Foto RP.Vitalis Nggeal, CP. Pimpin Misa
**Ketapang, 22 September 2024** – Minggu Biasa XXV ini diperingati oleh umat Gereja Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, dengan warna liturgi hijau yang melambangkan harapan dan pertumbuhan. Dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Vitalis Nggeal, CP, umat hadir dengan penuh semangat, menciptakan suasana meriah dan khidmat.
Homili Romo Vitalis hari ini menyoroti pesan penting dari Injil mengenai kerendahan hati dan pelayanan. Dalam Injil, Yesus tidak menekankan siapa yang paling berpengaruh atau paling hebat di gereja, tetapi mengajak kita semua untuk menjadi pelayan yang penuh komitmen dan rendah hati. "Jika kita hendak menjadi yang terbesar, kita harus menjadi pelayan bagi sesama," tegas Romo Vitalis.
Yesus menjawab pertanyaan para murid dengan membawa seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka. Anak kecil tidak memiliki kekuasaan dan sepenuhnya bergantung kepada orang tua, yang mencerminkan bagaimana setiap orang percaya harus berserah sepenuhnya kepada Tuhan. "Kerajaan Allah terbuka untuk mereka yang rendah hati," kata Romo Vitalis sambil melukiskan gambaran Yesus yang merangkul seorang anak kecil.
Romo Vitalis juga mengutip Paus Fransiskus dari *Evangelii Gaudium* No. 49, menyampaikan pesan yang kuat kepada umat. "Saya lebih menyukai Gereja yang memar, terluka, dan kotor karena telah keluar ke jalan-jalan, daripada Gereja yang sakit karena menutup diri dan nyaman dengan diri sendiri," kutipnya. Pesan ini menekankan pentingnya Gereja yang aktif, melayani, dan terlibat dalam kehidupan nyata umat, meskipun harus menghadapi tantangan dan kesulitan.
Misa hari ini dihadiri oleh umat dalam jumlah yang cukup besar, yang menjadikan perayaan semakin semarak. Semangat pelayanan dan kerendahan hati yang disampaikan dalam homili Romo Vitalis memberikan inspirasi bagi umat untuk terus melayani sesama dengan tulus, rendah hati, dan penuh kasih seperti yang diajarkan Yesus.
Perayaan Hari Minggu Biasa XXV ini menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa menjadi besar di mata Tuhan berarti menjadi pelayan yang tulus dan rendah hati.
**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**
**Tanggal: 22 September 2024**
0 comments:
Posting Komentar