**Karya Besar Pater Jacobus Cornelius Stoop, CP dalam Membangun Sumber Daya Manusia di Keuskupan Ketapang**


                                                   Foto RP. Jacobus Cornelius Stoop, CP

*Ketapang, 25 September 2024* – Pater Jacobus Cornelius Stoop, CP, atau yang lebih dikenal sebagai Pater Yerun Stoop, adalah sosok misionaris yang tak hanya dikenal dalam pelayanan rohaninya, tetapi juga perannya yang sangat besar dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat. Pada masa awal karyanya sebagai imam di Keuskupan Ketapang, Pater Yerun mendedikasikan hidupnya untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan kehidupan masyarakat, terutama bagi komunitas Dayak yang tinggal di daerah pedalaman.

 1. **Pembentukan Panitia Beasiswa (PBS)**

Salah satu langkah monumental yang dilakukan Pater Yerun di awal karyanya adalah pembentukan Panitia Beasiswa (PBS) yang bekerja sama dengan P.Y. Denggol, tokoh Dayak berpengaruh. Melalui inisiatif ini, Pater Yerun memberikan akses pendidikan kepada generasi muda Dayak yang sebelumnya sulit menjangkau pendidikan formal karena kendala geografis dan ekonomi. PBS memberikan beasiswa kepada ratusan anak muda Dayak untuk melanjutkan pendidikan mereka di tingkat SLTA hingga perguruan tinggi. Berkat program beasiswa ini, banyak putra-putri Dayak yang kini menjadi pemimpin di berbagai sektor, baik di pemerintahan, dunia pendidikan, maupun sektor swasta.

2. **Pengembangan Sekolah-sekolah Katolik**

Selain mendirikan PBS, Pater Yerun juga berperan aktif dalam pengembangan sekolah-sekolah Katolik di Keuskupan Ketapang. Ia bekerja sama dengan para imam dan suster dalam mendirikan sekolah-sekolah yang tidak hanya mengutamakan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritualitas. Sekolah-sekolah ini menjadi pusat pembelajaran yang menyatukan berbagai latar belakang etnis dan budaya di Kalimantan Barat, menjadikan mereka pusat pendidikan yang inklusif dan terbuka. Berkat kontribusi Pater Yerun, banyak sekolah di bawah naungan Keuskupan Ketapang berkembang pesat dan menjadi lembaga pendidikan yang diperhitungkan.

 3. **Pelayanan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi**

Pater Yerun menyadari bahwa pembangunan SDM tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan formal, tetapi juga meliputi pemberdayaan ekonomi. Ia sering terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Melalui berbagai program pelatihan, Pater Yerun mengajarkan teknik pertanian yang lebih efisien kepada masyarakat Dayak, sehingga mereka bisa meningkatkan hasil panen dan kualitas hidup. Tidak hanya itu, Pater Yerun juga mendirikan koperasi lokal yang bertujuan untuk membantu masyarakat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan meningkatkan taraf hidup secara keseluruhan.

4. **Pendampingan Spiritual dan Moral**

Sebagai imam, Pater Yerun tidak melupakan aspek spiritual dan moral dalam pembangunan SDM. Ia memadukan pembinaan rohani dengan pengembangan sosial dan ekonomi, sehingga masyarakat tidak hanya berkembang secara materi, tetapi juga secara moral dan spiritual. Pater Yerun sering memberikan pendampingan kepada para pemuda, baik melalui retret, rekoleksi, maupun kegiatan rohani lainnya, yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kekristenan dan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Karyanya dalam membangun komunitas berbasis iman ini menjadi fondasi kuat bagi perkembangan Keuskupan Ketapang hingga hari ini


                                  Foto RP. Jacobus Cornelius Stoop, CP.Saat Memimpin Misa

 5. **Perjuangan dalam Meningkatkan Akses Pendidikan**

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Pater Yerun adalah akses pendidikan yang terbatas, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman Ketapang. Tidak hanya terbatas pada infrastruktur yang minim, banyak keluarga di daerah pedalaman belum menyadari pentingnya pendidikan. Melalui berbagai dialog dan pendekatan, Pater Yerun berusaha keras mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka. Ia sering mengunjungi desa-desa terpencil untuk menyemangati para orang tua agar memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

 6. **Pengabdian tanpa Batas di Wilayah Pedalaman**

Pater Yerun tidak hanya membatasi pelayanannya di kota Ketapang, tetapi juga aktif menjangkau komunitas-komunitas di wilayah pedalaman yang sulit dijangkau. Ia kerap melakukan perjalanan ke daerah-daerah seperti Petebang, Pasir Mayang, Tayap, dan kampung-kampung lainnya, dengan tujuan memberikan pelayanan rohani dan sosial. Dalam setiap kunjungannya, ia tidak hanya merayakan misa dan sakramen, tetapi juga memberikan pendampingan dalam hal pendidikan dan kesehatan, sehingga masyarakat di daerah terpencil pun bisa merasakan dampak positif dari karyanya.

7. **Peninggalan yang Berharga**

Hingga hari ini, karya besar Pater Yerun dalam membangun SDM di Keuskupan Ketapang terus dikenang dan dirasakan manfaatnya. Banyak dari lulusan beasiswa PBS yang kini menjadi tokoh penting dalam berbagai bidang, dan sekolah-sekolah yang ia bantu dirikan terus melahirkan generasi baru yang cerdas dan berintegritas. Pater Yerun telah meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam bentuk manusia-manusia yang terdidik, beriman, dan berdaya, yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai seorang misionaris, Pater Yerun Stoop tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai imam Katolik, tetapi juga sebagai pelopor dalam pembangunan sumber daya manusia di Ketapang. Dedikasinya terhadap pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembinaan spiritual telah membentuk fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat di wilayah ini. Karya besarnya terus hidup dalam setiap jiwa yang telah disentuh oleh pelayanannya. 


**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus, Paya Kumang**  

**Tanggal: 25 September 2024**




About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar