**Mgr. Pius Riana Prapdi: Yesus, Berkatilah Rumah Kami Semua**

                Foto Tangkapan Layar Akun Instagram Pribadi Bapak.Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang.

**Ketapang, 20 November 2024**Unggahan dari akun Instagram pribadi Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, menggugah hati umat di seluruh penjuru keuskupan. Pada Selasa Pekan Biasa XXXIII, 19 November 2024, Uskup membagikan foto rumah adat di Stasi Jungkal, Tumbang Titi, disertai kutipan Injil Lukas 19:9-10: 

"Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." 

Melalui unggahan ini, Mgr. Pius juga menyisipkan doa sederhana namun penuh makna: 

"Yesus, berkatilah rumah kami semua. Amin." 

                 Foto Tangkapan Layar Akun Instagram Pribadi Bapak.Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang

Pesan singkat ini langsung mendapat respons positif dari umat. Komentar penuh rasa syukur dan doa membanjiri unggahan tersebut. Banyak yang mengungkapkan bahwa kata-kata tersebut memberikan kekuatan rohani dan pengingat bahwa keselamatan dan kasih Tuhan selalu hadir di tengah kehidupan mereka. 

Rumah adat yang diabadikan dalam unggahan tersebut bukan hanya simbol budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat lokal. Sebagai bagian dari komunitas di Stasi Jungkal, Tumbang Titi, rumah adat ini menjadi tempat bernaung yang tidak hanya melindungi secara fisik tetapi juga melestarikan tradisi dan keimanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Mgr. Pius, melalui unggahan ini, tidak hanya menyoroti kekayaan budaya lokal tetapi juga mengingatkan umat tentang misi utama Yesus Kristus, yang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Kehadiran-Nya di tengah umat adalah berkat yang menyatukan iman dan budaya dalam harmoni. 

Kehadiran Uskup di Stasi Jungkal sebelumnya juga menjadi momen penting bagi umat setempat. Selain memberkati rumah adat, beliau juga mempersembahkan doa dan harapan agar semua rumah tangga di sana dipenuhi kedamaian dan kasih Tuhan. Momen ini memperlihatkan bahwa gereja tidak hanya menjadi pusat ibadah tetapi juga tempat di mana setiap individu, terlepas dari latar belakang budaya mereka, merasa diterima dan diberkati. 

Unggahan ini juga menyadarkan umat akan pentingnya menjaga tradisi lokal sembari tetap menghidupi iman Katolik secara mendalam. Rumah adat yang menjadi latar belakang foto menggambarkan harmoni antara iman dan budaya, dua elemen yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Katolik di Tumbang Titi. 

Doa yang dipanjatkan Mgr. Pius, "Yesus, berkatilah rumah kami semua," memiliki makna luas yang melampaui batas fisik rumah adat itu sendiri. Doa ini mencakup semua keluarga yang bernaung dalam kasih Tuhan, di mana pun mereka berada. 

Semoga melalui berkat ini, semua umat di Keuskupan Ketapang, khususnya di Stasi Jungkal, merasakan damai dan kasih karunia Tuhan yang mempersatukan. Dengan merenungkan pesan Injil yang dibagikan oleh Mgr. Pius, kita diingatkan bahwa setiap rumah tangga yang hidup dalam iman adalah tempat di mana keselamatan dan kasih Tuhan senantiasa hadir. 

Kasih dan perhatian yang ditunjukkan Mgr. Pius terhadap umat di pelosok keuskupan menjadi contoh nyata bagaimana gereja hadir untuk menyertai, mendoakan, dan menguatkan umat dalam setiap situasi hidup mereka. Mari terus bersyukur atas kehadiran Tuhan dalam hidup kita, sebagaimana diungkapkan melalui doa yang tulus: "Yesus, berkatilah rumah kami semua. Amin."

**Penulis: Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang**  

**Tanggal: 20 November 2024** 

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar