Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Gelar Gladi Bersih Jelang Misa Syukur Pesta Pelindung dan Ultah Paroki

 

Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Gelar Gladi Bersih

Paroki Santo Agustinus Paya Kumang Gelar Gladi Bersih Jelang Misa Syukur Pesta Pelindung dan Ultah Paroki

Ketapang, 28 Agustus 2025.Dalam rangka persiapan Misa Syukur Pesta Pelindung dan Ulang Tahun Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang melalui Panitia Bidang Liturgi mengundang seluruh petugas liturgi untuk mengikuti Gladi Bersih yang akan dilaksanakan pada:

  • Hari/Tanggal: Jumat, 29 Agustus 2025

  • Waktu: Pukul 16.00 WIB

  • Tempat: Gereja Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Undangan ini ditujukan kepada:

  1. Pastor Paroki

  2. Petugas MC

  3. Lektor

  4. Pemazmur

  5. Misdinar

  6. Prodiakon

  7. Petugas Persembahan (Lingkungan St. Paulus dari Salib dan St. Vinsensius Maria Strambi)

  8. Penari Persembahan

  9. Petugas Sound

  10. Tim Komsos Paroki

  11. Perwakilan Kelompok Koor/MSE: Maria Serva Evangelii

Pentingnya Gladi Bersih Menjelang Misa Syukur Pesta Pelindung dan Ultah Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Ketua Bidang Liturgi Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Bapak Hendrikus Hendri, S.S., dalam kesempatan wawancara menyampaikan dengan penuh semangat bahwa kebersamaan, kekompakan, dan kesiapan seluruh petugas liturgi menjadi kunci utama keberhasilan perayaan besar Paroki. Menurut beliau, Misa Syukur Pesta Pelindung dan Ulang Tahun Paroki bukanlah sekadar seremoni tahunan yang hadir begitu saja, melainkan sebuah momen istimewa yang sarat makna rohani, sejarah, dan identitas umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang.

“Gladi bersih ini menjadi kesempatan bagi seluruh petugas liturgi untuk berlatih bersama, menyatukan langkah, serta memantapkan pelayanan, sehingga perayaan Pesta Pelindung dan Ultah Paroki dapat berjalan lancar dan menghadirkan sukacita bagi seluruh umat,” ungkapnya penuh harap.

Ucapan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah ajakan yang lahir dari pengalaman panjang beliau sebagai pelayan gereja dan pendamping liturgi di Paroki. Hendrikus Hendri, yang juga dikenal sebagai pribadi sederhana, tegas, sekaligus ramah terhadap umat, selalu menekankan bahwa liturgi adalah pusat kehidupan iman Katolik. Karena itu, setiap detail persiapan, baik teknis maupun rohani, perlu diperhatikan dengan saksama agar perayaan sungguh menjadi tanda kasih Allah yang nyata di tengah umat.

Makna Kebersamaan dalam Persiapan Liturgi

Bagi umat Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, kebersamaan bukan hanya kata-kata indah, melainkan sebuah cara hidup. Persiapan Misa Syukur yang diwarnai dengan gladi bersih adalah wujud nyata bagaimana umat yang berbeda-beda latar belakang, profesi, dan tugas pelayanan dapat bersatu demi sebuah tujuan bersama, yaitu menghadirkan liturgi yang khidmat dan memuliakan Tuhan.

Gladi bersih menghadirkan lektor, pemazmur, misdinar, prodiakon, petugas koor, penari persembahan, hingga tim komsos dalam satu ruang latihan. Dalam momen itu, mereka tidak hanya berlatih mengucapkan kata-kata dengan jelas atau melantunkan mazmur dengan indah, melainkan juga belajar untuk saling memahami, menyesuaikan diri, dan menghargai peran masing-masing.

“Liturgi yang baik bukan hanya soal suara merdu atau gerakan yang serasi, tetapi tentang hati yang mau melayani dengan rendah hati. Gladi bersih adalah kesempatan bagi kita untuk menyatukan hati, bukan hanya menyatukan suara atau langkah,” jelas Hendri dengan penuh keyakinan.

Kesiapan yang Membawa Sukacita

Persiapan liturgi, terutama untuk perayaan sebesar pesta pelindung paroki, membutuhkan ketelitian yang tinggi. Mulai dari urutan tata ibadat, pemilihan lagu, pembagian tugas, koordinasi antara MC dan pastor, hingga aspek teknis seperti sound system dan pencahayaan, semuanya harus dipersiapkan secara matang.

Tanpa persiapan yang baik, Misa Syukur yang seharusnya menjadi puncak sukacita justru bisa terganggu oleh hal-hal kecil yang sebenarnya bisa diantisipasi. Hendrikus Hendri selalu mengingatkan bahwa kesiapan bukan sekadar memastikan acara berjalan mulus, tetapi juga menjadi sumber sukacita bagi umat yang hadir.

“Kalau semua petugas tahu apa yang harus dilakukan, umat pun bisa berdoa dengan tenang. Sukacita akan mengalir bukan karena acaranya megah, tetapi karena umat merasa terlayani dengan baik dan liturgi sungguh mengangkat hati mereka kepada Tuhan,” katanya.

Gladi Bersih sebagai Ajang Pendidikan Iman

Menariknya, gladi bersih bukan hanya latihan teknis, melainkan juga ajang pendidikan iman. Para petugas liturgi yang terlibat belajar memahami bahwa setiap tugas, sekecil apapun, memiliki arti penting dalam keseluruhan perayaan. Seorang misdinar yang menyalakan lilin altar, seorang pemazmur yang melantunkan mazmur, atau seorang prodiakon yang membantu komuni, semuanya adalah bagian dari tubuh Kristus yang utuh.

Hendri menegaskan bahwa dengan gladi bersih, para petugas tidak hanya mempersiapkan diri secara teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran rohani bahwa mereka sedang mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah melalui liturgi. Dengan begitu, mereka tidak sekadar menjadi pelaksana tugas, melainkan pelayan yang menghadirkan kasih Allah.

Mempererat Persaudaraan Umat

Lebih jauh, Hendri melihat gladi bersih juga sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan antarumat. Di tengah kesibukan dan rutinitas hidup sehari-hari, tidak banyak kesempatan bagi umat dari berbagai lingkungan dan kelompok kategorial untuk bertemu. Gladi bersih menjadi ruang perjumpaan, di mana mereka bisa berlatih, bercakap-cakap, dan saling mendukung.

“Kadang-kadang justru dari persiapan inilah tercipta cerita indah. Ada yang baru pertama kali membaca sebagai lektor, ada yang grogi bernyanyi di depan umat, ada pula yang belajar menari liturgi. Semua saling menguatkan, saling memberi masukan, dan akhirnya tumbuhlah rasa persaudaraan yang lebih erat,” kisah Hendri.

Harapan untuk Pesta Pelindung dan Ultah Paroki

Dengan penuh optimisme, Hendrikus Hendri berharap bahwa seluruh rangkaian perayaan Pesta Pelindung Santo Agustinus sekaligus Ulang Tahun Paroki dapat berlangsung dengan lancar, meriah, dan berkesan bagi seluruh umat.

Ia percaya bahwa perayaan ini bukan hanya untuk mengenang Santo Agustinus sebagai pelindung paroki, melainkan juga sebagai momentum untuk meneguhkan identitas umat dalam kebersamaan, pelayanan, dan kesaksian iman di tengah masyarakat.

“Perayaan ini hendaknya menjadi tanda syukur kita atas perjalanan panjang Paroki Santo Agustinus Paya Kumang. Kita bersyukur atas para imam, biarawan-biarawati, pengurus, dan umat yang telah berjuang membangun paroki ini. Semoga semangat Santo Agustinus, dengan motto terkenalnya ‘Hati kami gelisah sebelum beristirahat dalam Dikau, ya Tuhan’, semakin menginspirasi umat untuk terus bertumbuh dalam iman,” tutur Hendri.

Liturgi sebagai Sumber dan Puncak Kehidupan Gereja

Dalam refleksi yang lebih mendalam, Hendri juga mengingatkan kembali ajaran Konsili Vatikan II yang menegaskan bahwa liturgi adalah sumber dan puncak kehidupan Gereja. Oleh karena itu, persiapan liturgi bukanlah pekerjaan tambahan, melainkan bagian integral dari kehidupan iman.

“Kalau liturgi kita persiapkan dengan sungguh-sungguh, umat akan merasakan kehadiran Allah yang nyata. Itulah sebabnya gladi bersih ini bukan sekadar latihan, tetapi sebuah bentuk pelayanan yang mendalam,” ujarnya.

Kesimpulan

Pernyataan dan refleksi Hendrikus Hendri, S.S., menegaskan bahwa gladi bersih bukan hanya kegiatan teknis menjelang perayaan besar paroki, melainkan sebuah momentum iman yang memperkuat kebersamaan, kesiapan, persaudaraan, serta kesadaran umat akan arti pelayanan liturgi.

Dengan adanya gladi bersih, diharapkan perayaan Misa Syukur Pesta Pelindung dan Ulang Tahun Paroki Santo Agustinus Paya Kumang pada akhirnya tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menjadi sumber sukacita, penguatan iman, dan tanda persaudaraan sejati bagi seluruh umat.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   28 Agustus  2025



About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar