Pesan Rohani Sederhana yang Menyapa Jiwa: Prodiakon Ignasius Rinso Tigor dan Sukacita Tahbisan Imam Baru di Keuskupan Ketapang
Ketapang, 16 Agustus 2025 . Pagi yang tenang pada Sabtu, 16 Agustus 2025, tepat pukul 08.52 WIB, sebuah pesan rohani sederhana hadir menyapa banyak hati melalui unggahan status WhatsApp Bapak Ignasius Rinso Tigor, S.S., seorang Prodiakon yang setia melayani di Paroki Santo Agustinus Paya Kumang, Keuskupan Ketapang.
Pesan singkat itu berbunyi:
"Ketemu dengan mantan murid SMA St. Petrus, sopan santun mereka melekat dari dulu sampai sekarang terhadap gurunya; satu kata SALUT!!!"
Walau sederhana, kalimat tersebut menyimpan kekayaan makna. Pesan ini mengingatkan kembali bahwa nilai kesopanan, rasa hormat, dan kerendahan hati bukan hanya sekadar etika, tetapi juga wujud nyata kasih yang diajarkan Kristus. Sikap para mantan murid yang tetap rendah hati kepada gurunya menjadi gambaran kecil tentang bagaimana iman dan budi pekerti berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari.
Ungkapan syukur dan kekaguman seorang Prodiakon terhadap sikap sederhana para anak muda ini seakan menjadi cermin betapa pentingnya pendidikan iman, keluarga, dan sekolah Katolik dalam membentuk pribadi yang berkarakter. Sebuah pesan rohani yang tidak menggurui, namun menyentuh hati dan menggerakkan nurani.
Tahbisan Imam Baru: Sukacita Bagi Keuskupan Ketapang
Hanya sehari sebelumnya, pada Jumat, 15 Agustus 2025, Keuskupan Ketapang bersukacita menyambut momentum bersejarah: tahbisan imam baru. Bertempat di Gereja Paroki Kanak-Kanak Yesus, Marau, pukul 09.30 WIB, Mgr. Pius Riana Prapdi, Uskup Keuskupan Ketapang, menumpangkan tangan dan menahbiskan empat diakon menjadi imam baru.
Mereka adalah:
-
RD. Gabriel Bala
-
RD. Petrus Riyant
-
RD. Sirus Yulius Mbusa
-
RD. Paulus Budi Sulistiyo
Tahbisan ini bukan hanya momen sakramental yang menandai lahirnya gembala-gembala baru di ladang Tuhan, tetapi juga jawaban doa umat yang terus memohon panen panggilan dalam Gereja. Kehadiran imam-imam muda ini menjadi tanda harapan baru, bahwa karya perutusan Allah terus bersemi dan berkembang di bumi Ketapang.
Benang Merah: Kesopanan, Kasih, dan Pelayanan
Jika dicermati, ada benang merah antara pesan sederhana Prodiakon Ignasius Rinso Tigor dan tahbisan imam baru. Kesopanan dan sikap hormat yang beliau kagumi dari para mantan murid adalah nilai yang juga dihidupi para imam dalam karya pelayanannya: rendah hati, setia, dan penuh kasih.
Seperti mantan murid yang tetap menghormati gurunya, demikian pula para imam dipanggil untuk setia melayani umat dengan kasih yang tidak lekang oleh waktu. Pesan sederhana itu seakan menyatukan dua peristiwa: keseharian yang penuh makna dan peristiwa rohani yang agung.
Penutup: Pesan yang Menyapa Jiwa
Hari ini, 16 Agustus 2025, umat diajak untuk merenungkan bahwa Tuhan dapat berbicara melalui apa saja bahkan lewat sebuah status singkat di media sosial. Pesan sederhana Prodiakon Ignasius Rinso Tigor menjadi pengingat bahwa kesopanan, hormat, dan kasih adalah wajah Injil yang nyata dalam kehidupan.
Bersamaan dengan itu, sukacita tahbisan imam baru meneguhkan iman umat Keuskupan Ketapang, bahwa kasih Tuhan terus bekerja dalam sejarah Gereja dan kehidupan sehari-hari. Pesan sederhana telah menyapa jiwa, dan peristiwa tahbisan telah menyalakan api pengharapan.
📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa
Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang
Tanggal: 16 Agustus 2025
.jpg)

0 comments:
Posting Komentar