"Cahaya Bulan di Tengah Kegelapan: Refleksi Kebaikan dalam Kehidupan RD. Mardianus Indra"


                       Foto Tangkapan Layar Status Facebook RD. Mardianus Indra, 22 Juni 2024

**Ketapang, 20 September 2024** – Dalam sebuah unggahan yang menyentuh di Facebook pada 22 Juni 2024, RD. Mardianus Indra menggambarkan keindahan dan makna kehidupan melalui fenomena alam sederhana: bulan dan awan. Dalam narasi yang puitis, ia menyoroti bagaimana bulan, meskipun tidak secerah matahari, memiliki kemampuan untuk menerangi kegelapan malam.

RD. Mardianus menggambarkan bulan yang muncul di malam itu, menjadi "lampu" bagi umat yang berjalan kaki menuju gereja untuk latihan koor dan dekorasi. Namun, keindahan malam tersebut tidak berlangsung lama ketika awan datang, menghalangi sinar bulan dan membuat segalanya menjadi gelap. Ini menggambarkan betapa dalam hidup, kita sering kali mengalami momen-momen ketika niat baik kita terhalang oleh berbagai gangguan dan kesalahpahaman.

                                                     Foto RD. Mardianus Indra

Dalam refleksinya, ia mengingatkan kita bahwa meskipun niat untuk berbuat baik sering kali disalahartikan, kita harus tetap berpegang pada prinsip kebaikan. Seperti bulan yang terus bersinar, meskipun terhalang awan, kita harus terus menyalurkan ide-ide positif dan berbuat baik, karena kegelapan tidak akan selamanya menghalangi cahaya.

Mengakhiri tulisannya, RD. Mardianus mengajak semua untuk tetap bersinar, meskipun kadang terhalang, dan menanti saat-saat ketika kegelapan pergi. “Selamat malam minggu,” tutupnya dengan harapan dan semangat untuk terus berbuat baik.


**Sumber: Status Facebook RD. Mardianus Indra, 22 Juni 2024**

**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**  


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar