kasih, dan pengharapan bagi sesama.

Sebagaimana ditegaskan RP. Vitalis Nggeal, CP dalam homilinya, hanya Yesus yang mampu memberikan kelegaan sejati. Kelegaan itu lahir dari kasih-Nya yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya, sehingga setiap orang yang datang kepada Kristus akan menemukan kekuatan baru untuk melangkah dalam iman dan pengharapan.

📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal: 5 Juli 2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar