Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2024: Refleksi Iman di Tengah Tantangan Hidup

 

                                  Foto Bapak. Daduanto. Pimpin Doa Lingkungan Sta. Lusia

                       dalam Bulan Kitab Suci Nasional di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang


*Ketapang, 3 September 2024* – Dalam suasana penuh semangat, umat Lingkungan Sta. Lusia, Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, menggelar pertemuan doa bersama di rumah Bapak Firdaus untuk merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2024. Acara ini bertujuan memperkuat iman dan harapan kepada Allah di tengah berbagai tantangan kehidupan, seperti perang antara Israel dan Palestina, serta ancaman resesi ekonomi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari umat beriman.

Ketua Lingkungan Sta. Lusia, Ibu Sutarti Rahayu, mengawali pertemuan dengan mengajak umat untuk merenungkan pertanyaan mendasar terkait keadilan Allah dalam menghadapi situasi dunia yang penuh ketidakpastian: “Apakah Allah sungguh adil? Di mana peran Allah dalam menciptakan keadilan bagi manusia yang lemah?” Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi landasan perenungan dalam BKSN kali ini, dengan tema "Allah Sumber Keadilan."









**Pembukaan oleh Bapak Daduanto**

Bapak Daduanto, seorang tokoh agama setempat, memimpin doa pembukaan, menyampaikan bahwa Allah adalah dasar pengharapan dan penjamin dalam segala kesulitan, terutama yang disebabkan oleh ketidakadilan. Ia mengingatkan umat untuk tetap berpegang teguh pada iman, meskipun dihadapkan pada tantangan besar.

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Jeno Leo, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada umat Lingkungan Sta. Lusia atas semangat kebersamaan dan komitmen mereka dalam memperdalam iman. “Kehadiran kita di sini adalah wujud nyata dari upaya memperkuat iman dan mempererat persatuan sebagai komunitas,” ungkapnya.

**Tema BKSN 2024: Allah Sumber Keadilan**

Pertemuan BKSN 2024 mengusung tema "Allah Sumber Keadilan," yang menyoroti pentingnya merenungkan kitab nabi-nabi kecil seperti Nahum dan Habakuk. Kitab-kitab ini menggambarkan karakter Allah sebagai pembela dan penegak keadilan di tengah situasi yang penuh ketidakadilan. Nabi Nahum, misalnya, menekankan bahwa Allah adalah sosok yang cemburu dan pembalas terhadap para musuh-Nya, tetapi juga baik dan menjadi tempat pengungsian di waktu kesusahan.

Dalam renungannya, Bapak Daduanto menyampaikan bahwa kitab Nahum hadir dalam konteks bangsa Israel yang sedang mengalami penderitaan akibat penindasan Kerajaan Asyur. "Nabi Nahum tidak menawarkan solusi praktis, tetapi menawarkan disposisi batin yang tepat dalam menghadapi berbagai kondisi negatif yang berpotensi menjauhkan umat beriman dari Allah," ujarnya.


**Aksi Nyata Lingkungan Sta. Lusia**

Selain perenungan, Lingkungan Sta. Lusia juga melaksanakan aksi nyata dengan mengajak setiap keluarga menanam pohon palem dalam pot sebagai simbol kehidupan baru dan harapan. "Palem melambangkan kedamaian dan keberlanjutan, yang kita harapkan ada di setiap rumah umat Sta. Lusia," jelas Ibu Sutarti Rahayu. Pengadaan pot dan koordinasi pelaksanaan akan dilakukan oleh bendahara lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan alam.

Acara ini diakhiri dengan refleksi mengenai pentingnya sikap iman yang kuat di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. “Kita diajak untuk merenungkan kebesaran Allah dalam menghadapi musuh-musuh-Nya, serta kasih-Nya sebagai tempat perlindungan pada masa kesusahan,” tegas Bapak Daduanto.


**Penutupan Doa dan Kebersamaan**

Di akhir acara, Bapak Daduanto menutup dengan doa, mengharapkan agar umat Lingkungan Sta. Lusia semakin teguh dalam iman dan komitmen terhadap ajaran Kitab Suci. “Semoga melalui doa bersama dan aksi nyata, kita dapat terus bertumbuh dalam kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan hidangan malam yang disiapkan oleh tuan rumah, menciptakan suasana akrab dan penuh kehangatan di antara para peserta. Dengan semangat BKSN, Lingkungan Sta. Lusia berharap dapat terus memperkuat ikatan iman dan kebersamaan di tengah tantangan zaman.

**Kitab Nahum dan Pesan Keadilan Allah**

Renungan kali ini didasarkan pada Kitab Nahum 1:1-8, yang mengingatkan umat akan keadilan, kesabaran, dan kekuatan Tuhan dalam menghadapi musuh-musuh-Nya serta kasih-Nya sebagai tempat perlindungan pada masa kesusahan. Dalam kitab ini, Allah digambarkan sebagai sosok yang cemburu dan pembalas, tetapi juga penyayang dan pelindung bagi umat-Nya. Nabi Nahum mengajak umat untuk tetap optimis dalam menghadapi segala kesulitan hidup, meletakkan pengharapan mereka kepada Allah yang adil.

Pertemuan doa bersama ini menjadi momen penting bagi umat untuk merefleksikan peran mereka dalam menjaga keharmonisan dan keadilan, serta memperkuat iman di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian. Dengan keyakinan kepada Allah sebagai sumber keadilan, umat Lingkungan Sta. Lusia berkomitmen untuk terus bertumbuh dalam iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama.

Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Ketapang


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar