Misa Syukur Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

 

Foto RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP

Misa Syukur Hari Kemerdekaan RI ke-80 di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Umat diajak mengisi kemerdekaan dengan semangat iman dan cinta kasih

Ketapang Minggu, 17 Agustus 2025, umat Katolik Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang, menggelar Misa Syukur dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP.

Hari tersebut tidak hanya menjadi momentum nasional bagi seluruh rakyat Indonesia, tetapi juga bertepatan dengan Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia, pesta fakultatif Santo Hyasintus, Pengaku Iman, dengan tata liturgi menggunakan warna putih sebagai lambang sukacita.

Dalam perayaan Misa, umat terlibat aktif melalui pelayanan liturgi. Pemazmur dipercayakan kepada Saudari Viona Verliefd Yorin Herben, sementara Saudara Nauli bertugas sebagai lektor. Tugas dirigen dipimpin oleh Ibu Rindu, diiringi paduan suara dari Koor Lingkaran Rafael, serta alunan musik organ oleh Saudari Cintia.
























































































Pesan Homili: Kemerdekaan sebagai Anugerah dan Panggilan

Dalam homilinya, RP. FX. Oscar Aris Sudarmadi, CP. mengajak umat beriman untuk mensyukuri anugerah kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar para pahlawan bangsa. “Delapan puluh tahun yang lalu kita mendengar proklamasi kemerdekaan. Kemerdekaan memang diperjuangkan, namun tetap merupakan anugerah Allah yang didorong oleh keinginan luhur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 harus terus dihidupi. Tujuan negara Indonesia jelas, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi.

“Saudara-saudari terkasih, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan sikap iman. Injil mengingatkan kita untuk memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Para pemimpin bangsa hendaknya memerintah berdasarkan kehendak Tuhan, agar terwujud masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” tegasnya.

Beliau juga menyinggung surat pertama Rasul Petrus yang mengajak umat untuk hidup takwa kepada Allah, taat kepada para rasul, serta menghindari penyalahgunaan kebebasan. “Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan yang dijalani dengan penyangkalan diri, mengikuti Kristus, dan mewujudkan cinta kasih dalam hidup sehari-hari,” tambahnya.

Penutup: Bersatu, Berdaulat, Indonesia Maju

Misa Hari Kemerdekaan ini ditutup dengan doa syukur agar seluruh umat semakin dikuatkan untuk mengisi kemerdekaan dengan semangat iman dan cinta kasih, serta mewujudkan cita-cita bangsa.

Melalui perayaan iman ini, umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang diajak untuk terus menghidupi semangat persatuan, pengorbanan, dan cinta tanah air dalam terang Injil. Pada usia ke-80 tahun kemerdekaan, Gereja menegaskan kembali harapan agar Indonesia tetap bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, dan maju.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   17 Agustus  2025


About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar