*Ketapang, 1 September 2024* - Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menyelenggarakan Misa Hari Minggu Biasa XXII yang sekaligus memperingati Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Misa ini dipimpin oleh Pastor RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, dengan warna liturgi hijau, yang melambangkan harapan dan pertumbuhan spiritual umat Katolik.
Dalam perayaan ini, Pastor Oscar menyampaikan homili yang mengajak umat untuk merenungkan makna bacaan Kitab Suci hari ini. Bacaan Injil dari Markus 7:1-8, 14-15, 21-23 memberikan refleksi mendalam tentang bagaimana manusia sering kali lebih berfokus pada tradisi daripada perintah Allah yang sejati. Yesus, dalam bacaan ini, menegur orang-orang Farisi yang mengutamakan adat istiadat Yahudi hingga mengabaikan inti dari hukum Tuhan. “Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia," kutip Pastor Oscar dari Injil Markus (Mrk 7:8).
**Menghidupi Kasih di Tengah Keterbatasan Manusia**
Pastor Oscar menekankan bahwa Tuhan tidak mengecam tradisi, namun ketika tradisi menjadi lebih penting daripada kasih Tuhan, maka kita telah melanggar perintah Allah yang lebih besar. Misalnya, tradisi berdoa sebelum makan adalah praktik yang baik untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, tetapi jika hal ini digunakan untuk menghakimi orang lain, termasuk orang tua kita sendiri, maka kita telah gagal menjalankan perintah Tuhan yang mengutamakan kasih dan penghormatan terhadap sesama.
Pastor Oscar mengajak umat untuk menghidupi kasih Tuhan dengan tulus, tidak hanya melalui tradisi-tradisi yang dijalankan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata terhadap sesama. “Ketika kita lebih mencintai tradisi daripada kasih yang sebenarnya, kita mungkin tanpa sadar telah menempatkan tradisi di atas perintah Tuhan. Marilah kita mengarahkan hidup kita kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya terpaku pada tradisi manusia yang seringkali mengaburkan kasih Allah yang sejati,” seru Pastor Oscar kepada umat.
**Menjadi Pelaku Firman dalam Kehidupan Sehari-hari**
Mengutip surat Rasul Yakobus, Pastor Oscar mengingatkan umat bahwa, "Hendaklah kamu menjadi pelaku firman, dan bukan hanya pendengar." Beliau menjelaskan bahwa mendengarkan Firman Tuhan bukanlah cukup, tetapi harus diikuti dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Firman Tuhan harus menjadi daging dalam diri kita, terlebih pada Bulan Kitab Suci ini.
"Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, dari Bapa segala terang. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu," lanjut Pastor Oscar.
Pastor Oscar juga menekankan bahwa ibadah sejati dan tak bercela di hadapan Allah adalah dengan mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, serta menjaga diri agar tidak dicemarkan oleh dunia. "Ibadah sejati adalah wujud kasih kepada Tuhan dan sesama, bukan sekadar rutinitas atau formalitas belaka," tegasnya.
**Refleksi Terhadap Bacaan Injil: Menjaga Hati dari Hal-hal Jahat**
Melalui bacaan Injil Markus, Yesus mengingatkan umat bahwa apa yang keluar dari hati manusia itulah yang menajiskan, bukan apa yang masuk ke dalamnya. "Dari dalam hati manusia timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang," kutip Pastor Oscar.
Beliau menekankan bahwa setiap orang dipanggil untuk membersihkan hati dan niat mereka dari hal-hal yang jahat agar dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah.
**Menutup Misa dengan Ajaran yang Hidup**
Menutup homilinya, Pastor Oscar kembali mengingatkan umat bahwa ajaran yang diberikan oleh Tuhan bukanlah hanya untuk didengar tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. “Tuhan adalah asal dan tujuan hidup kita. Oleh karena itu, marilah kita hidup dalam rencana Allah dan menjadi pelaku Firman yang sejati,” tutupnya dengan penuh semangat.
Misa ini menjadi momen refleksi mendalam bagi umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang untuk memperkuat iman dan terus berkomitmen dalam menghidupi Firman Tuhan dalam keseharian, terutama di Bulan Kitab Suci ini. Semoga pesan kasih dan ketulusan ini menjadi pedoman bagi setiap umat dalam menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.
Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Ketapang
.jpeg)


.jpeg)


0 comments:
Posting Komentar