**Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus di Singapura: Momen Bersejarah bagi Dialog Antaragama**


                    Foto Bapa Suci Paus Fransiskus.Naik Mobil Golf  saat tiba di Singapura

*Ketapang, 11 September 2024* – Paus Fransiskus tiba di Singapura pada Rabu (11/9/2024) pukul 14.52 waktu setempat di Bandara Changi. Singapura adalah negara keempat dan terakhir yang dikunjungi oleh Paus Fransiskus dalam rangkaian tur apostoliknya selama 12 hari di kawasan Asia-Pasifik. Kedatangan beliau di Singapura disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat, termasuk umat Katolik, pemeluk agama lainnya, dan masyarakat umum. 

Warga Singapura dari berbagai kalangan tampak berkerumun di Bandara Changi, menanti kedatangan pemimpin Gereja Katolik yang telah membawa pesan perdamaian, harapan, dan persaudaraan ke berbagai belahan dunia. Vatican News melaporkan, ada kegembiraan yang nyata terlihat di raut wajah mereka yang menyambut Paus Fransiskus, baik tua maupun muda, yang memancarkan semangat penuh harap atas kedatangan beliau.

**Harapan Bagi Dialog Antaragama di Singapura**

Suster Theresa Seow Lee Huang, Wakil Ketua Keuskupan Agung Singapura dan Dewan Dialog Antaragama, mengungkapkan harapannya bahwa kunjungan Paus Fransiskus ini akan menjadi titik awal pembaruan dialog antaragama di Singapura. “Kami berharap dengan kunjungan ini, dan pertemuan semua kaum muda dari berbagai agama, bahkan setelah Bapa Suci pulang, akan memulai momentum untuk benar-benar menarik kaum muda mengupayakan keharmonisan dan perdamaian,” ujar Suster Theresa.

Singapura dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama yang sangat kaya. Dari sekitar 5,6 juta penduduknya, pemeluk Katolik berjumlah sekitar 176.000 orang atau sekitar 3,5 persen dari total populasi. Selain itu, penganut agama Kristen lainnya mencapai 18 persen, Buddha menjadi mayoritas dengan 33 persen, diikuti Islam dengan 15 persen, Tao dengan 11 persen, Hindu sebanyak 5 persen, dan kelompok non-religius sekitar 17 persen. Kehadiran Paus Fransiskus di Singapura diharapkan dapat mempererat hubungan antara komunitas-komunitas agama yang berbeda ini dan memperkuat semangat toleransi.

**Rangkaian Kegiatan Paus Fransiskus di Singapura**

Selama kunjungannya yang berlangsung selama tiga hari, Paus Fransiskus akan menjalani serangkaian kegiatan yang padat dan bermakna. Berikut adalah rangkaian acaranya:

- **Rabu, 11 September 2024:** Paus Fransiskus dijadwalkan mengadakan pertemuan pribadi dengan anggota serikat Jesuit di Pusat Retret St Fransiskus Xaverius. Pertemuan ini diharapkan menjadi momen berharga bagi para Jesuit dalam berbagi pemikiran dan refleksi dengan Bapa Suci.

- **Kamis, 12 September 2024:** Pukul 9 pagi, Paus Fransiskus akan mendapatkan sambutan resmi di Gedung Parlemen Singapura. Beliau dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong, serta mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang, warga sipil, dan korps diplomatik di teater Pusat Kebudayaan Universitas Nasional Singapura (NUS) pada pukul 10.30. Pada sore hari, sekitar pukul 16.30, Paus Fransiskus akan menyapa umat di sekitar lokasi dengan menaiki mobil Paus. Kegiatan hari ini akan ditutup dengan misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Stadion Nasional, yang dimulai pukul 17.15. Misa ini diharapkan menjadi peristiwa bersejarah yang akan dihadiri oleh ribuan umat Katolik dan para simpatisan dari berbagai agama.

- **Jumat, 13 September 2024:** Di hari terakhir kunjungannya, Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi sekelompok orang lanjut usia di panti jompo St Theresa Home dalam acara yang bersifat tertutup. Setelah itu, beliau akan menghadiri dialog antaragama dengan para pemuda di Catholic Junior College, yang diharapkan menjadi sarana untuk memupuk pemahaman dan kerja sama antaragama di kalangan generasi muda. Paus Fransiskus akan kembali ke Vatikan sebelum tengah hari, menyelesaikan rangkaian perjalanan apostoliknya di kawasan Asia-Pasifik.

**Refleksi dan Harapan**

Kunjungan ini menandai akhir dari perjalanan apostolik Paus Fransiskus yang juga telah meliputi kunjungan ke Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Dalam usia 87 tahun, Paus Fransiskus tetap menunjukkan semangat dan dedikasinya untuk menyampaikan pesan cinta kasih, persaudaraan, dan dialog kepada dunia. Harapan besar masyarakat Singapura dan dunia adalah agar kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan antaragama di Singapura, tetapi juga menginspirasi gerakan perdamaian yang lebih luas di seluruh dunia.


Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang  

Tanggal: 11 September 2024

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar