**Sejarah Baru! Paus Fransiskus Kunjungi Singapura, Apa Alasannya?**

 

   Foto: Para siswa berpose dengan para siswa di Sekolah Humaniora Holy Trinity selama           kunjungan Paus Fransiskus, di Baro, dekat Vanimo, Papua Nugini, 8 September 2024.

*Ketapang, 9 September 2024* — Paus Fransiskus akan melakukan kunjungan bersejarah ke Singapura pada 11 hingga 13 September 2024, sebagai bagian dari perjalanan apostoliknya ke Asia-Oceania. Ini merupakan kunjungan pertama seorang Paus ke Singapura sepanjang sejarah. Kehadiran Paus Fransiskus telah dinantikan oleh sekitar 395.000 umat Katolik di Singapura.

Kardinal William Goh, pemimpin Keuskupan Agung Singapura, menyatakan bahwa tema kunjungan ini adalah "Persatuan dan Harapan". “Sebagai Keuskupan Agung, kita dipersatukan pertama dan terutama oleh iman kita yang sama kepada Tuhan Yesus Kristus,” ungkap Kardinal Goh kepada Vatican News.

Singapura dan Vatikan telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1981. Kunjungan Paus Fransiskus ini berlangsung 38 tahun setelah kunjungan singkat selama lima jam oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1986.

Singapura, sebuah kota multietnis, agama, ras, dan budaya, memiliki Gereja yang unik dengan sifat multiras dan multibahasa. Misa di Singapura sebagian besar dirayakan dalam bahasa Inggris, namun juga dalam bahasa lokal sesuai dengan etnis, dan bahkan dalam bahasa isyarat untuk tuna rungu. Meski masyarakat Singapura terdiri dari beragam suku dan agama, dialog keagamaan yang terbangun sangat positif, dengan nilai-nilai keluarga dan martabat kehidupan yang dijunjung tinggi bersama-sama.

Sebagai pusat keuangan dan bisnis di Asia, warga Singapura terdiri dari keturunan berbagai etnis, termasuk Tionghoa, Melayu, India, dan Eurasia. Gereja Katolik di Singapura sendiri memiliki 29 gereja paroki, tiga gereja keagamaan, 53 sekolah, 47 organisasi kemanusiaan, dan dua lembaga kesehatan.

Delapan Tahun Penantian

Kedatangan Paus Fransiskus telah dinantikan selama delapan tahun oleh umat Katolik di Singapura. Undangan pertama kali diberikan oleh Presiden Tony Tan pada tahun 2016 saat kunjungan kenegaraan ke Vatikan. Setelah bertahun-tahun, akhirnya Paus Fransiskus menyetujui untuk mengunjungi Singapura, yang rencananya akan dilakukan pada tahun 2020. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang melanda dunia memaksa pembatalan kunjungan tersebut.

Namun, upaya pemerintah setempat untuk mengundang Paus tidak pernah surut. Janet Ang, duta besar non-residen Singapura untuk Vatikan sejak 2020, secara konsisten mengulang pesan, "Yang Mulia, Singapura menanti Anda." Akhirnya, pada 4 Januari 2024, Ang menerima kabar dari Uskup Agung Marek Zalewski, perwakilan Paus di Singapura, bahwa doa mereka telah dijawab — Paus Fransiskus akan mengunjungi Singapura.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Singapura merupakan perhentian terakhir dalam perjalanan apostoliknya selama 12 hari yang mencakup Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste. Di Singapura, Paus dijadwalkan memimpin misa di Stadion Nasional untuk hampir 50.000 umat Katolik, memberikan pidato kenegaraan, dan berdialog antaragama dengan kaum muda dari berbagai agama. Ia juga akan bertemu dengan para pemimpin Singapura.

Janet Ang menyatakan bahwa Paus terkesan dengan keberagaman dan kerukunan agama yang ada di Singapura. Kedua negara kota kecil ini, Singapura dan Vatikan, memiliki kepentingan bersama dalam mempromosikan dialog dan pemahaman antaragama, serta kepedulian terhadap lingkungan, terutama di tengah krisis perubahan iklim yang mengancam.

*Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang*  

*Tanggal: 9 September 2024*  

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar