Foto Luhut Cium Tangan Paus Fransiskus saat Serahkan Bibit Mangrove di Gereja Katedral
Ketapang, 5 September 2024 — Dalam momen penuh makna di Graha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral Jakarta pada Rabu, 4 September 2024, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyerahkan bibit pohon mangrove kepada Paus Fransiskus. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat, saat Luhut dengan penuh hormat mencium tangan Paus, sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan kepala negara Vatikan.
Acara ini merupakan bagian dari kegiatan bersama dengan Scholas Occurrentes, sebuah organisasi nonprofit yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial, yang didirikan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2013. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta juga diberi kesempatan untuk bersalaman dan menyapa Paus Fransiskus, namun pertemuan Luhut dengan Paus memiliki keistimewaan tersendiri.
Pembawa acara dalam kegiatan tersebut mengumumkan bahwa penanaman mangrove adalah tradisi baru yang diperkenalkan oleh Scholas Occurrentes di Indonesia. "Saya mengundang Menteri Koordinator Luhut yang akan menanam pohon mangrove bersama Bapa Suci dan dua anak," ujar sang pembawa acara dalam bahasa Inggris, sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Agama.
Momen Bersejarah dan Simbol Perdamaian
Luhut mendekati Paus Fransiskus yang duduk di kursi di hadapan para peserta. Dengan mengenakan batik bercorak biru, ia menundukkan badan, mencium tangan Paus Fransiskus, dan terlibat dalam percakapan singkat dengan Paus yang memiliki nama lahir Jorge Mario Bergoglio. Bibit mangrove yang sudah diletakkan di meja depan Paus Fransiskus menjadi pusat perhatian. Dua pelajar SMA yang mengenakan seragam mendekati Paus dan Luhut, masing-masing membawa bejana berisi tanah dan air.
Dalam prosesi penanaman, Paus Fransiskus memindahkan tanah dari bejana ke dalam pot yang berisi bibit mangrove, kemudian menyiramnya dengan air dari bejana lain. Setelah itu, Paus Fransiskus memberikan berkat bagi semua yang hadir. "Saya akan memberikan berkat seperti yang diminta. Kata 'berkat' dalam bahasa Latin berasal dari 'benedire', yang berarti berkata baik tentang orang lain," ujar Paus Fransiskus dalam bahasa Italia, yang kemudian diterjemahkan.
Simbol Komitmen Lingkungan dan Perdamaian
Paus Fransiskus menyampaikan kegembiraannya atas kehadiran orang-orang dari berbagai agama di acara tersebut. Ia mengajak semua yang hadir untuk berdoa dalam kesunyian, sambil memberikan berkat bagi setiap individu yang hadir, keluarga mereka, dan masa depan mereka. "Tuhan memberkati setiap dari kalian. Memberkati keinginan Anda, keluarga Anda, dan keadilan kalian," ujar Paus Fransiskus, pemimpin asal Argentina tersebut.
Acara ini juga menandai awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan pada upacara pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024, yang digelar pada tanggal 5-6 September. Bibit mangrove yang ditanam Paus Fransiskus akan menjadi simbol perdamaian dan komitmen untuk menjaga lingkungan bersama, sebagaimana ditegaskan oleh pembawa acara.
Pertemuan Berkesan bagi Luhut
Usai acara, Luhut berbagi perasaannya mengenai momen bersejarah ini. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Paus Fransiskus sangat berkesan baginya, mengingatkan dirinya akan pengalamannya 35 tahun lalu ketika ia bertugas sebagai tim keamanan untuk Paus Yohanes Paulus II. "Saya kira buat saya pribadi ini sangat berkesan karena 35 tahun yang lalu saya menjadi tim keamanan Paus Yohanes Paulus II. Kali ini, saya datang sebagai warga negara yang bertemu dengan Paus Fransiskus," ujarnya.
Luhut juga memuji kesederhanaan dan pesan perdamaian yang disampaikan oleh Paus Fransiskus. "Kesederhanaan dan bagaimana dia mendorong perdamaian serta cintanya terhadap lingkungan, menurut saya sangat luar biasa," tambahnya.
Scholas Occurrentes: Membangun Persatuan Melalui Pendidikan
Scholas Occurrentes, organisasi yang didirikan oleh Paus Fransiskus, memiliki misi untuk mempromosikan budaya perjumpaan melalui pendidikan, olahraga, seni, dan teknologi. Dalam konteks Indonesia, inisiatif penanaman mangrove merupakan langkah konkret untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga lingkungan. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan lintas agama dan lintas budaya, tetapi juga mengukuhkan komitmen bersama untuk perdamaian dan kelestarian bumi.
Makna Pohon Mangrove dalam Konteks Lingkungan
Penanaman pohon mangrove tidak hanya sekadar simbolis, melainkan juga memiliki nilai ekologis yang sangat penting. Mangrove berfungsi sebagai benteng alam terhadap erosi pantai, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai spesies laut. Dengan menanam bibit mangrove bersama Paus Fransiskus, Luhut dan semua yang terlibat dalam acara ini memperkuat pesan bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga alam dapat membawa dampak besar bagi masa depan planet kita.
Acara ini sekaligus menjadi bukti nyata dari upaya bersama antara pemerintah, gereja, dan organisasi masyarakat untuk berkontribusi secara positif bagi lingkungan dan perdamaian dunia. Bibit mangrove yang ditanam di Gereja Katedral Jakarta akan menjadi saksi hidup dari komitmen tersebut, tumbuh seiring dengan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia dan bumi tempat kita tinggal.
Tim Komsos Paroki St. Agustinus Paya Kumang
.jpg)
0 comments:
Posting Komentar