Kasih Tak Pernah Terpenjara: Misa Hari Minggu Paskah VI di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIB Ketapang
Ketapang, 25 Mei 2025.Dalam semangat kebangkitan Kristus yang masih berkumandang di Minggu Paskah VI, Gereja Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang kembali menyelenggarakan misa rutin pembinaan rohani di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIB Ketapang, Minggu pagi (25/5). Misa ini dipimpin oleh RP. Vitalis Nggeal, CP, sebagai bagian dari program pelayanan dan pendampingan iman untuk para warga binaan.
Hari liturgis ini memperingati para kudus besar Gereja Katolik, yaitu Santo Gregorius VII, Paus dan Pengaku Iman; Santa Magdalena Sofia Barat, Pengaku Iman; Santo Beda, Pujangga Gereja; serta Santa Maria Magdalena de Pazzi, seorang perawan mistik. Warna liturgi putih yang dikenakan mencerminkan terang dan sukacita kebangkitan, yang juga diharapkan mampu menguatkan para warga binaan di tengah perjalanan hidup dan proses pembinaan mereka.
Dalam homilinya, RP. Vitalis Nggeal, CP, menyampaikan pesan yang menyentuh hati dan membangkitkan semangat iman. Beliau menekankan bahwa iman bukan sekadar keyakinan dalam hati, melainkan harus nyata dalam tindakan dan perbuatan.
“Iman bukan suatu hal yang imajinatif atau hayalan. Iman adalah aktivitas yang menggerakkan, yang membentuk cara berpikir dan cara bertindak. Orang Katolik berpikiran luas, mampu berpikir positif, bahkan dalam situasi sulit sekalipun,” ujar RP. Vitalis.
Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa iman dan tindakan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Menjadi orang beriman bukan hanya berseru “Tuhan, Tuhan,” tetapi juga hidup menurut kehendak Allah mencerminkan keadilan, kasih, dan berdampak bagi Gereja, sesama, dan Tuhan sendiri.
RP. Vitalis menambahkan bahwa Tuhan tidak mencari orang yang hanya tampak rohani di permukaan. Tuhan mencari mereka yang menghidupi ajaran-Nya secara nyata: yang mengasihi musuh, mengampuni pasangan, menjadi sahabat yang setia, dan berani menyatakan kebenaran meski sulit.
Mengacu pada Injil Matius 25:36, beliau mengingatkan:
“Ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”
Ayat ini menjadi pusat refleksi spiritual bagi seluruh umat yang hadir, bahwa kehadiran Tuhan tidak dibatasi tembok atau jeruji penjara. Kasih Tuhan tidak pernah terpenjara, bahkan dalam kondisi yang paling terbatas sekalipun.
RP. Vitalis juga menyinggung kisah penderitaan Yesus dalam Injil Lukas 23:34:
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Dengan penuh empati, beliau mengatakan bahwa Yesus pun pernah ditangkap dan dipenjarakan, bahkan wafat di kayu salib. Maka, siapapun yang sedang menjalani masa pembinaan tidak perlu berkecil hati. Tuhan mengenal penderitaan mereka, dan tetap hadir menyertai.
Misa ditutup dengan doa bersama agar para warga binaan terus diteguhkan dalam kasih Tuhan dan diberi kekuatan untuk bertobat serta memulai hidup baru. RP. Vitalis juga menyampaikan bahwa umat dan para imam Paroki Santo Agustinus Paya Kumang selalu berdoa bagi mereka yang ada di balik jeruji, agar rahmat Tuhan sungguh bekerja dalam hidup mereka.
Mengakhiri homili, RP. Vitalis mengutip Injil Yohanes 14:28:
“Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku.”
Dengan kata-kata ini, umat diajak untuk melihat kepergian Kristus bukan sebagai akhir, tetapi sebagai permulaan perjumpaan yang baru dalam Roh Kudus Roh yang mengajarkan kasih dan damai sejahtera.
Melalui misa rutin ini, semangat pelayanan gereja kepada mereka yang terpinggirkan semakin ditegaskan: bahwa tidak ada satupun pribadi yang terlupakan di hadapan Allah, dan Gereja tetap hadir untuk memberi penguatan rohani dan kasih tanpa syarat.
Penulis:Tim Komsos Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 25 Mei 2025

0 comments:
Posting Komentar