Ketapang, 30 April 2026.Suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan iman yang mendalam menyelimuti kediaman Bapak Sun Hua dan Ibu Novi pada Kamis malam, 30 April 2026. Dalam nuansa kebersamaan yang hangat, umat Katolik dari Paroki Santo Agustinus Keuskupan Ketapang berkumpul untuk mengikuti Misa Syukur Paskah sekaligus perayaan pesta Santo Pelindung Santo Gabriel Possenti, yang juga dirangkai dengan perayaan ulang tahun Ibu Novi.
Perayaan Ekaristi yang dimulai pada pukul 18.30 WIB ini dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, dan berlangsung dengan penuh khidmat di alamat Jalan D.I. Panjaitan, ruko samping Klinik Gigi PS. Misa ini sejatinya dijadwalkan pada tanggal 27 Februari 2026, bertepatan dengan peringatan Santo Gabriel Possenti. Namun, karena padatnya rangkaian kegiatan masa Prapaskah, pelaksanaannya baru dapat diwujudkan pada hari yang penuh berkat ini.
Makna Ganda dalam Satu Perayaan
Perayaan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dalam semangat Paskah, tetapi juga sebagai momentum refleksi iman melalui teladan hidup Santo Gabriel Possenti. Selain itu, suasana semakin meriah dengan dirayakannya ulang tahun Ibu Novi, yang menjadi tuan rumah bersama keluarga.
Kehadiran umat dari berbagai lingkungan, serta tokoh-tokoh penting dalam kehidupan menggereja, menunjukkan kuatnya persaudaraan iman di tengah umat Paroki Santo Agustinus.
Petugas Liturgi dan Jalannya Perayaan
Misa berlangsung tertib dan penuh penghayatan berkat keterlibatan aktif para petugas liturgi, yaitu:
Lektor: Saudari Agustina Rosa Marhen
Pemazmur: Saudari Caca
Pemandu Lagu: Ibu Maria Theresia Budi Supri Handini
Doa Umat: Saudari Agustina Rosa Marhen
Pembawa Acara: Bapak Florentius Dwi Hartanto, S.Kom
Setiap bagian liturgi dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan penghayatan, menghadirkan suasana doa yang mendalam dan menyentuh hati umat.
Homili yang Menggugah dan Menguatkan
Dalam homilinya, Romo Vitalis Nggeal, CP menyampaikan pesan yang sangat relevan dan menyentuh kehidupan umat saat ini. Beliau mengajak seluruh umat untuk tidak hanya memahami Paskah sebagai perayaan liturgis semata, tetapi sebagai momentum perubahan hidup yang nyata.
“Paskah bukan sekadar perayaan atau berhenti pada sebuah peristiwa. Paskah adalah perubahan arah hidup,” tegas Romo Vitalis.
Beliau menekankan bahwa semangat Paskah harus mendorong setiap orang untuk meninggalkan cara hidup lama yang penuh egoisme, keinginan untuk menang sendiri, dan kesombongan. Sebaliknya, umat diajak untuk hidup dalam kasih, damai, dan kerendahan hati.
Romo juga mengangkat kisah perjumpaan Yesus yang bangkit dengan para murid, termasuk perjalanan ke Emaus, serta perjumpaan dengan Maria Magdalena sebagai perempuan pertama yang menyaksikan kebangkitan. Hal ini menjadi tanda bahwa Tuhan hadir dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk dalam keraguan dan ketakutan manusia.
“Jangan takut. Yesus hadir dalam harapan dan perjuangan kita,” lanjutnya.
Spirit Santo Gabriel Possenti
Dalam refleksinya, Romo Vitalis juga menyinggung kehidupan Santo Gabriel Possenti sebagai teladan iman yang luar biasa. Meskipun mengalami penderitaan berat akibat penyakit TBC di usia muda, Santo Gabriel tetap menunjukkan kesetiaan dan devosi yang mendalam kepada Bunda Maria.
“Santo Gabriel terbiasa dengan hal-hal sulit. Ia tidak memilih jalan yang mudah, tetapi setia dalam perjuangan iman,” ungkapnya.
Beliau mengajak umat untuk meneladani semangat Santo Gabriel dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan dengan iman yang teguh.
Ajakan untuk Hidup dalam Damai dan Kebersamaan
Salah satu pesan penting dalam homili adalah pentingnya hidup dalam damai, tidak hanya dengan Tuhan tetapi juga dengan sesama. Romo Vitalis mengingatkan bahwa salam damai dalam liturgi bukan sekadar simbol, melainkan panggilan nyata untuk membangun rekonsiliasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak cukup berdamai dengan Tuhan. Kita juga harus berdamai dengan sesama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para pemimpin lingkungan dan umat agar tidak mudah tersulut emosi, tetapi menjadi pembawa damai dalam komunitas.
Kehadiran Para Tokoh dan Umat
Perayaan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dalam kehidupan paroki, antara lain:
Bruder
Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP): Bapak Jeno Leo
Serta para ketua lingkungan yang hadir:
Lingkungan St. Gabriel Possenti: Bapak Florentius Dwi Hartanto, S.Kom
Lingkungan St. Simon: Bapak Raymundus Gigit Budi Suprihanto
Lingkungan St. Philipus: Bapak Petrus Setyo Winarsih
Lingkungan Kanak-kanak Yesus: Bapak Dedy Candra
Lingkungan Santo Paulus dari Salib: Bapak Vincentius Ferreri Fengky
Lingkungan Sta. Lusia: Ibu Sutarti Rahayu
Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas dan kebersamaan yang kuat dalam kehidupan menggereja.
Kebersamaan dalam Sukacita
Setelah perayaan Ekaristi selesai, acara dilanjutkan dengan doa makan yang dipimpin oleh Ibu Emelia Agnes. Suasana kemudian berubah menjadi lebih santai dan penuh kegembiraan saat umat menikmati hidangan bersama.
Dalam momen ini, Ketua Bidang Liturgi, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., memandu acara undian doorprize yang semakin memeriahkan suasana. Hadiah utama berupa dua buah kipas angin menjadi daya tarik tersendiri, sementara anak-anak juga mendapatkan bingkisan yang menambah keceriaan mereka.
Refleksi Akhir: Semangat Baru dalam Kebangkitan
Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa iman tidak hanya dirayakan dalam gereja, tetapi juga hidup dalam keluarga dan komunitas. Semangat Paskah yang dihidupi bersama, teladan Santo Gabriel Possenti, serta kebersamaan umat menjadi kekuatan yang memperkaya kehidupan rohani.
Menjelang perayaan Kenaikan Tuhan Yesus dan Pentakosta, umat diingatkan untuk terus menghidupi semangat kebangkitan dengan tindakan nyata: aktif dalam lingkungan, membangun damai, serta menjadi saksi kasih Kristus di tengah dunia.
Dengan penuh harapan, umat yang hadir pulang dengan hati yang diperbarui, membawa semangat baru untuk terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih.
Semoga semangat Paskah yang dirayakan bersama ini terus hidup dan berbuah dalam kehidupan umat sehari-hari.
📍 Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 30 April 2026





0 comments:
Posting Komentar