Misa Arwah Satu Tahun Alm. Bapak Klaudius Hasibuan, Umat Santa Lusia Bersatu dalam Doa dan Pengharapan
Ketapang, 19 Agustus 2025.Umat Lingkungan Santa Lusia Paroki Santo Agustinus Paya Kumang berkumpul dalam suasana khidmat untuk merayakan Misa Arwah memperingati satu tahun wafatnya Alm. Bapak Klaudius Hasibuan. Perayaan Ekaristi berlangsung pada Selasa malam, 19 Agustus 2025 pukul 18.30 WIB, bertempat di kediaman keluarga, Jalan Gatot Subroto, Gang Anggrek No. 14, rumah Ibu Maria Soleta, istri almarhum.
Misa dipimpin oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP, yang akrab disapa Pastor Aris. Dalam perayaan tersebut, tugas lagu dipimpin oleh Ibu Sutarti Rahayu, Mazmur dilantunkan oleh Ibu Efriana, sementara pengantar dan doa makan disampaikan oleh Bapak Lerianus. Kehadiran umat semakin mempertegas kebersamaan dalam doa bagi arwah almarhum.
Usai perayaan Misa, anak sulung almarhum, Viktor Parsaulian Hasibuan, menyampaikan sambutan singkat. Dalam ucapannya, Viktor mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Pastor Aris yang telah memimpin Misa, kepada RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP yang hadir mendampingi umat, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bapak Jeno Leo, Ketua Lingkungan Santa Lusia Ibu Sutarti Rahayu, serta seluruh umat yang telah berkenan hadir dan mendoakan jiwa ayahandanya.
Menguatkan iman umat, homili yang dibawakan oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP menekankan pentingnya kesiapan setiap orang dalam menghadapi kematian. “Kematian adalah suatu kepastian yang akan dilalui oleh setiap orang. Maka hidup hendaknya menjadi suatu persiapan. Jangan menunggu hingga saat terakhir,” ungkap beliau.
Dalam refleksinya, Pastor Aris mengingatkan tiga hal pokok yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi akhir hidup: pertama, membangun sikap pertobatan dan tidak menunda-nunda; kedua, memeriksa batin dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan; dan ketiga, menjauhkan diri dari cinta duniawi yang mengikat pada harta, dengan kembali memusatkan hidup kepada Sang Pencipta.
Homili juga menegaskan bahwa peringatan satu tahun wafatnya Bapak Klaudius Hasibuan menjadi kesempatan untuk mendoakan arwahnya agar disucikan dalam Kerajaan Allah. “Kita percaya melalui kematian dan kebangkitan Kristus, almarhum Bapak Klaudius Hasibuan dipersatukan kembali bersama Bapa,” kata Pastor Aris.
Sebagai penguatan, Pastor Aris mengutip Injil Lukas yang menegaskan janji keselamatan dan pembebasan dari dosa. Beliau mengajak umat agar senantiasa memperiksa batin, berserah diri, serta hidup dalam Roh Kudus sebagai anak-anak Allah.
Suasana doa bersama umat Lingkungan Santa Lusia ditutup dengan santap malam yang diwarnai keakraban dan kebersamaan. Peringatan ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang almarhum, tetapi juga menjadi sarana umat untuk semakin diteguhkan dalam iman, pengharapan, dan kasih.
Mengutip Katekismus Gereja Katolik (KGK 1006): “Dan untuk mereka yang mati dalam rahmat Kristus, kematian adalah keikutsertaan dalam kematian Kristus, supaya dapat juga mengambil bagian dalam kebangkitan-Nya” (lih. Rm 6:3-9; Flp 3:10-11).
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 19 Agustus 2025
0 comments:
Posting Komentar