KESEMPURNAAN HIDUP DENGAN SALING BERBAGI
Liturgi Hari Ini
Senin, 18 Agustus 2025, Gereja Katolik merayakan Hari Senin Pekan Biasa XX dengan peringatan Santa Helena, Pengaku Iman. Warna liturgi yang digunakan adalah hijau, sebagai simbol pengharapan dan pertumbuhan iman. Bacaan Injil yang menjadi pusat renungan diambil dari Matius 19:16-22, yang berbicara tentang orang muda kaya yang ingin memperoleh hidup yang kekal.
Mengikuti Ajaran Saja Belum Cukup
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam kehidupan sehari-hari kita sering berusaha untuk menjalani hidup dengan baik dan benar. Kita berusaha menaati ajaran Gereja maupun aturan Negara, berbuat jujur dalam pekerjaan, menjauhi kejahatan, tidak berzina, tidak mencuri, dan tidak berbuat curang. Semua itu adalah hal yang baik, benar, bahkan sangat diperlukan dalam hidup beriman. Namun, Injil hari ini mengingatkan kita bahwa semua itu baru menjadi “langkah awal” menuju hidup yang sempurna di hadapan Allah.
Yesus mengingatkan orang muda kaya bahwa kesempurnaan hidup tidak cukup hanya dengan menaati hukum dan ajaran. Kesempurnaan hidup sejati dituntut melalui keberanian untuk peduli dan berbagi kepada sesama. Sebab iman yang sejati selalu diwujudkan dalam tindakan kasih yang nyata. Tanpa kepedulian kepada sesama, hidup kita belumlah sempurna, sekalipun kita sudah rajin berdoa atau aktif dalam pelayanan gerejawi.
Berani Peduli, Berani Berbagi
Kerap kali, kita merasa puas dengan kebaikan yang kita lakukan: rajin misa, aktif dalam pelayanan liturgi, ikut kegiatan lingkungan, dan hidup jujur dalam bekerja. Tetapi, semua itu bisa menjadi “rutinitas yang aman” bila kita tidak berani melangkah keluar dari zona nyaman kita.
Kesempurnaan hidup terletak pada keberanian kita untuk berbagi dari apa yang kita miliki. Tidak harus selalu berupa harta benda yang besar, melainkan bisa juga dalam bentuk perhatian, doa, waktu, tenaga, dan senyuman yang tulus. Membantu yang lemah, mengunjungi yang sakit, menyapa yang kesepian, dan menolong yang tertindas adalah wujud nyata dari iman yang hidup.
Yesus menegaskan bahwa orang muda kaya itu akan memperoleh harta di surga bila ia menjual miliknya dan memberikannya kepada kaum miskin. Artinya, kesempurnaan hidup menuntut kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga membuka hati terhadap kebutuhan sesama.
Teladan Santa Helena
Pada hari ini, kita juga mengenang Santa Helena, Pengaku Iman. Ia dikenal sebagai seorang wanita yang teguh dalam iman dan penuh kasih. Santa Helena tidak hanya mengakui Kristus dengan kata-kata, melainkan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Dari teladannya, kita belajar bahwa iman sejati menuntut keberanian untuk melangkah keluar dari diri sendiri dan memperhatikan sesama.
Seperti Santa Helena, kita dipanggil untuk menghidupi iman dengan tindakan kasih. Hanya dengan berbagi, iman kita menjadi nyata dan hidup kita semakin sempurna di hadapan Allah.
Penutup
Saudara-saudari terkasih, kesempurnaan hidup bukanlah soal banyaknya doa yang kita ucapkan atau banyaknya peraturan yang kita taati. Kesempurnaan hidup ditemukan dalam cinta kasih yang diwujudkan dengan berbagi. Semakin kita mampu memberi dan peduli pada sesama, semakin sempurna pula hidup kita di mata Tuhan.
Doa
Ya Yesus, kami bersyukur atas aneka berkat yang telah Engkau curahkan pada kami. Bimbinglah kami agar selalu peka, peduli, dan rela berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Semoga segala kebaikan yang kami lakukan menjadikan hidup kami semakin sempurna di hadapan-Mu. Bunda Maria, dampingilah kami untuk selalu hidup dalam kasih dan kesempurnaan. Amin.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 18 Agustus 2025

0 comments:
Posting Komentar