Foto Karangan Bunga Turut Berduka Cita atas Wafatnya Ibu Katarina Diha
*Ketapang, 25 September 2024* Dengan penuh rasa duka dan keprihatinan yang mendalam, kami mengumumkan kabar dukacita yang sangat menyentuh hati. Keluarga besar Paroki Santo Agustinus Paya Kumang sedang merasakan kesedihan yang mendalam atas berpulangnya salah satu umat yang sangat dihormati dan dikasihi, **Ibu Katarina Diha**.
Almarhumah Ibu Katarina Diha, ibunda tercinta dari **Ibu M. Heti Rantika**, yang dikenal sebagai Anggota Bidang Pewartaan serta Pendamping Bina Iman Remaja (BIR) dan Katekumen Remaja, telah meninggalkan kita semua pada subuh hari ini, 25 September 2024, di Timbang Titi. Berita duka ini membawa rasa kehilangan yang besar tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan tetapi juga bagi seluruh umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.
Kepulangan Ibu Katarina Diha tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, khususnya bagi Ibu M. Heti Rantika yang selama ini dengan setia melayani di paroki dan mendampingi anak-anak remaja dalam kegiatan iman. Sosok Ibu Katarina Diha adalah sosok ibu yang penuh kasih dan selalu mendukung pelayanan anaknya dalam gereja. Kehilangan ini dirasakan sebagai kehilangan yang sangat besar karena selain merupakan ibu yang luar biasa, almarhumah juga dikenal sebagai pribadi yang ramah, penuh kasih, dan memiliki semangat yang luar biasa dalam mendukung pelayanan gereja melalui anaknya.
**Pastor Kepala RP. Vitalis Nggeal, CP**, bersama dengan **Pastor Vikaris ex officio RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP**, serta seluruh umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, dengan segenap hati menyampaikan rasa turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga besar yang ditinggalkan. Duka ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga almarhumah, tetapi juga oleh seluruh komunitas Paroki Santo Agustinus yang merasa kehilangan sosok Ibu Katarina Diha yang begitu akrab dan dikenal di antara umat.
Kehilangan ini begitu terasa, mengingat betapa pentingnya kehadiran seorang ibu dalam kehidupan keluarga. Sosok ibu adalah penopang utama yang selalu memberikan cinta, perhatian, dan bimbingan kepada anak-anak dan keluarganya. Ibu Katarina Diha telah mengajarkan nilai-nilai kasih, kebaikan, dan pengabdian, yang selama ini begitu dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. Kehilangan ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi seluruh umat mengenai betapa berharganya waktu yang kita miliki bersama orang-orang yang kita cintai.
Sehubungan dengan peristiwa ini, kami sebagai umat Katolik percaya bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan kekal bersama Tuhan di Surga. Kami berdoa agar arwah Ibu Katarina Diha diterima di sisi Tuhan yang Maha Pengasih, dan semoga ia beroleh tempat yang damai di dalam keabadian bersama para kudus.
Kami juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan, terutama Ibu M. Heti Rantika dan anggota keluarga lainnya, diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga cinta kasih Tuhan senantiasa menghibur mereka dan memberikan kedamaian di tengah-tengah rasa kehilangan yang begitu mendalam. Setiap dukungan doa dari umat sekalian sangatlah berarti bagi keluarga yang berduka.
Mari kita bersama-sama sebagai satu kesatuan umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang menghaturkan doa yang tulus dan penuh kasih untuk almarhumah. Kiranya Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang menerima arwah Ibu Katarina Diha dalam Kerajaan Surga-Nya dan memberikan kehidupan kekal yang penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.
Selamat jalan, Ibu Katarina Diha. Kehadiranmu, kasih sayangmu, dan teladan hidupmu akan selalu hidup dalam kenangan kami semua. Semoga engkau beristirahat dengan tenang di pangkuan Bapa yang kekal.
**"Tuhan, berikanlah istirahat kekal baginya, dan sinar cahaya abadi meneranginya. Amin."**
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**
**Tanggal: 25 September 2024**
0 comments:
Posting Komentar