Menghayati Lima Tugas Gereja: Ibadat Lingkungan St. Lusia Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Dipimpin oleh Prodiakon Angelina Norma Sanger

 

Foto Ibu.Angelina Norma Sanger.Pimpin Ibadat ketiga dalam Rangkaian Pendalaman Iman

Ketapang, 20 Agustus 2024 — Lingkungan St. Lusia Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menggelar pertemuan ketiga dalam rangkaian pendalaman iman dengan tema "Menghayati Lima Tugas Gereja". Ibadat kali ini dipimpin oleh Prodiakon Angelina Norma Sanger dan diikuti oleh sejumlah umat yang antusias dalam memperdalam iman mereka. Acara ini merupakan bagian dari upaya paroki untuk menanamkan pemahaman mendalam mengenai peran umat Katolik dalam kehidupan gereja dan masyarakat.


Latar Belakang dan Pentingnya Lima Tugas Gereja

Pertemuan ketiga ini menjadi momen krusial bagi umat Lingkungan St. Lusia. Fokus utama ibadat adalah menghayati dan mengimplementasikan Lima Tugas Gereja: Kerygma (pengajaran), Leiturgia (liturgi), Diakonia (pelayanan), Koinonia (persekutuan), dan Martyria (kesaksian). Kelima tugas ini tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga merupakan tanggung jawab setiap umat dalam rangka mengambil bagian dalam misi Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja.

Dalam pengantarnya, Prodiakon Angelina Norma Sanger menekankan bahwa tugas-tugas ini adalah landasan yang mendasari seluruh aktivitas gereja. “Lima Tugas Gereja ini bukan sekadar teori, tetapi panggilan yang harus dijalankan dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan akal budi. Melalui tugas ini, kita berpartisipasi dalam tiga tugas utama Kristus, yaitu sebagai Nabi yang mewartakan, Imam yang mempersembahkan, dan Raja yang memimpin serta melayani umat-Nya,” ujar Angelina.

Pembacaan Kitab Suci dan Pemaknaannya

Sebagai landasan biblis, pertemuan ini dimulai dengan pembacaan Kitab Suci dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1Kor 12:27-31). Bacaan ini menekankan konsep Gereja sebagai tubuh Kristus, di mana setiap anggota memiliki peran dan karunia yang unik untuk membangun gereja.

“Saudara-saudara, kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh," demikian penggalan ayat yang dibacakan.

Setelah pembacaan Kitab Suci, Prodiakon Angelina Norma Sanger mengajak umat untuk merenungkan peran mereka masing-masing dalam tubuh Kristus. Melalui diskusi dan tanya jawab, umat didorong untuk mengidentifikasi apakah mereka telah menjalankan Lima Tugas Gereja ini dengan baik dan mengenali apa yang mungkin menjadi penghambat dalam melaksanakannya.







Pendalaman Makna Lima Tugas Gereja

Dalam sesi pendalaman materi, Prodiakon Angelina menjelaskan secara rinci makna dari setiap tugas Gereja:

  1. Kerygma (Pengajaran)
    Tugas ini mengacu pada kewajiban setiap umat untuk mewartakan kabar gembira dan mengajar sesama tentang Yesus Kristus. “Mereka yang menerima Kristus dengan sukacita akan terdorong untuk berbagi dan mengajarkan orang lain tentang kasih-Nya,” kata Angelina. Ini adalah tindakan kasih dan merupakan tanggung jawab setiap umat Katolik.

  2. Leiturgia (Liturgi)
    Kegembiraan karena mengenal Kristus diwujudkan dalam perayaan syukur yang diungkapkan melalui liturgi, terutama dalam perayaan tujuh sakramen. Prodiakon Angelina menjelaskan bahwa melalui liturgi, umat mengekspresikan kasih mereka kepada Allah dalam Yesus Kristus dan menghidupi iman mereka secara nyata.

  3. Diakonia (Pelayanan)
    Tugas Diakonia menekankan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan. Angelina menegaskan, “Mereka yang telah menerima Kristus tidak dapat menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Umat yang kuat harus membantu yang lemah sebagai wujud nyata kasih Kristus.”

  4. Koinonia (Persekutuan)
    Persekutuan dalam gereja menjadi tanda persatuan umat sebagai satu tubuh Kristus. Prodiakon Angelina menekankan bahwa setiap umat wajib mengukuhkan persatuan dengan semangat kasih, menyelesaikan perbedaan dengan baik, dan membangun keharmonisan dalam kehidupan bersama.

  5. Martyria (Kesaksian)
    Martyria mengajak umat untuk memberikan kesaksian hidup yang suci dan baik, mencerminkan iman mereka kepada Kristus. “Kita dipanggil untuk membawa Yesus Kristus kepada orang lain melalui perbuatan, sikap, dan perkataan kita, bahkan tanpa harus berbicara langsung tentang Dia,” tambah Angelina.

Refleksi dan Aksi Nyata

Dalam sesi refleksi, umat diajak untuk merenungkan apakah mereka telah melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan sungguh-sungguh. Mereka juga diminta untuk menuliskan rencana aksi nyata yang akan mereka lakukan untuk memperkuat Lingkungan St. Lusia dan Paroki Santo Agustinus secara keseluruhan. Rencana tersebut diharapkan menjadi panduan bagi umat dalam menghidupi iman mereka dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Sesi refleksi ini diakhiri dengan doa bersama kepada Santo Agustinus, pelindung paroki, yang dipimpin oleh Prodiakon Angelina. Dalam doa tersebut, umat memohon bimbingan Santo Agustinus agar senantiasa mampu mengenal dan mencintai Allah lebih dalam, serta memperbaiki diri menuju kesucian hidup.

Makna Perayaan Ibadat dan Tantangan di Masa Depan

Prodiakon Angelina menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya keterlibatan aktif umat dalam kehidupan paroki. “Gereja adalah kita semua, dan setiap umat memiliki peran yang tidak tergantikan dalam membangun komunitas yang beriman dan bersatu,” ungkapnya. Beliau juga mengingatkan bahwa paroki bukan hanya milik Pastor atau Dewan Pastoral, tetapi milik semua umat yang harus berjuang bersama dalam iman.

Pertemuan ini diakhiri dengan kutipan dari "Pengakuan" Santo Agustinus yang menekankan bahwa hati manusia hanya akan menemukan kedamaian sejati di dalam Tuhan. Kutipan ini menjadi pengingat bagi umat akan panggilan mereka untuk terus mencari Tuhan dan menjalani hidup yang penuh makna dalam kasih-Nya.

Dengan berakhirnya rangkaian pendalaman iman ini, Lingkungan St. Lusia berharap dapat terus tumbuh sebagai komunitas yang hidup dalam semangat kebersamaan dan kesatuan, mengikuti teladan Kristus dan Santo Agustinus.


Tim Komsos Paroki St. Agustinus Paya Kumang

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar