*Ketapang, 7 September 2024* - Pada Minggu, 8 September 2024, Paus Fransiskus akan tiba di salah satu komunitas Katolik paling terpencil di dunia, yakni Vanimo, Papua Nugini. Kunjungan ini menjadi momen istimewa bagi sekelompok misionaris Argentina di wilayah tersebut yang telah menyiapkan sambutan sederhana namun penuh makna: segelas "mate," minuman herbal tradisional yang sangat populer di Amerika Selatan.
Paus Fransiskus, yang kini berusia 87 tahun dan berasal dari Buenos Aires, sedang menjalani lawatan selama 12 hari ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. Lawatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarbangsa dan menggalang aksi global dalam menghadapi perubahan iklim, sebuah isu yang kerap disuarakannya. Di Papua Nugini, kunjungannya yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan kunjungan sore ke Vanimo, kota kecil berpenduduk sekitar 14.000 jiwa yang terletak di dekat perbatasan dengan Indonesia.
Sambutan untuk Bapa Suci di Kota Terpencil
Vanimo adalah kota sederhana yang tidak dapat diakses melalui jalur darat dari sebagian besar wilayah Papua Nugini. Untuk mempersiapkan kedatangan Paus Fransiskus, otoritas setempat harus mengirimkan mobil Paus dengan tongkang dari ibu kota Port Moresby. Kunjungan Paus Fransiskus ke Vanimo sebagian besar karena keberadaan kelompok misionaris Argentina, Institute of the Incarnate Word, yang telah lama berkiprah di keuskupan Vanimo.
Pastor Agustin Prado, salah satu misionaris Argentina di Vanimo, mengungkapkan bahwa hubungan antara Vanimo dan Vatikan dimulai setelah saudaranya, Pastor Martin, memimpin sekelompok umat ke Roma pada 2019. Mereka beraudiensi dengan Paus dan sejak itu, para misionaris di Vanimo tetap berhubungan dengan Vatikan, berbagi foto dan video tentang kegiatan mereka di sana. Para pejabat Vatikan menginformasikan kepada para misionaris bahwa Paus Fransiskus ingin bertemu mereka secara pribadi di kediaman mereka, di mana ia akan disambut dengan segelas "mate".
"Bagi kami, ini adalah sebuah berkat yang besar. Kami sedang mempersiapkan segalanya, baik secara materi maupun spiritual, untuk siap bertemu dengannya," ujar Pastor Agustin Prado dengan penuh semangat. Paus Fransiskus, yang memiliki latar belakang sebagai mantan penjaga klub malam di Buenos Aires sebelum menjadi imam, sudah beberapa kali terlihat menikmati "mate" yang ditawarkan kepadanya dalam berbagai kesempatan.
Vanimo: Kota dengan Harapan di Tengah Keterbatasan
Vanimo adalah kota kecil yang masih sangat sederhana, hanya memiliki dua supermarket, dua pom bensin, dan sebuah rumah sakit. Menurut Prado, "Ini adalah kota yang sangat miskin, tidak banyak pembangunan. Semua harus datang dengan kapal, dan itu membutuhkan banyak waktu."
Persiapan kunjungan Paus Fransiskus ini melibatkan mobilisasi besar-besaran. Mobil dan bahan bakar untuk rombongan Kepausan telah dikirimkan lebih awal oleh Pasukan Pertahanan Papua Nugini, sementara Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat Pasukan Pertahanan Australia untuk memenuhi kebutuhan kursi rodanya akibat masalah kesehatan pada lutut dan punggungnya, seperti yang dijelaskan oleh Pastor Lawrence Arockiaraj, koordinator umum komite kunjungan.
Dukungan Gereja untuk Masyarakat Vanimo
Margaret Vella, seorang penggalang dana yang berbasis di Sydney untuk keuskupan Vanimo, telah aktif mendukung komunitas Katolik di kota tersebut sejak kunjungan pertamanya pada 2012. Ia telah mengirimkan berbagai pengiriman rutin, termasuk cat, tangki air, dan bahkan beberapa tong anggur untuk keperluan biara biarawati Argentina di sana.
"Komunitas Katolik di sini mungkin tidak besar, tetapi ketika Anda datang ke Misa pagi, gereja-gereja selalu penuh sesak," kata Vella. Vanimo seringkali bergantung pada Gereja untuk kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, mengingat keterbatasan fasilitas yang ada di kota ini.
Persiapan Penyambutan Paus Fransiskus
Kunjungan Paus Fransiskus ke Vanimo akan diadakan di sebuah lapangan olahraga besar di mana puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir. Banyak dari mereka diangkut dengan bantuan perusahaan penebangan kayu setempat. Prado memperkirakan ada sekitar 20.000 hingga 30.000 umat Katolik di keuskupan itu, meskipun jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih besar.
Para misionaris, yang kadang harus berjalan selama berhari-hari melalui hutan lebat untuk berkhotbah kepada komunitas terpencil, merasa sangat terharu dengan kunjungan Paus Fransiskus. "Orang-orang di sini sangat sederhana, tetapi pada saat yang sama, mereka sangat peka terhadap iman. Sekarang mereka tahu bahwa Paus akan mengunjungi mereka, mereka sangat bersemangat," tambah Prado.
Kehadiran Paus Fransiskus di Vanimo menjadi momen penting bagi masyarakat lokal. Dengan semangat persatuan dan harapan, kunjungan ini diharapkan akan membawa berkah, memperkuat iman, dan memperkuat komitmen untuk mewujudkan keadilan dan perdamaian di tengah berbagai tantangan.
**Penulis:** Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
**Tanggal:** 7 September 2024.

0 comments:
Posting Komentar