**Mgr. Pius Riana Prapdi Ajak Umat Ketapang Tumbuhkan Persaudaraan Sejati bersama Paus Fransiskus dan Scholas Occurrentes**


                                   Foto Mgr. Pius Riana Prapdi,Uskup Keuskupan Ketapang

*Ketapang, 13 September 2024* — Dalam suasana Pekan Biasa XXIII, umat Katolik di seluruh dunia mendapat pencerahan dari sabda Yesus, "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?" (Luk 6:39). Sabda ini, yang sarat akan makna, mengajak umat beriman untuk merenungkan pentingnya bimbingan yang benar dan tulus dalam perjalanan hidup, terutama dalam mewujudkan persaudaraan sejati. Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, memanfaatkan momen ini untuk menggerakkan umat di Keuskupan Ketapang agar lebih terlibat aktif dalam membangun dialog dan solidaritas, khususnya melalui pesan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus dan Komunitas Scholas Occurrentes pada pertemuan bersejarah di Vatikan, 4 September 2024 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Paus Fransiskus menekankan pentingnya semangat persaudaraan universal yang melampaui segala perbedaan. Dengan penuh kasih, Paus mengingatkan bahwa dunia saat ini membutuhkan lebih banyak pemimpin yang tidak hanya mampu memimpin dengan bijaksana, tetapi juga dengan penuh kasih sayang dan empati. Melalui akun Instagram pribadinya, Mgr. Pius Riana Prapdi membagikan pesan tersebut kepada umat Keuskupan Ketapang, seraya mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari panggilan mereka dalam membangun persaudaraan sejati di lingkungan mereka masing-masing.

**Scholas Occurrentes: Menggerakkan Generasi Muda Menuju Persaudaraan Global**

Komunitas Scholas Occurrentes, yang menjadi mitra utama dalam kegiatan ini, adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan oleh Paus Fransiskus pada tahun 2013. Berawal dari keprihatinan Paus atas masalah sosial yang dihadapi oleh generasi muda, Scholas Occurrentes kini beroperasi di lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Komunitas ini memiliki tujuan untuk mempromosikan dialog antarbudaya, pendidikan, dan perdamaian, dengan menanamkan nilai-nilai kasih, solidaritas, dan persatuan di kalangan generasi muda.

Di Indonesia, Scholas Occurrentes telah melakukan berbagai kegiatan, seperti program pendidikan bagi kaum muda yang kurang beruntung, seminar tentang toleransi dan perdamaian, serta proyek-proyek lingkungan hidup. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda memahami peran mereka sebagai agen perubahan dan membangun dunia yang lebih inklusif dan penuh kasih. Dalam laporan yang disampaikan kepada Paus Fransiskus, Scholas Occurrentes Indonesia menyoroti pentingnya kolaborasi antarumat beragama dan budaya sebagai pondasi utama untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

                               Foto Tangkapan Layar Akun Instagram Pribadi Mgr. Pius Riana Prapdi,                                                                                            Uskup Keuskupan Ketapang

**Paus Fransiskus: Tuntunlah Kami pada Jalan Persaudaraan Sejati**

Dalam pertemuan tersebut, Paus Fransiskus mengungkapkan harapannya agar Komunitas Scholas Occurrentes dapat terus menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan persaudaraan di seluruh dunia. “Yesus, tuntunlah kami pada jalan persaudaraan sejati,” ucap Paus Fransiskus dalam doanya, yang kemudian diunggah oleh Mgr. Pius Riana Prapdi melalui akun Instagram pribadinya pada 13 September 2024. Paus mengajak semua umat beriman, termasuk mereka yang berada di wilayah Keuskupan Ketapang, untuk meneladani Kristus dalam memperjuangkan persaudaraan, terutama di tengah dunia yang seringkali terpecah oleh perbedaan.

Mgr. Pius, dalam unggahannya, juga memberikan refleksi mendalam tentang bagaimana pesan ini seharusnya diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari umat. "Persaudaraan sejati tidak hanya berarti hidup berdampingan dengan damai, tetapi juga berarti saling mendukung dan bekerja sama dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman ini," tulis Mgr. Pius. Ia mengajak seluruh umat di Ketapang untuk merenungkan kembali peran mereka sebagai pembawa terang dan kasih Kristus di tengah masyarakat yang beragam.

**Tantangan dan Peluang dalam Mewujudkan Persaudaraan di Ketapang**

Mgr. Pius Riana Prapdi juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh umat di Keuskupan Ketapang dalam mewujudkan visi persaudaraan sejati. Dengan latar belakang masyarakat yang sangat beragam, baik dari segi budaya, agama, maupun ekonomi, Mgr. Pius mengajak umat untuk melihat perbedaan tersebut sebagai kekayaan yang harus dirayakan, bukan dipermasalahkan. “Kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia, terutama di lingkungan kita sendiri,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa membangun persaudaraan tidaklah cukup hanya dengan kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, mendukung inisiatif kemanusiaan, dan terlibat dalam dialog lintas agama. "Ketika kita mampu melihat Kristus dalam diri sesama, maka kita telah melangkah satu langkah lebih dekat menuju persaudaraan sejati," lanjutnya.

**Aksi Nyata Umat di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**

Sebagai tanggapan atas ajakan ini, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang mulai mengorganisir beberapa kegiatan untuk memperkuat ikatan persaudaraan di antara mereka. Salah satunya adalah program pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan, serta kegiatan belajar bersama untuk anak-anak di lingkungan sekitar gereja. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi umat untuk berbagi kasih dan mempererat ikatan persaudaraan di tengah komunitas mereka.

Selain itu, umat paroki juga diundang untuk terlibat dalam kampanye lingkungan yang diinisiasi oleh Scholas Occurrentes Indonesia. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ciptaan Tuhan melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penanaman pohon, dan kegiatan daur ulang. Melalui kampanye ini, umat diajak untuk menjadi teladan dalam merawat bumi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama sebagai pengikut Kristus.

**Harapan dan Doa untuk Masa Depan**

Mgr. Pius Riana Prapdi berharap agar umat di Keuskupan Ketapang, khususnya Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, dapat terus menumbuhkan semangat persaudaraan dan kasih. Ia mengajak umat untuk tidak hanya mendoakan Paus Fransiskus dan Komunitas Scholas Occurrentes, tetapi juga untuk terus mendoakan satu sama lain, agar Tuhan selalu membimbing mereka di jalan persaudaraan sejati.

“Semoga semangat kasih Kristus senantiasa menyertai kita dalam perjalanan menuju persaudaraan yang lebih erat, baik di tingkat lokal maupun global. Kita percaya bahwa dengan kasih, segala perbedaan dapat dijembatani, dan dunia yang lebih damai dapat terwujud,” tutup Mgr. Pius dengan penuh harap.

Dengan pesan ini, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang dan seluruh Keuskupan Ketapang diajak untuk terus aktif berpartisipasi dalam gerakan persaudaraan sejati, seperti yang dicontohkan oleh Paus Fransiskus dan Komunitas Scholas Occurrentes. Melalui aksi nyata, refleksi mendalam, dan doa, umat diharapkan dapat menjadi pembawa terang dan kasih di dunia yang sering kali dilanda kegelapan dan ketidakpastian. 


 (Sumber: Tangkapan Layar Akun Pribadi Instagram Mgr. Pius Riana Prapdi)

Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang  

Tanggal: 12 September 2024  

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar