**"Mgr. Pius Riana Prapdi: Dua Belas Tahun Melayani dengan Kasih, Penuh Dedikasi dan Cinta"**


                                     Foto Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang. 

*Ketapang, 10 September 2024* - Dalam suasana penuh syukur dan doa, Keuskupan Ketapang merayakan HUT Episkopal ke-12 dari Mgr. Pius Riana Prapdi, uskup yang dikenal dengan keteladanan, kasih, dan pengabdiannya yang tulus kepada seluruh umat. Perayaan ini menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Keuskupan Ketapang untuk mengenang dan merayakan perjalanan seorang gembala yang selalu mengedepankan cinta kasih dalam setiap langkah pelayanannya.



























**Mengawali Pelayanan dengan Hati yang Penuh Kasih**

Lahir di Paniai, Papua, pada 5 Mei 1967, Mgr. Pius Riana Prapdi bukan hanya mengenal arti keberagaman sejak dini, tetapi juga memeluknya sebagai bagian dari perjalanan imannya. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 8 Juli 1995, dan sejak saat itu, jejaknya dalam pelayanan semakin nyata dan mengakar. Ketika ditahbiskan sebagai uskup pada 9 September 2012, dengan motto "Serviens in Caritate" atau "Pelayanan dalam Kasih," ia memulai tugas baru dengan penuh keyakinan bahwa kasih adalah inti dari semua pelayanan.

**Dua Belas Tahun Penuh Pengabdian dan Kasih Sayang**

Dalam dua belas tahun terakhir, Mgr. Pius telah menunjukkan apa arti sesungguhnya dari melayani dalam kasih. Di tengah keberagaman budaya dan tantangan sosial yang ada di Keuskupan Ketapang, beliau hadir sebagai pemersatu, seorang pemimpin yang tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi juga menghidupkannya setiap hari.

Mgr. Pius dikenal karena kedekatannya dengan umat. Ia sering kali turun langsung ke lapangan, menjumpai mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, mendengarkan keluh kesah, memberikan nasihat, dan menguatkan hati yang lemah. "Saya percaya bahwa Gereja harus hadir di tengah-tengah umat, bukan hanya sebagai institusi, tetapi sebagai rumah yang penuh kasih," ungkapnya dalam sebuah wawancara.

**Menjadi Sosok Gembala yang Peduli**

Dalam kepemimpinannya, Mgr. Pius memfokuskan perhatian pada banyak aspek kehidupan Gereja dan masyarakat. Ia memberi perhatian besar pada pendidikan anak-anak dan kaum muda, dengan memastikan bahwa pendidikan Katolik yang inklusif dan bermutu tersedia bahkan di daerah-daerah yang jauh. Ia juga aktif mendukung berbagai inisiatif sosial dan ekonomi, termasuk pemberdayaan komunitas, bantuan bagi mereka yang terkena dampak bencana, dan pelayanan bagi yang miskin dan tertindas.

Mgr. Pius tak hanya menjadi uskup yang mengajar dari altar, tetapi juga uskup yang turun ke jalan-jalan, menghadirkan Gereja dalam setiap tindakan nyata. Ia mengajarkan kepada kita semua bahwa kasih Tuhan tak hanya dirasakan dalam doa-doa, tetapi juga dalam kerja keras, perhatian kepada sesama, dan keberanian untuk berbuat baik.

**Menginspirasi Generasi Baru untuk Mengikuti Jejak Pelayanan**

Keuskupan Ketapang kini merasakan gelombang baru harapan, berkat teladan yang diberikan oleh Mgr. Pius. Kaum muda, terutama, terinspirasi oleh semangat dan dedikasinya. Banyak dari mereka yang terlibat dalam kegiatan pelayanan gereja, kegiatan sosial, dan menjadi lebih berani untuk membagikan iman mereka di lingkungan mereka masing-masing. 

"Mgr. Pius adalah inspirasi bagi kami. Dia menunjukkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, kita harus terlebih dahulu menjadi seorang pelayan yang baik," kata Even Fransiska, seorang anggota Orang Muda Katolik (OMK) di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. "Ia mengajarkan kami bahwa kasih itu tidak hanya tentang perasaan, tetapi tindakan nyata yang memberi dampak," tambahnya.

**Merayakan Kasih dalam Kesederhanaan**

Perayaan HUT Episkopal ke-12 ini ditandai dengan Misa Syukur yang dihadiri oleh ribuan umat dari berbagai paroki di Keuskupan Ketapang. Dalam homilinya, Mgr. Pius menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas kesempatan untuk melayani umat di Keuskupan ini. “Saya merasa diberkati bisa berada di tengah-tengah kalian semua, untuk melayani dan berjalan bersama dalam iman. Saya berterima kasih atas dukungan, doa, dan kasih yang terus menguatkan saya dalam tugas ini,” ujarnya dengan penuh kerendahan hati.

Ia juga meminta doa agar dapat terus setia melayani dengan kasih yang sama seperti ketika pertama kali menerima panggilan sebagai uskup. "Pelayanan ini bukan tentang saya, tetapi tentang kasih Tuhan yang bekerja melalui setiap kita. Mari kita bersama-sama melanjutkan karya ini dengan hati yang bersyukur," tuturnya.


**Mengundang Umat untuk Terus Berjalan Bersama**

Di akhir Misa, seluruh umat bersama-sama berdoa untuk kesehatan, kekuatan, dan hikmat bagi Mgr. Pius. Ucapan terima kasih dan harapan juga mengalir dari berbagai penjuru, termasuk dari para imam, biarawan-biarawati, dan pemimpin komunitas yang merasakan dampak langsung dari kepemimpinan dan kasih yang beliau tunjukkan.

“Kami bangga memiliki seorang gembala seperti Mgr. Pius. Kepemimpinannya yang penuh kasih telah membawa banyak perubahan positif di komunitas kami,” ujar Pastor Antonius, salah satu imam di Keuskupan Ketapang.


**Doa dan Harapan di Tahun-tahun Mendatang**

Peringatan HUT Episkopal ini bukan sekadar momen untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk memandang ke depan dengan harapan yang besar. Semoga dalam tahun-tahun mendatang, Mgr. Pius Riana Prapdi terus diberi kesehatan, kekuatan, dan semangat untuk melanjutkan misinya sebagai pelayan Tuhan yang setia. Keuskupan Ketapang bersyukur atas kehadiran seorang uskup yang setia, berkomitmen, dan penuh kasih seperti beliau.

Selamat HUT Episkopal ke-12, Mgr. Pius Riana Prapdi. Doa kami menyertai Anda dalam setiap langkah pelayanan Anda. Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan menuntun Anda dalam setiap perjalanan yang penuh makna ini.


Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang  

Tanggal: 10 September 2024





About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar