Foto Bapak Yohanes Sigit Kurnianto.Memimpin Doa Lingkungan.St.Lusia
**Ketapang, 17 September 2024** – Doa Lingkungan St. Lusia yang dilaksanakan pada hari ini bertempat di rumah Bapak Frederikus Nojin, yang beralamat di Jl. Gatot Subroto, Gg. Stadion Indah 2, berlangsung dengan penuh khidmat. Acara doa ini dipimpin oleh Bapak Yohanes Sigit Kurnianto dan turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bapak Jeno Leo serta Ketua Lingkungan St. Lusia Ibu Sutarti Rahayu. Lagu-lagu pujian dipandu langsung oleh Ibu Sutarti Rahayu, menambah suasana doa yang penuh makna.
**Tema Pertemuan:**
"Menjadi Manusia Yang Benar Supaya Tidak Mengalami Hukuman" (Habakuk 2:1-5)
**Pengantar:**
Dalam pertemuan ini, kami mengeksplorasi tema "menjadi manusia yang benar" berdasarkan nubuat Habakuk 2:1-5. Bacaan ini mengajarkan bahwa hidup dalam kebenaran dan kepercayaan kepada Allah adalah jalan menuju kehidupan yang dijanjikan tanpa hukuman. Dalam konteks ini, Rasul Paulus juga menekankan pentingnya iman sebagai bagian integral dari kehidupan orang benar.
**Bacaan Kitab Suci:**
Bacaan dari Habakuk 2:1-5 menggambarkan bagaimana orang yang benar akan hidup oleh iman mereka. Nubuat ini menggarisbawahi pentingnya kesetiaan dan kepercayaan kepada Allah, meskipun keadaan tampak sulit atau tidak adil.
**Penafsiran Bacaan:**
Dalam penafsiran bacaan, kami membahas bagaimana nubuat Habakuk, yang menekankan keadilan dan kesetiaan, disambut dalam ajaran Rasul Paulus. Paulus menjelaskan bahwa iman adalah kunci untuk hidup sebagai orang benar, yang melibatkan kredibilitas, keadilan, ketegasan, dan kesetiaan dalam melaksanakan kehendak Allah.
**Pesan dan Penerapan:**
Pesan utama dari pertemuan ini adalah pentingnya kesetiaan kepada Allah dan iman yang tidak tergoyahkan. Dalam situasi sulit, orang beriman harus tetap teguh dalam pengharapan dan percaya bahwa Allah akan memberikan keselamatan. Hal ini juga mengingatkan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah dan mewujudkan iman dalam tindakan nyata.
**Pertanyaan Pendalaman:**
1. Sejauh mana muncul kesadaran bahwa dengan menjadi manusia yang benar umat beriman tidak akan mengalami hukuman?
2. Kondisi-kondisi seperti apa yang membuat manusia menjauh dari sebutan sebagai orang benar?
3. Bagaimana upaya manusiawi yang dilakukan untuk membangun disposisi batin atau sikap iman yang tekun-setia bertahan supaya dapat menjadi manusia yang benar?
**Aksi Nyata:**
Setelah doa, semua umat yang hadir melakukan sesi foto bersama. Selain itu, sebagai bagian dari aksi nyata untuk pelestarian lingkungan, setiap kepala keluarga menerima pot untuk ditanam sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan persiapan untuk Paskah mendatang.
Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menjaga kesetiaan kepada Allah dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan serta mempersiapkan diri untuk perayaan Paskah dengan penuh makna.
*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang*
Tanggal: 17 September 2024











0 comments:
Posting Komentar