**Begini Kelanjutan Perjalanan Paus Fransiskus dari Papua Nugini Hingga Singapura**


           Foto Bapa Suci Paus Fransiskus menggunakan mobil Toyota Sienta di Timor Leste

*Ketapang, 10 September 2024* — Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan panjangnya melintasi Asia dengan mengunjungi beberapa negara di Pasifik dan Asia Tenggara. Dimulai dari Papua Nugini pada 6 September 2024, Paus Fransiskus mendarat di Bandara Internasional Jacksons, Port Moresby, menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Sambutan meriah berupa 20 tembakan meriam dan alunan marching band menyambut kedatangannya. Sejumlah pejabat, tokoh agama, dan perwakilan Gereja Katolik menyambut kedatangan Paus Fransiskus, yang kemudian menuju asrama Nunsiatura Apostolik dengan menggunakan mobil putih.

Selama kunjungannya di Papua Nugini, Paus Fransiskus bersama Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta menandatangani deklarasi bersama yang menegaskan komitmen untuk menghentikan kekerasan berbasis agama dan melindungi lingkungan. Deklarasi ini sejalan dengan prioritas keadilan sosial Paus Fransiskus, terutama di negara yang mayoritas penduduknya adalah petani subsisten. Kehadiran Paus Fransiskus sangat bermakna bagi umat Katolik setempat, seperti yang diungkapkan oleh John Lavu, seorang konduktor paduan suara di Port Moresby, yang merasakan kehadiran Paus akan memperkuat iman umat.

Di Papua Nugini, Paus Fransiskus juga bertemu dengan para misionaris Katolik yang bekerja di antara suku-suku yang masih mempraktikkan tradisi pagan. Dalam kunjungannya, Paus menekankan pentingnya keharmonisan antar kelompok suku serta mengangkat isu lingkungan, termasuk perubahan iklim yang mengancam negara tersebut. Kunjungan ini menjadikan Paus Fransiskus sebagai paus kedua yang mengunjungi Papua Nugini, setelah Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1984. Negara yang merdeka dari Australia pada 1975 ini menjadi destinasi kedua dari perjalanan panjang Paus, yang juga akan mengunjungi Timor Leste dan Singapura sebelum kembali ke Vatikan.

**Perjalanan Menuju Singapura**

Usai mengunjungi Timor Leste, Paus Fransiskus dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Singapura. Di luar pertemuan resmi, Paus Fransiskus dijadwalkan memimpin perayaan Ekaristi pada 12 September 2024. Pihak keuskupan menyampaikan bahwa informasi lebih lanjut tentang kunjungan ini akan diumumkan secara bertahap seiring berjalannya waktu. 

Perjalanan ini menjadi perjalanan terpanjang Paus Fransiskus sejak menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik pada tahun 2013, dengan total waktu penerbangan lebih dari 30 jam yang diisi dengan berbagai pertemuan dan misa. Terakhir kali seorang Paus mengunjungi Singapura adalah pada tahun 1986, ketika Paus Yohanes Paulus II singgah selama lima jam dalam rangkaian tur Asia-Pasifik yang mencakup Bangladesh, Selandia Baru, dan Australia.

Vatikan telah mengonfirmasi bahwa Paus Fransiskus akan mengunjungi Singapura dari 11 hingga 13 September, sebagai bagian dari perjalanan ke empat negara di Asia. "Paus Fransiskus akan datang ke negara kepulauan kami dari 11 hingga 13 September," ungkap André Ahchak, juru bicara Keuskupan Agung Singapura dalam siaran persnya pada 12 April. Keuskupan Agung Singapura menyambut dengan antusias kunjungan ini, sebagaimana diungkapkan dalam siaran persnya. Kardinal William Goh, Uskup Agung Singapura, menyatakan bahwa kunjungan Paus merupakan kehormatan besar bagi Gereja dan negara.

**Puncak Kunjungan Paus Fransiskus**

Selain pertemuan resmi, puncak kunjungan Paus Fransiskus ke Singapura diperkirakan adalah perayaan Ekaristi bersama umat yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2024. Perayaan ini diharapkan menjadi momen bersejarah dan penuh haru bagi umat Katolik Singapura dan sekitarnya, yang terakhir kali menyaksikan kedatangan seorang Paus pada 20 November 1986 ketika Paus Yohanes Paulus II melakukan kunjungan singkat selama lima jam.

Kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan bagian dari misinya untuk memperkuat hubungan antaragama, menyampaikan pesan perdamaian, serta menyoroti isu-isu penting seperti keadilan sosial dan perlindungan lingkungan. Di tengah antusiasme yang tinggi, umat Katolik Singapura menantikan kehadiran Paus Fransiskus sebagai momen istimewa yang membawa berkah dan harapan bagi masa depan.

*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*  

*Tanggal: 10 September 2024* 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar