*Ketapang, 9 September 2024 – Pada hari Senin (9/9), Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik sedunia, tiba di Timor Leste dalam kunjungan bersejarah yang menandai negara ketiga dalam rangkaian perjalanan apostoliknya selama 12 hari di kawasan Asia-Pasifik. Kedatangannya disambut dengan antusiasme luar biasa oleh ribuan warga, serta oleh Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Dili.
Foto Bapa Suci Paus Fransiskus disambut anak-anak Timor Leste yang mengenakan pakaian tradisional saat tiba di DiliSekitar pukul 14.20 waktu setempat, Paus Fransiskus dan rombongannya tiba di bandara dengan pesawat khusus. Setibanya di lokasi, Paus disambut secara resmi oleh Presiden Ramos-Horta, yang menyambutnya dengan hangat di tengah kerumunan yang penuh semangat. Selain itu, sekelompok anak sekolah yang mengenakan pakaian tradisional turut meramaikan suasana dengan memberikan bunga dan syal tenun seremonial khas Timor Leste yang disebut "tai" sebagai tanda penghormatan.
Kunjungan Paus Fransiskus ini merupakan yang pertama kali dilakukan seorang Paus ke Timor Leste sejak negara tersebut merdeka pada tahun 2002. Timor Leste, dengan populasi sekitar 1,3 juta jiwa dan mayoritas penganut Katolik, menyambut kedatangan Paus dengan persiapan yang sangat matang. Kegiatan Paus Fransiskus di Timor Leste dirancang untuk berlangsung selama tiga hari, dan akan mencakup berbagai acara penting.
Hari ini, Paus dijadwalkan akan memberikan pidato di hadapan otoritas politik negara, yang akan diikuti dengan pertemuan dengan anak-anak serta umat Katolik dari berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan hari pertama ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara Gereja Katolik dan masyarakat Timor Leste, serta untuk memberikan dorongan spiritual bagi umat setempat.
Pada Selasa (10/9), Paus Fransiskus akan memimpin misa besar di area pesisir Tasitolu yang luas. Diperkirakan sekitar 750.000 orang akan hadir dalam misa tersebut, menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat Katolik Timor Leste untuk bertemu dengan pemimpin mereka. Persiapan untuk misa ini mencakup pengaturan lokasi dan logistik yang matang, mengingat jumlah peserta yang sangat besar.
Para jemaat Katolik di Timor Leste rela menempuh perjalanan jauh dari kota-kota pinggiran untuk menghadiri misa bersama Paus. Bahkan, beberapa warga negara Indonesia dari Nusa Tenggara Timur juga diperkirakan akan melintasi perbatasan untuk bergabung dalam perayaan tersebut, menunjukkan betapa luasnya dampak dari kunjungan ini di kawasan sekitar.
Rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste ini merupakan bagian dari perjalanan internasionalnya yang dimulai dengan kunjungan ke Indonesia dan Papua Nugini. Setelah menyelesaikan kunjungannya di Timor Leste, Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanan ke Singapura sebelum akhirnya kembali ke Roma pada 13 September mendatang.
Kehadiran Paus Fransiskus di Timor Leste diharapkan dapat memperkuat hubungan spiritual dan diplomatik antara Timor Leste dan Vatikan, serta memberikan dorongan dan inspirasi bagi umat Katolik di negara tersebut untuk terus memupuk iman dan persatuan.
*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*
*Tanggal: 9 September 2024*
.jpeg)

0 comments:
Posting Komentar