Doa Rosario Berantai Khidmat di Rumah Keluarga Bapak Mauritus


Foto  Keluarga Bapak Mauritus

Doa Rosario Berantai Khidmat di Rumah Keluarga Bapak Mauritus
Sabtu, 6 Desember 2025.Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang

Ketapang, 7 Desember 2025.Suasana penuh keteduhan terasa menyelimuti kediaman Keluarga Bapak Mauritus pada Sabtu, 6 Desember 2025. Rumah yang berada di wilayah Lingkungan Santo Simon, Paroki Santo Agustinus, Keuskupan Ketapang, ini menjadi tempat berlangsungnya Doa Rosario Berantai Khusus Keluarga, sebuah tradisi doa yang dijalankan secara bergilir dari satu keluarga ke keluarga lainnya dalam satu lingkungan. Pada kesempatan kali ini, giliran doa dipercayakan kepada Keluarga Bapak Mauritus bersama Istrinya, sebagai bagian dari rangkaian doa berantai selama Masa Adven 2025.

Doa Rosario dimulai tepat pada pukul 18.25 WIB dengan suasana hening dan penuh penghormatan. Keluarga yang menjadi tuan rumah telah mempersiapkan altar kecil sederhana di ruang tengah, lengkap dengan patung Bunda Maria, lilin, serta bunga-bunga segar. Para peserta yang hadir—terbatas pada keluarga inti tuan rumah sesuai penekanan kegiatan—mengikuti rangkaian doa dengan sikap penuh iman. Seluruh rangkaian doa kemudian ditutup pada pukul 19.26 WIB, menandai satu jam penuh yang digunakan untuk berdoa dan merenungkan misteri keselamatan.

Makna Doa Rosario Berantai dalam Lingkungan Santo Simon

Tradisi doa rosario berantai merupakan kegiatan rohani yang sangat dihargai oleh umat Katolik di Paroki Santo Agustinus. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir dari rumah satu keluarga ke keluarga lainnya, sehingga membangun kebersamaan, persatuan, dan semangat doa yang terus menyala di tengah umat. Pada kesempatan ini, hanya Keluarga Bapak Mauritus yang disebut sebagai penerima giliran doa, tanpa melibatkan keluarga lain, sesuai arahan kegiatan yang telah ditetapkan oleh lingkungan.

Bagi Lingkungan Santo Simon, doa rosario berantai tidak sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah kesempatan istimewa untuk mempersembahkan doa dalam suasana kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, keluarga yang mendapatkan giliran diajak untuk membuka rumah sekaligus membuka hati bagi karya dan berkat Tuhan yang dihadirkan melalui doa-doa yang diucapkan.

Doa Rosario Selama Masa Adven 2025

Pelaksanaan doa rosario berantai ini memiliki makna semakin mendalam karena berlangsung selama Masa Adven 2025, masa penantian akan kelahiran Yesus Kristus. Masa Adven dimulai pada Minggu, 30 November 2025, dan berakhir pada 24 Desember 2025, menjelang perayaan Natal. Dalam tradisi Gereja Katolik, umat pada masa ini diajak mempersiapkan diri secara rohani melalui doa, pertobatan, dan perenungan.

Selama masa ini, doa Rosario berfokus pada Peristiwa Gembira, yang menyoroti misteri-misteri awal kehidupan Yesus dan karya keselamatan Allah yang dimulai melalui kesediaan Maria.

Lima Peristiwa Gembira yang Dihayati

Dalam perayaan doa rosario pada sore itu, Keluarga Bapak Mauritus bersama istrinya merenungkan lima Peristiwa Gembira, yaitu:

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Lukas 1:26–38).

  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Lukas 1:39–45).

  3. Yesus dilahirkan di Betlehem (Lukas 2:1–7).

  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Lukas 2:22–40).

  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Lukas 2:41–52).

Setiap peristiwa direnungkan dengan penuh kesungguhan, memberi umat kesempatan untuk memperdalam makna inkarnasi dan kesederhanaan kelahiran Sang Penyelamat.

Tata Cara Doa Rosario

Rangkaian doa dilaksanakan mengikuti tata cara rosario yang umum dilakukan umat Katolik. Doa dibuka dengan Syahadat Para Rasul sambil memegang salib, dilanjutkan dengan Doa Bapa Kami, tiga kali Salam Maria, dan Kemuliaan. Pada setiap misteri, peserta doa mengumumkan peristiwa yang direnungkan, kemudian mengucapkan Doa Bapa Kami pada manik besar, disusul sepuluh kali Doa Salam Maria pada manik-manik kecil.

Setiap dekade ditutup dengan Kemuliaan dan Doa Fatima, seraya memohon pengampunan dan perlindungan dari Tuhan. Setelah lima misteri terselesaikan, doa rosario ditutup dengan Salam Ya Ratu Surga serta doa-doa penutup lainnya sesuai tradisi Gereja.

Suasana Doa yang Penuh Kekhusyukan

Selama doa berlangsung, suasana kekhusyukan sangat terasa. Keluarga Bapak Mauritus menjalankan perannya sebagai tuan rumah dengan penuh kerendahan hati dan rasa syukur. Mereka memaknai kesempatan ini sebagai bentuk pelayanan iman dan wujud kesetiaan dalam kehidupan rohani keluarga. Doa yang terucap perlahan dan teratur menghadirkan kedamaian di dalam rumah, sekaligus mempererat hubungan keluarga dalam iman dan kasih Kristus.

Penutup

Doa Rosario Berantai di rumah Keluarga Bapak Mauritus pada Sabtu, 6 Desember 2025, menjadi bagian berharga dari rangkaian kegiatan rohani Lingkungan Santo Simon selama Masa Adven. Kegiatan ini bukan hanya menghidupkan tradisi devosi kepada Bunda Maria, tetapi juga meneguhkan keluarga dalam harapan dan sukacita menyambut Natal yang semakin dekat.

Melalui doa yang sederhana namun penuh makna ini, keluarga tuan rumah telah mengambil bagian dalam merawat iman dan kebersamaan umat, sejalan dengan semangat Paroki Santo Agustinus Keuskupan Ketapang yang terus mendorong umatnya untuk hidup dalam doa, cinta kasih, dan pelayanan. Semoga rangkaian Doa Rosario Berantai ini membawa berkat melimpah bagi keluarga dan seluruh umat lingkungan.

📍Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

🕊️ Gembala Umat, Pelita Iman, Sahabat Jiwa

Ditulis oleh: Tim Redaksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santo Agustinus Paya Kumang

Tanggal:   7  Desember  2025

About Gr.SAPRIYUN,S.ST.Pi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar