*Ketapang, 7 September 2024* — Sabtu Pekan Biasa XXII menjadi momen yang penuh makna bagi umat Katolik, khususnya di Keuskupan Ketapang. Hari ini, Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, berbagi pesan yang mendalam melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya. Unggahan tersebut menampilkan kutipan ayat dari Injil Yohanes 14:6, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Dengan kalimat yang singkat namun penuh kekuatan, Mgr. Pius mengajak umat untuk merenungkan arti perjalanan hidup mereka dalam terang ajaran Kristus. "Semoga kami mampu menempuh jalanMu. Amin," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Foto.Paus Fransiskus yang di Ambil dari Tangkapan Layar Instagram.Mgr. Pius Riana PrapdiPesan Mgr. Pius ini datang di saat yang tepat, ketika dunia sedang menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari krisis ekonomi global, konflik, hingga perubahan iklim yang semakin nyata. Di tengah situasi yang tidak menentu ini, umat manusia membutuhkan lebih dari sekadar solusi duniawi. Mereka membutuhkan arah dan tujuan yang lebih tinggi, yang hanya dapat ditemukan melalui jalan yang ditunjukkan oleh Kristus.
Unggahan Mgr. Pius mendapatkan respons yang luas dari umat di seluruh penjuru Keuskupan Ketapang dan di luar wilayah tersebut. Banyak yang merasa tersentuh oleh pesan tersebut, yang mengingatkan mereka untuk kembali kepada akar iman mereka dan menjalani hidup yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, di mana segala sesuatu sering kali terasa begitu cepat dan sibuk, pesan ini menjadi panggilan untuk merenungkan kembali tujuan dan arah hidup.
Mgr. Pius bukan satu-satunya pemimpin gereja yang mengangkat isu spiritualitas ini. Pada 5 September 2024, di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Paus Fransiskus, dalam kunjungannya yang bersejarah ke Indonesia, juga memberikan pesan serupa kepada ribuan umat yang hadir. Seusai memimpin Misa Akbar di GBK, Paus Fransiskus berbicara dengan penuh kelembutan dan kehangatan, mengingatkan umat tentang pentingnya menapaki jalan yang benar, yaitu jalan Kristus.
Dalam homilinya, Paus Fransiskus menyatakan, "Dunia saat ini begitu sering dipenuhi dengan suara-suara yang mencoba mengarahkan kita ke berbagai arah. Namun, hanya ada satu jalan yang benar, satu kebenaran yang sejati, dan satu kehidupan yang penuh makna. Itulah jalan Kristus." Paus menekankan bahwa mengikuti Kristus bukan berarti hidup tanpa tantangan, tetapi merupakan jalan yang membawa kita menuju kehidupan yang kekal dan penuh damai.
Pesan ini tidak hanya relevan bagi umat Katolik di Indonesia, tetapi juga bagi seluruh dunia. Dalam konteks Indonesia, sebuah negara dengan keberagaman budaya, agama, dan suku, seruan Paus Fransiskus untuk saling mengasihi dan berjalan dalam kebenaran menjadi sangat penting. "Jalan yang ditunjukkan oleh Kristus adalah jalan kasih, jalan pengampunan, dan jalan kedamaian," lanjut Paus Fransiskus. "Di dunia yang sering kali terbelah oleh perbedaan, kita diajak untuk menjadi jembatan yang menghubungkan, bukan jurang yang memisahkan."
Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia, khususnya di Jakarta, menandai sebuah peristiwa bersejarah yang diharapkan dapat memperkuat persatuan di antara umat Katolik dan meningkatkan semangat mereka untuk menjalani hidup dalam kasih dan iman. Kunjungan ini juga menggarisbawahi komitmen gereja terhadap keadilan sosial dan perdamaian di dunia.
**Pesan untuk Semua Umat di Tengah Perjuangan Hidup**
Pesan dari Mgr. Pius dan Paus Fransiskus tersebut mendapatkan sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat. Banyak umat yang merasakan kekuatan spiritual dari pesan ini, merasa terdorong untuk memperkuat iman mereka dan menjalani hidup yang lebih bermakna. Di media sosial, banyak yang mengungkapkan betapa mereka merasa diberkati dengan pesan yang penuh inspirasi tersebut.
Pesan yang disampaikan oleh kedua pemimpin gereja ini juga menyoroti perlunya memperkuat spiritualitas di tengah perubahan zaman yang cepat. Banyak umat Katolik yang merasa terjebak dalam rutinitas harian dan godaan duniawi, dan mereka membutuhkan dorongan untuk kembali kepada akar iman mereka. Pesan ini menegaskan bahwa hanya melalui iman dan pengharapan kepada Kristus, manusia dapat menemukan kedamaian sejati dan tujuan hidup yang abadi.
Mgr. Pius Riana Prapdi dalam refleksinya juga menekankan pentingnya kehidupan spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia modern. "Kita hidup dalam dunia yang semakin kompleks, dengan tantangan dan godaan yang begitu banyak. Tetapi jangan lupa bahwa ada satu jalan yang membawa kita kepada Bapa, yaitu melalui Kristus," tulisnya. Ia mengajak umat untuk merenungkan apakah hidup mereka telah berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan dan apakah mereka sudah menjalani hidup yang memuliakan Tuhan.
**Kunjungan Paus Fransiskus sebagai Momen Inspiratif**
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, khususnya dalam perayaan Misa Akbar di GBK, memberikan inspirasi dan harapan baru bagi umat Katolik di Indonesia. Kehadiran Paus Fransiskus, dengan pesan kasih dan pengampunannya, diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi umat Katolik di Indonesia, dan memberikan semangat baru untuk memperjuangkan keadilan dan kedamaian.
Selama kunjungannya, Paus Fransiskus juga bertemu dengan berbagai pemimpin agama lain, menunjukkan komitmennya terhadap dialog antaragama dan persatuan. "Kami semua adalah saudara dan saudari di bawah satu Tuhan. Tidak ada yang lebih indah daripada hidup dalam damai dan saling mengasihi," ucap Paus Fransiskus dalam pertemuan tersebut. Ucapan ini mendapat sambutan yang sangat positif, mencerminkan harapan Paus Fransiskus untuk menjalin persahabatan yang lebih erat di antara semua umat beragama.
**Menghidupi Pesan Kasih dan Pengampunan Kristus**
Pesan ini menekankan pentingnya hidup dalam kasih dan pengampunan Kristus. Dengan meneladani Kristus, Paus Fransiskus dan Mgr. Pius mengajak umat untuk selalu berjalan di jalan kebenaran, memperkuat iman, dan membawa damai di tengah dunia yang penuh tantangan. "Marilah kita terus berdoa dan bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik, di mana kasih dan keadilan menjadi pilar utama dalam kehidupan kita," tutup Mgr. Pius.
Kunjungan ini mengingatkan kita semua bahwa meskipun dunia terus berubah, kasih Tuhan tetap abadi dan jalan-Nya tetap menjadi panduan yang tak tergantikan bagi setiap orang yang mencari kebenaran sejati. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk mengikuti jalan Kristus, menjalani hidup dalam kasih dan damai, dan menjadi berkat bagi sesama.
**Penulis:** Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
**Tanggal:** 7 September 2024.


0 comments:
Posting Komentar