MISA PELAJAR SEKOLAH NEGERI KATOLIK TINGKAT SMP, SMA, DAN SMK DI GEREJA SANTO AGUSTINUS PAYA KUMANG: MENUMBUHKAN KERAJAAN ALLAH DALAM HIDUP PELAJAR

 

Foto RP. Vitalis Nggeal, CP.Pimpin Misa

MISA PELAJAR SEKOLAH NEGERI KATOLIK TINGKAT SMP, SMA, DAN SMK DI GEREJA SANTO AGUSTINUS PAYA KUMANG: MENUMBUHKAN KERAJAAN ALLAH DALAM HIDUP PELAJAR

Ketapang, 30 Januari 2026.Suasana penuh sukacita dan kekhusyukan menyelimuti Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, pada Jumat, 30 Januari 2026. Pada hari itu dilaksanakan Misa Pelajar bagi siswa-siswi beragama Katolik tingkat SMP Negeri, SMA Negeri, dan SMK Negeri se-Kota Ketapang. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 11.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dalam nuansa iman yang mendalam.

Hari Jumat tersebut merupakan Jumat Biasa III dalam kalender liturgi Gereja Katolik dengan warna liturgi hijau. Gereja juga memperingati Santo Gerardus, Pengaku Iman; Santa Batildis, Pengaku Iman; Santa Maria Ward, Pengaku Iman; Beato Sebastianus, Imam; serta Santa Hyacintha Mariscotti. Warna hijau melambangkan pertumbuhan iman, pengharapan, dan perjalanan hidup yang terus berkembang bersama Tuhan.

Misa Pelajar ini diikuti oleh siswa-siswi Katolik dari berbagai sekolah negeri di Ketapang, yakni SMK Negeri 1 Ketapang, SMK Negeri 2 Ketapang, SMA Negeri 1 Ketapang, SMA Negeri 2 Ketapang, SMA Negeri 3 Ketapang, SMP Negeri 1 Ketapang, SMP Negeri 3 Ketapang, dan SMP Negeri 5 Ketapang. Para guru pendamping turut hadir mendampingi para peserta didik dalam perayaan iman tersebut. Hadir pula Frater Alexander Fransesco Agnes Ranubaya, S.Kom., S.Fil., serta Ketua Bidang Liturgi Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S.































































































































































Prosesi dan Pelayanan Liturgi

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP. Sejak awal misa, suasana khidmat terasa ketika para petugas liturgi menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Koor dari SMA Negeri 3 Ketapang mengiringi seluruh rangkaian liturgi dengan nyanyian yang selaras dan penuh penghayatan. Margareta Nina bertugas sebagai organis, menghadirkan alunan musik yang mendukung suasana doa. Dirigen 1, Inayah, dan Dirigen 2, Andrea Easte, memimpin koor dengan harmonisasi yang indah dan teratur.

Lektor Elisabeth Go’o membawakan bacaan dengan jelas dan penuh penghayatan, sementara Pemazmur Patricia Paula Jena melantunkan mazmur tanggapan dengan suara yang lembut dan penuh makna. Seluruh rangkaian liturgi berjalan tertib dan penuh partisipasi dari para siswa.

Injil Tentang Kerajaan Allah

Dalam homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP mengangkat tema Injil hari itu yang diambil dari Markus 4:26–34 tentang Kerajaan Allah. Injil tersebut memuat dua perumpamaan Yesus, yakni tentang benih yang tumbuh dengan sendirinya dan biji sesawi yang kecil namun bertumbuh menjadi besar.

Kerajaan Allah dijelaskan sebagai cara hidup seseorang yang sedang dirajai oleh Allah. Hidup yang dikuasai oleh Allah tampak dalam kepedulian, pengampunan, kerja keras, dan sikap positif. Allah turut menumbuhkan kehidupan seseorang yang membuka diri kepada-Nya. Hidup yang dirajai Allah bukan sekadar teori, melainkan nyata dalam tindakan sehari-hari.

Homili tersebut secara khusus diarahkan kepada para pelajar. Tiga poin utama ditegaskan sebagai bahan refleksi hidup.

Hidup Jujur Sebagai Wujud Kerajaan Allah

Poin pertama adalah kejujuran. Menghadirkan Kerajaan Allah dapat dimulai dari hidup jujur. Pelajar Katolik diingatkan untuk datang ke sekolah dengan tujuan yang benar, bukan singgah ke tempat lain yang tidak semestinya. Kejujuran menjadi fondasi karakter yang kuat.

Pelajar juga diingatkan untuk tidak menyontek dan tidak mencari jalan pintas dalam memperoleh nilai. Hasil yang diperoleh harus berasal dari usaha sendiri. Nilai yang dipertaruhkan saat bekerja kelak tidak hanya berupa angka, tetapi integritas diri. Anak-anak Katolik dipanggil untuk mengedepankan kejujuran sebagai identitas iman mereka.

Disiplin dan Tanggung Jawab

Poin kedua adalah disiplin dan tanggung jawab. Datang tepat waktu ke sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah dengan sungguh-sungguh, serta menghargai proses belajar adalah bagian dari hidup yang dikuasai Roh Allah. Disiplin membentuk kebiasaan baik, sementara tanggung jawab menumbuhkan kedewasaan.

Relasi dengan Tuhan melalui doa menjadi kekuatan utama dalam menjalani kehidupan sekolah. Pelajar diajak untuk terus terhubung dengan Tuhan agar hidup mereka dibentuk oleh Allah sendiri. Gereja Katolik di masa depan akan semakin kuat jika generasi mudanya dibangun di atas karakter yang kokoh.

Membangun Relasi yang Sehat

Poin ketiga menyentuh kehidupan relasi remaja. Masa sekolah disebut sebagai masa membentuk hati dan diri. Relasi yang sehat perlu dijaga. Pacaran yang tidak sehat dianjurkan untuk dijauhkan. Jika menjalin relasi, harus dilakukan secara terkontrol dan bertanggung jawab.

Pelajar juga diingatkan untuk menjauhkan diri dari narkoba. Godaan narkoba dapat merusak masa depan dan menghancurkan harapan. Menjaga diri dari pengaruh buruk menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai generasi penerus Gereja dan bangsa.

Tuhan Bekerja Bahkan Saat Tidak Terlihat

Refleksi Injil hari itu menekankan bahwa Tuhan bekerja bahkan saat manusia tidak melihat. Dalam perumpamaan benih yang tumbuh, petani menabur dan kemudian tidur. Ia tidak mengetahui bagaimana benih itu bertumbuh, namun tanah dengan sendirinya mengeluarkan buah.

Pesan ini menjadi penghiburan di tengah zaman yang serba instan. Banyak orang ingin hasil cepat dan perubahan instan. Namun pertumbuhan rohani sering terjadi dalam keheningan dan proses panjang. Akar tumbuh sebelum batang terlihat. Karakter terbentuk melalui latihan dan kesetiaan.

Pelajar diajak untuk tidak mudah menyerah ketika hasil belum terlihat. Doa yang terasa kering, kebiasaan buruk yang belum hilang, atau usaha belajar yang belum membuahkan nilai tinggi bukan berarti sia-sia. Tuhan tetap bekerja dalam proses tersebut.

Menabur dan Menuai

Yesus juga mengajarkan bahwa ada waktu untuk menabur dan ada waktu untuk menuai. Kesetiaan dalam proses lebih penting daripada hasil cepat. Menabur doa, kesabaran, pengampunan, kejujuran, dan kerja keras akan menghasilkan buah pada waktu Tuhan.

Biji sesawi yang kecil menjadi simbol bahwa hal-hal kecil tidak pernah remeh di hadapan Allah. Keputusan kecil untuk jujur, doa sederhana sebelum belajar, langkah kecil untuk berubah menjadi lebih baik, dan pelayanan kecil yang tidak terlihat memiliki nilai besar di mata Tuhan.

Partisipasi dan Kekhidmatan

Sepanjang misa, para pelajar mengikuti perayaan dengan tertib dan penuh perhatian. Lagu-lagu yang dinyanyikan mengalun selaras dengan pesan Injil. Kehadiran para guru pendamping semakin memperkuat makna kebersamaan antara pendidikan iman dan pendidikan formal.

Misa Pelajar ini menjadi momen pembinaan rohani yang penting bagi siswa-siswi Katolik di sekolah negeri. Di tengah dinamika kehidupan remaja dan tantangan zaman modern, Gereja hadir sebagai ruang pembentukan iman dan karakter.

Penutup

Perayaan Misa Pelajar pada Jumat, 30 Januari 2026 di Gereja Santo Agustinus Paya Kumang menjadi wujud nyata perhatian Gereja terhadap pertumbuhan iman generasi muda. Melalui refleksi Injil tentang Kerajaan Allah, para pelajar diajak untuk hidup jujur, disiplin, bertanggung jawab, menjaga relasi yang sehat, serta menjauhi narkoba.

Pesan bahwa Tuhan bekerja bahkan saat tidak terlihat menjadi kekuatan bagi para siswa untuk tetap setia dalam proses belajar dan pertumbuhan iman. Seperti benih yang ditabur dan biji sesawi yang kecil, setiap usaha kecil yang dilakukan dengan tulus akan bertumbuh pada waktunya.

Misa tersebut menegaskan bahwa membangun masa depan Gereja dan bangsa dimulai dari hati para pelajar yang mau dirajai oleh Allah. Dalam kesederhanaan, kesetiaan, dan kejujuran, Kerajaan Allah terus tumbuh di tengah kehidupan generasi muda Ketapang.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   30 Januari  2026

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar